Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Oct 12, 2018

Sedentary Lifestyle, Gaya Hidup Malas yang Berbahaya untuk Kesehatan

Bagikan


Pernahkah Moms mendengar istilah sedentary lifestyle? Gaya hidup yang satu ini mungkin namanya tak familiar tapi banyak sekali yang ternyata tanpa sadar melakukannya.

Sedentary lifestyle merupakan gaya hidup yang tidak aktif atau tak banyak bergerak dan terlalu banyak dihabiskan dengan duduk atau berdiam diri saja.

Tanpa sadar pasti banyak di antara kita yang menjalani gaya hidup malas-malasan seperti ini, baik di rumah maupun di kantor. Kita lebih memilih untuk duduk diam tidak bergerak karena alasan malas. Mari kita pahami lebih lanjut mengenai sedentary lifestyle serta apa bahayanya!

Sedentary Lifestyle dan Bahaya yang Mengancam

Gaya hidup yang tidak banyak bergerak adalah jenis gaya hidup dengan sedikit atau tanpa aktivitas fisik. Seseorang yang menghabiskan sepanjang harinya hanya untuk duduk atau berbaring sambil melakukan kegiatan seperti membaca, hanya menonton televisi, atau berkutat dengan komputer hampir sepanjang hari berpotensi untuk menderita penyakit yang parah hingga kematian.

“Tiga penyakit mematikan yang belakangan meningkat dan disebabkan oleh sedentary lifestyle adalah jantung, stroke, dan diabetes,” ujar Julia Nurdin, Chief Marketing Officer GOFIT.

Tak hanya itu, terdapat banyak sekali efek negatif lainnya dari pola hidup tidak aktif ini seperti salah satunya adalah tekanan perasaan dan depresi.

Penelitian menemukan bahwa seseorang yang duduk selama lebih dari 6 jam sehari di tempat kerja 90 persen lebih mungkin untuk merasakan tekanan psikologis yang seperti merasa gugup, gelisah, putus asa, atau bahkan lelah.

Terlebih lagi, jenis perilaku menetap lainnya seperti menonton televisi atau bermain game elektronik dapat meningkatkan risiko kegelisahan karena ketika tubuh tak bergerak maka tak mampu menghasilkan hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati.

Baca Juga: Sedang Malas? 6 Wangi Aromaterapi Ini Bisa Tingkatkan Semangat Kerja!

Mengatasi Sedentary Lifestyle

Lalu bagaimanakah mengatasi sedentary lifestyle khususnya bagi mereka yang bekerja kantoran? Mudah saja kok Moms, bagi mereka yang bekerja dan banyak menghabiskan waktu untuk duduk di depan laptop seharian buatlah jadwal rutin untuk melakukan peregangan.

Setiap 30 menit, cobalah untuk sekadar berdiri, melakukan peregangan otot atau sekadar berjalan ke toilet. Hal ini sangat penting untuk menghindari otot yang menjadi kaku. Ketika otot menjadi kaku maka kemudian kemampuan kita untuk bergerak menjadi terbatas.

Moms mungkin sering merasa tubuh tak kuat untuk melakukan sebuah aktivitas yang cukup berat, kemudian mengambil kesimpulan bahwa hal tersebut lantaran usia yang bertambah.

Bukan itu jawabannya Moms, rupanya tubuh yang tak mampu melakukan aktivitas fisik berat dikarenakan otot yang kaku dan tak terbiasa melakukannya.

Baca Juga: 3 Cara Mudah Olahraga Ringan di Kantor

Tak hanya bagi orang dewasa saja, pola hidup tak aktif ini sebenarnya juga berbahaya bagi anak-anak. Mereka yang belum banyak memiliki aktivitas mungkin akan memilih untuk menghabiskan waktu membaca buku atau bermain gadget.

Mulailah biasakan untuk mengajak anak rutin bergerak bersama Moms. Temukan cara kreatif seperti bermain yang melibatkan fisik. Dengan cara ini tak hanya mereka saja yang terlatih untuk bergerak, Moms juga akan merasakan manfaatnya.

Nah kini Moms sudah semakin tahu bukan bahwa sedentary lifestyle memiliki risiko penyakit yang sangat berbahaya. Sudah siapkah untuk memperbanyak gerak tubuh mulai sekarang?

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.