Selebriti

31 Mei 2021

Viral Sayembara Rp15 Juta Rachel Vennya untuk Cari Haters, Pakar Sebut Rawan Tindakan Doxing

Memiliki konsekuensi pidana, lho!
placeholder

Foto: instagram.com/rachelvennya

placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Amelia Puteri

Media sosial Instagram baru-baru ini dihebohkan oleh berita dari salah satu selebgram ternama, Rachel Vennya. Melalui unggahannya, Rachel disebutkan akan memberikan voucher GoFood 15 juta Rupiah untuk mencari biodata penghinanya di instagram.

Sayembara ini bermula dari seorang warganet bernama Fathin yang memberikan komentar kasar melalui DM Rachel.

"Capturin org iseng trs isengin balik ah, biar tau enaknya diisengin gimana," ujar Rachel Vennya dalam Instagram Story-nya pada Minggu (30/5/2021).

Rachel kemudian juga mengunggah foto profil akun pelaku yang telah menghinanya.

"Bayar orang lacak ip address? Mager ah org masih pake akun asli, tinggal bikin sayembara, yang kenal Fathin kalo tau biodata lengkap nama alamat dll aku kasih 15 juta buat gofood sekampung yang paling lengkap yang menang ampe hobby si fathin juga boleh, email ke rachelvennya23@gmail.com," kata Rachel Vennya.

Nilai tawaran sayembara yang besar membuat berita ini viral di berbagai media sosial. Bahkan pencarian nama "Fathin" sempat menempati trending topic di Twitter.

Baca Juga: Rachel Vennya 'Bongkar' Kondisi Pernikahannya, Akui Cerai dengan Niko Secara Agama Sejak Agustus

Menuai Pro dan Kontra Publik

rachel-vennya_.png

Foto: instagram.com/rachelvennya

Tidak hanya nama Fathin yang menjadi trending topic, tetapi juga penyelenggaraan sayembara tersebut menjadi pembicaraan yang tak kunjung usai setelah diunggah oleh Rachel.

Banyak warganet yang mendukung apa yang dilakukan oleh Rachel Vennya dalam mengatasi komentar jahat ini. Namun, menyebarkan data diri ke publik lewat Instagram Story-nya itu dianggap melanggar hukum.

"Ga tau kenapa gue suka sama tindakan rachel, semoga kali ini beneran dicari. Heran aja gue sama tangan netijen ngomong enak banget pas dikasusin dalih khilaf preeet," cuit salah satu warganet.

"Rachel nyebarin data pribadi pelaku yg dia dapat dari orang-orang itu ke snapgram dan bikin orang-orang jadi mengganggu & nyerang privacy pelaku, ya mungkin bisa aja kena pasal ya.. Tapi, kalo disimpen buat Rachel sendiri ya gak akan kena sih menurutku. cmiiw," imbuh warganet lain. 

Terlepas dari pro dan kontranya, perlu diperhatikan bahwa tindakan ini bisa berujung pada doxing yang memiliki konsekuensi pidana.

Lalu, mengapa tindakan ini disebut termasuk doxing? Yuk Moms simak informasi berikut!

Baca Juga: Tak Lagi Bersama, Ini Pelajaran yang Bisa Dipetik dari Perceraian Rachel Vennya dan Niko Al-Hakim

Mengenal Apa Itu Doxing

smartphone

Foto: freepik.com

Setiap orang yang menyebarkan data Fathin dan mengikuti sayembara milik Rachel Vennya, dapat berujung pada kegiatan doxing. Karena jelas terlihat bahwa hal ini bertujuan untuk " memburu" data pribadi seseorang.

Melansir Detik.com, Kadiv Kebebasan Berekspresi SAFEnet Nenden Sekar Arum mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Rachel Vennya dengan menyebarkan data diri orang lain ke publik masuk ke dalam tindakan doxing dan melanggar hukum.

Ketentuan mengenai doxing di Indonesia salah satunya diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE) nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008.

