Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Mar 8, 2018

Seberapa Sering Harus Mengganti Seprai dan Sarung Bantal?

Bagikan


Moms, masih ingat kapan terakhir kali mengganti seprai dan sarung bantal di kamar sendiri atau di kamar anak?

Apakah frekuensi mengganti seprai bisa sampai sebulan sekali? Atau bahkan seminggu dua kali?

Umumnya kita menghabiskan 7 hingga 8 jam waktu di tempat tidur yang berarti sepertiga dari kehidupan kita ada di tempat tidur namun tempat ini bisa jadi sarang bakteri dan jamur jika kita tidak membersihkannya di waktu yang tepat.

Namun kembali lagi, hal ini tergantung mood, jika Moms lebih suka tidur dengan seprai dan sarung bantal yang fresh, mencuci sarung bantal dan seprai dalam jangka waktu yang sering tidak masalah.

Begitupun kalau Moms merasa mengganti seprai dan sarung bantal seperti pekerjaan rumah yang memakan waktu, menggantinya setiap sebulan dua kali juga dibenarkan.

Baca Juga : 3 Cara Mudah Mencuci Bantal Guling di Rumah Untuk Mengusir Debu dan Tungau

Idealnya seprai dan sarung bantal diganti satu minggu atau dua minggu sekali karena jika ditunda, bakteri, jamur, kulit mati hingga kuman dari pakaian bisa jadi membuat Moms dan keluarga sakit.

Namun sebenarnya jika seprai meninggalkan noda, anggota keluarga sakit, tidur tanpa memakai pakaian, atau jika mama tidur tanpa mandi terlebih dahulu setelah berolahraga, Moms perlu mengganti seprai dan sarung bantal dalam frekuensi yang sering.

Rekomendasi mengganti seprai dan sarung bantal dalam kurun waktu satu hingga dua minggu sekali juga diperkuat oleh penelitian di Jurnal of Allergy and Clinical Immunology yang menguji masing-masing rumah di Amerika dan menemukan paling tidak ada 90 persen dari mereka yang memiliki jenis kuman di tempat tidur yang bisa dideteksi.

Jika kuman ini berkembang, Moms akan seringkali bersin di tempat tidur. Masalah lain adalah mikroba dari kulit mati dan keringat bisa berkembang di tempat tidur kita. Manusia secara alami menghasilkan 26 galon keringat di seprai dan sarung bantal setiap tahunnya.

Di kondisi cuaca tropis seperti Indonesia, jamur akan cepat berkembang dan sarung bantal sendiri bisa menghasilkan 16 jenis jamur.

Selain jamur dan kuman, saat tidur mikroba asing juga ikut berkerumun seperti bulu binatang, pasir, sisa makanan, kotoran badan hingga sisa-sisa pencucian seprai dan sarung bantal.

Maka dari itu, rajin-rajinlah mencuci seprai dan sarung bantal mulai dari sekarang ya, Moms.

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.