Tren

20 April 2021

Ini Teladan dan Sejarah Raden Ajeng Kartini, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Penting dan menarik untuk edukasi anak.
placeholder

Foto: Freepik.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Tak terasa kita kembali merayakan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Tentu ini adalah hari dalam mengenang sosok pahlawan pembela perempuan. Namun tahukah fakta dan sejarah Raden Ajeng Kartini yang sebenarnya?

Kartini merupakan salah satu sosok penting dalam emansipasi perempuan di Indonesia.

Itulah mengapa setiap tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa-jasanya dalam memperjuangkan kesetaraan gender.

Nah, sebagai edukasi anak, mari simak fakta menarik dari sejarah Raden Ajeng Kartini berikut ini.

Sejarah Raden Ajeng Kartini untuk Edukasi Anak

pahlawan kartini

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya, setiap tanggal 21 April anak-anak menghadiri acara adat di sekolah sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap sejarah Raden Ajeng Kartini.

Namun, di saat pandemi seperti ini, kegiatan dan pembelajaran sekolah dilakukan di rumah. Sehingga perayaan hari Kartini dilakukan secara daring atau online.

Bukan sekedar merayakan, hari Kartini dikenal sebagai bentuk mengenal sejarah Raden Ajeng Kartini mengenai pahlawan yang membela kaum perempuan di Indonesia.

Nah, bagi Moms di rumah, ada baiknya untuk mengenalkan sejarah Raden Ajeng Kartini sebagai edukasi anak masa kini. Berikut beberapa poin dan fakta penting terkait hari Kartini.

1. Sejarah Keluarga Kartini

Sosok pahlawan perempuan ini bernama lengkap Raden Ajeng Kartini, perempuan asal Jepara, Jawa Timur yang lahir pada 21 April 1879.

Kartini lahir dari keluarga bangsawan. Ibunya, M.A Ngasirah, adalah putri seorang ulama. Ayahnya, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, adalah seorang bangsawan Jawa yang bekerja untuk pemerintah kolonial Belanda.

Karenanya, sejarah Raden Ajeng Kartini ini memberikan kesempatan untuk ia bersekolah di sekolah Belanda, pada usia 6 tahun.

Pada usia 24 tahun, ia menikah dengan seorang pria yang berusia dua kali lipat dari usianya yang telah memiliki tiga istri.

Kartini menulis surat kepada teman-temannya di Belanda memprotes perlakuan terhadap perempuan di Jawa, praktek poligami, dan penindasan Belanda terhadap penduduk asli pulau Jawa.

Puluhan tahun kemudian, konstitusi negara Indonesia menjanjikan kesetaraan gender bagi seluruh warganya, dan hari Kartini terus dirayakan pada 21 April untuk memperingati sejarah Raden Ajeng Kartini terhadap hak-hak perempuan.

2. Awal Mula Keseteraan Gender

edukasi-sejarah-radeng-ajeng-kartini.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sejarah Raden Ajeng Kartini yang tak kalah menarik bagi edukasi anak adalah awal mula Kartini tertarik untuk memperjuangkan hak-hak perempuan.

Sosok Kartini juga digambarkan sebagai seorang perempuan yang memiliki kegemaran dalam belajar. Meski pernah didiskriminasi saat sekolah, Kartini tetap rajin membaca buku dan mempelajari bahasa.

Kartini mahir berbahasa Belanda dan memiliki tata bahasa yang sangat bagus, membuat banyak orang terkagum dengan isi tulisannya.

Kartini hanya boleh menempuh pendidikan sampai sekolah dasar, setelah itu ia dipingit di rumah. Sehingga, ia kehilangan masa kecilnya dan menghabiskan waktu di rumah.

Berjuang untuk beradaptasi di rumah saja, Kartini menulis surat dalam memprotes ketidaksetaraan gender dalam tradisi Jawa seperti kawin paksa di usia muda, yang menghalangi kebebasan perempuan untuk melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Cari Tahu Rekomendasi Mainan Edukasi Anak 5 Tahun dan Manfaatnya!

3. Mendirikan Kerajinan Kayu dan Sekolah

Tahukah Moms, Kartini pernah mendirikan sebuah kerajinan ukir kayu untuk para pemuda di Rembang. Sehingga, kriya ukir dan kayu telah lama menjadi salah satu penghasilan perekonomian di Kabupaten Jepara dan Rembang.

Tak sampai di situ, sejarah Raden Ajeng Kartini lainnya yakni di usia yang sangat muda, ia mendirikan sebuah sekolah untuk para perempuan dalam menempuh pendidikan.

Bermaksud menyebarkan pesan tersiratnya, dengan persetujuan suaminya, Kartini segera merencanakan untuk memulai sekolahnya sendiri untuk gadis-gadis Jawa.

Sekolah dari seajarah Raden Ajeng Kartini ini didirikan untuk mengingat perjuangan Kartini dalam membela kaum perempuan pribumi mewujudkan cita-cita dan kesetaraan terhadap emansipasi perempuan.

Bagi Kartini, pendidikan ideal bagi perempuan muda dalam mendorong pemberdayaan dan pencerahan hidup.

4. Surat Peninggalan Kartini

Surat dan Sejarah Raden Ajeng Kartini.jpg

Foto: ERA.id

Pernikahan Kartini tak berjalan lama, sebab pada 17 September 1904, Kartini meninggal dunia.

Sejarah Raden Ajeng Kartini yang berikutnya adalah peninggalan surat yang ditulisnya untuk teman-temannya di Negeri Belanda, berisi pemikiran-pemikirannya tentang pendidikan wanita.