Tentu saja penyebaran informasi seseorang tak termasuk pelanggaran jika telah mendapat persetujuan orang yang bersangkutan.

Jika mengutip dari Clario, maka doxing atau doxxing adalah ancaman online terhadap privasi pengguna. Kata tersebut berasal dari versi 'dokumen' yang telah diubah, yaitu "dox."

Namun, untuk definisi yang lebih luas, ini berarti mencari, mengumpulkan, dan membagikan informasi pribadi secara publik yang dapat mengungkapkan identitas korban (apakah itu individu atau organisasi) tanpa persetujuan mereka.

Baca Juga: Resmi Akui Berpisah dengan Niko Al-Hakim, Ini 7 Potret Rachel Vennya yang Tampak Lebih Pede!

Lakukan Hal Ini Agar Mencegah Terkena Doxing

4 Alasan untuk Tak Perlu Tahu Isi Handphone Pasangan 4.jpg

Foto: Orami Phot Stock

Di dunia digital memang tidak ada batasan untuk Moms berekspresi dan mengungkapkan hal apapun baik secara jelas atau anonim. Namun, tidak ada salahnya untuk menjaga data diri agar terhindari dari tindakan doxing.

Dikutip dari North Carolina Department of Technology (NCDIT), Moms bisa lakukan hal ini agar terhindar dari serangan doxing:

1. Selalu Pantau Media Sosial

Walau menjadi salah satu hal yang paling sering dikunjungi, Moms juga tetap harus memperhatikan keamanan akun yang sering diakses. Ada beberapa cara untuk memastikan akun media sosial aman, yaitu dengan:

  • Pastikan pengaturan privasi pada akun sosial media memiliki keamanan yang sangat kuat. Moms bisa mengganti password secara berkala.
  • Hapus atau non-aktifkan akun-akun media sosial yang sudah tidak lagi digunakan.
  • Perhatikan akun yang berada di kolom followers. Jika ada yang tidak dikenal atau mencurigakan, lebih baik untuk di-unfollow.
  • Hindari penggunaan informasi pribadi pada unggahan-unggahan di akun media sosial, seperti alamat rumah, nomor telepon, hobi, keluarga, dan lain-lain.
  • Minimalisir foto-foto yang men-tag akun media sosial. Dengan begitu, kemungkinan pelaku doxing berhasil menemukan data Moms akan lebih kecil.

2. Cek Koneksi Internet

Moms, jangan lupa untuk melakukan pencarian internet tentang diri dan keluarga. Coba dengan mencari PII dan foto. Kemudian, hubungi webmaster situs web tersebut untuk menghapus informasi apa pun yang Moms tidak inginkan berada di internet.

Selain itu, jangan menyimpan file yang tidak terenkripsi dan berisi nomor jaminan sosial atau PII sensitif. Contohnya melalui Google Drive, Dropbox, e-mail, dan lainnya.

Baca Juga: Meski Dikritik Karena Lepas Hijab, Simak 5 Penampilan Rachel Vennya yang Menawan!

3. Perhatikan Penggunaan Kata Sandi

Agar lebih mudah diingat, biasanya seseorang akan menggunakan kata sandi yang sama untuk setiap media sosialnya. Jika Moms melakukan hal serupa, ada baiknya untuk segera mengubah kata sandi tersebut.

Ini dapat berujung peretasan total dari data-data yang Moms miliki, jika ada salah satu kata sandi yang bocor. Pastikan untuk menggunakan kata sandi berbeda pada setiap akun yang Moms miliki.

Moms juga bisa menggunakan otentikasi multi-faktor jika memungkinkan. Dengan demikian, peretas akan lebih susah untuk membobol data-data tersebut.

Nah itu dia Moms informasi seputar sayembara Rachel Vennya yang menggemparkan warganet, serta tindakan yang dapat berujung dengan doxing.

Pastikan untuk selalu berhati-hati saat menggunakan media sosial ya!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait