Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Sex & Relationship | Nov 11, 2018

Seks Bukan Cara Tepat untuk Menyelesaikan Konflik dengan Pasangan

Bagikan


Hubungan rumah tangga dari setiap pasangan tentu tak luput dari persoalan dan konflik. Persoalan tersebut memang bisa datang dari mana saja, mulai dari sulitnya beradaptasi dengan sifat satu sama lain hingga hadirnya permasalahan dari pihak luar.

Tak jarang kemudian hal ini akhirnya memicu pertengkaran, dimana tak banyak pasangan yang pandai menyelesaikannya secara sehat.

Menyelesaikan masalah memang bukan hanya tentang mencari solusi sesaat, tetapi juga menyelesaikannya secara sehat agar tak kemudian terulang lagi.

Saat tengah berdebat, tak jarang akhirnya pasangan menyelesaikan persoalan dengan melakukan hubungan seksual.

Seks dalam Menyelesaikan Masalah dengan Pasangan

Hal ini memang terbukti ampuh, lantaran saat melakukan hubungan seksual di tengah pertengkaran, pikiran keduanya akan teralihkan sepenuhnya.

Segala emosi juga akan berubah menjadi hawa nafsu yang dapat dilepaskan saat mencapai orgasme.

Dalam urusan seksual, hal ini boleh dibilang adalah cara yang ideal karena kepuasan yang dirasakan saat orgasme menjadi berkali lipat karena adanya amarah atau bentuk emosi lainnya.

Selain itu, seusai seks setiap pasangan juga umumnya menjadi lebih lega karena sudah mengeluarkan segala emosi yang ada di dalam otaknya, seiring dengan keluarnya cairan orgasme.

Baca Juga: Ssst, Bisa Dicoba Nih! 6 Langkah Mencapai Multiple Orgasme

Seks Bukan Cara yang Tepat untuk Menyelesaikan Konflik

Meski terlihat efektif, namun rupanya hal ini bukanlah pilihan tepat dalam menyelesaikan masalah.

Saat sedang berlangsung perdebatan dengan pasangan yang dipotong dengan aktivitas seksual, secara tak langsung akan membuat percakapan terhenti dan masalah pun tak terselesaikan sepenuhnya.

Segala yang diselesaikan hanyalah urusan emosi, sedangkan masing-masing belum bisa menemukan titik kesalahan masing-masing.

Dengan demikan, seusai melakukan hubungan seksual tanpa disadari masalah sebenarnya masih ada. Konflik pasti akan kembali terjadi dan belum ada penyelesaian yang dapat dilakukan.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang tak hanya berlandaskan nafsu seksual semata, tetapi juga bagaimana membangun hubungan psikologi yang baik untuk kesehatan mental masing-masing.

Hubungan seksual memang penting untuk menunjang kebutuhan jasmani dan membangun keharmonisan, hanya saja semua harus dilakukan untuk waktu dan alasan yang tepat.

Moms dan pasangan boleh saja untuk melakukan hubungan seksual saat berada dalam konflik, hanya saja sebaiknya dilakukan setelah semua permasalahan dikomunikasikan dengan baik bersama pasangan Moms.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.