Surat-surat itu kemudian dikumpulkan oleh Mr. J. H. Abendanon dan diterbitkan pada tahun 1911 dengan judul buku Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Salah satu isi suratnya kepada Nyonya Abendanon, 27 Oktober 1902 dan 4 September 1901:

Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya.

Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut sebagai peradaban?”

“Pergilah, laksanakan cita-citamu. Bekerjalah untuk hari depan. Bekerjalah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang yang tertindas. Dibawah hukum yang tidak adil dan paham-paham palsu tentang mana yang baik dan mana yang jahat.

Pergi! Pergilah! Berjuang dan menderitalah, tetapi bekerja untuk kepentingan yang abadi”.

Baca Juga: Pahala Berlipat Datang Saat Mengerjakan Amalan Hari Jumat Ini

Isi surat-surat ini menarik untuk disampaikan Si Kecil sebagai edukasi anak ya, Moms.

5. Meninggal Usia Muda

Sejarah Raden Ajeng Kartini terkait kematiannya, ia meninggal pada tanggal 17 September 1904, dalam usia 25 tahun. Kartini meninggal di Kabupaten Rembang, Jawa, karena komplikasi melahirkan anak pertamanya.

Tujuh tahun setelah kematiannya, salah satu korespondennya, Jacques H. Abendanon, menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini yang berjudul "Dari Kegelapan ke Terang: Pikiran Tentang dan Atas Nama Rakyat Jawa".

Di Indonesia hingga saat ini, Hari Kartini masih diperingati setiap tahun pada hari kelahiran Kartini, yakni 21 April.

6. Hari Kartini

Sejarah dan Fakta Raden Ajeng Kartini.jpg

Foto: Freepik.com

Setiap tanggal 21 April, ditetapkan sebagai hari lahir Kartini, dan tadinya merupakan hari libur nasional.

Biasanya, pada perayaan sejarah Raden Ajeng Kartini ini, para perempuan dan anak-anak mengenakan pakaian tradisional untuk melambangkan persatuan mereka.

Perayaan hari Kartini diramaikan dengan berpartisipasi dalam kontes kostum, memasak, dan kompetisi merangkai bunga.

Tak jarang, biasanya juga diikuti lomba membaca puisi.

7. Museum Kartini

Pernahkah Moms mengunjungi museum Kartini? Lokasi sejarah Raden Ajeng Kartini ini tepatnya di Desa Panggang, Kecamatan Jepara.

Telah didirikan pada 30 Maret 1975, di masa pemerintahan Soewarno Djojomardowo. 

Museum ini selain menyajikan benda-benda peninggalan Kartini, juga menyajikan benda-benda warisan budaya yang terdapat di Jepara.

Menariknya lagi, nama Kartini dipakai oleh pemerintah Belanda sebagai nama jalan di beberapa kota di Belanda.

Ia dikenal sebagai pejuang hak perempuan dan namanya berada di kota di Utrecht, Venlo, Amsterdam, dan Haarlem.

Sikap Teladan Kartini bagi Edukasi Anak

Dari belajar mengenal sejarah Raden Ajeng Kartini, sifat-sifat dan sikap teladan sosok pahlawan ini bisa menjadi contoh buah hati, lho.

Sikap dan sifat yang bisa diikuti bagi edukasi anak, antara lain:

1. Mandiri

Anak-Mandiri-dengan-Pekerjaan-Rumah-Tangga,-Ini-Caranya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Sosok kartini yang pertama adalah seorang yang tidak pernah gentar menghadapi hal-hal yang menghalangi dirinya untuk maju. Begitu juga dengan berani dan mandiri dalam menghadapi apapun.

Sejak kecil, sejarah Raden Ajeng Kartini sudah dikenal sebagai anak yang mandiri. Ia mengajarkan para wanita Indonesia untuk berani dalam melawan yang tak sesuai dengan kemauan dan mampu melakukannya sendiri.

2. Sederhana dan Tidak Sombong

Ini menjadi sifat yang perlu dicontoh bagi edukasi anak.

Meskipun lahir dari kalangan bangsawan, sosok Kartini merupakan perempuan yang sederhana, tidak sombong, dan tidak mau menggunakan status dan derajatnya untuk menindas kaum di bawahnya.

Bahkan, ia sangat mudah berteman dan berbaur dengan berbagai kalangan.

Ia juga mendirikan kerajinan kayu untuk salah satu sumber penghasilan di daerah Jawa.

3. Berwawasan Luas

5 Aktivitas Untuk Mengasah Kecerdasan Verbal Linguistik Anak 5.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Seperti kita tahu, Kartini tidak pernah berhenti belajar dan merasa bahwa pendidikan sangatlah penting bagi hidup.

Meskipun ia tidak dapat melanjutkan pendidikan formal, ia tetap rajin belajar secara mandiri melalui buku, lembaran tulisan, serta koran bekas yang ia baca setiap harinya.

Tidak heran jika ia berhasil mendirikan sekolah perempuan pertama di Jawa dan menjadi sosok guru untuk mengajarkan berbagai keterampilan wanita seperti membaca, menulis, menjahit, memasak, dan berbagai keterampilan lainnya.

Ia juga suka belajar bahasa asing. Salah satunya bahasa Belanda yang cukup ia tekuni sejak ia kecil.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Mainan Edukasi Anak 1 Tahun

Sekarang jadi lebih paham tentang sejarah Raden Ajeng Kartini ya Moms pastinya. Semoga ini bermanfaat untuk edukasi anak. Selamat Hari Kartini, Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait