Kesehatan

7 September 2021

Bantu Jaga Sistem Kekebalan Tubuh, Cari Tahu Fungsi Sel Darah Putih Berikut Ini!

Berikut kadar sel darah putih yang normal, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms pasti sudah tahu bahwa tubuh kita terdiri dari sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Sama seperti sel darah merah, sel darah putih juga memiliki peran yang penting bagi tubuh.

Namun, apakah Moms sudah tahu apa yang dimaksud dengan sel darah putih dan bagaimana cara mereka berfungsi? Jika belum, simak penjelasannya berikut ini, yuk.

Menurut National Cancer Institute (NIH), sel darah putih merupakan jenis sel darah yang dibuat di sumsum tulang dan ditemukan dalam darah dan jaringan getah bening.

Sel darah putih adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh. Mereka membantu tubuh melawan infeksi dan penyakit lainnya.

Baca Juga: 13+ Makanan Penurun Darah Tinggi yang Lezat, Ada Greek Yogurt dan Pisang!

Fungsi Sel Darah Putih

sel darah putih.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, sel darah putih atau leukosit hanya menyumbang sekitar 1% dari darah, tetapi dampaknya sangat besar bagi tubuh.

Pasalnya, leukosit berperan penting dalam sistem kekebalan yang dapat melindungi tubuh dari berbagai serangan penyakit.

Leukosit ini mengalir melalui aliran darah untuk melawan virus, bakteri, dan penyerbu asing lainnya yang mengancam kesehatan Moms.

Ketika tubuh Moms dalam kesulitan dan area tertentu diserang, maka sel darah putih akan bergegas masuk untuk membantu menghancurkan zat berbahaya tersebut sehingga mencegah penyakit.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, leukosit dibuat di sumsum tulang dan disimpan dalam darah serta jaringan getah bening Moms.

Namun, karena beberapa sel darah putih yang disebut neutrofil berumur pendek kurang dari satu hari, maka sumsum tulang dalam tubuh Moms akan selalu memproduksinya.

Baca Juga: Kenali 4 Fungsi Eosinofil, Bagian Sel Darah Putih untuk Mengatasi Infeksi Parasit

Jenis Sel Darah Putih

jenis dan fungsi sel darah putih.jpg

Foto: pulpbits.net

Sel darah putih ini terdiri dari berbagai jenis dan masing-masing memiliki fungsi tersendiri bagi tubuh. Berikut penjelasannya.

1. Neutrofil

Neutrofil merupakan setengah bagian dari populasi sel darah putih. Mereka biasanya merupakan sel pertama dari sistem kekebalan yang merespons penyerang seperti bakteri atau virus.

Sebagai responden pertama, neutrofil juga mengirimkan sinyal yang memperingatkan sel-sel lain dalam sistem kekebalan untuk merespons serangan bakteri atau virus tersebut.

Menurut studi yang dipublikasikan dalam jurnal Annual Reviews, neutrofil adalah sel utama yang ditemukan dalam nanah. Setelah dilepaskan dari sumsum tulang, sel-sel ini hidup hanya sekitar 8 jam. Tubuh Moms akan menghasilkan sekitar 100 miliar sel ini setiap hari.

2. Eosinofil

Eosinofil juga merupakan jenis sel darah putih yang berperan dalam melawan bakteri. Selain itu, eosinofil sangat penting dalam menanggapi infeksi parasit, seperti cacing dan sel kanker.

Eosinofil juga bisa merespons gejala alergi. Namun, eosinofil dapat meningkatkan respons imun secara berlebihan terhadap sesuatu yang tidak berbahaya.

Misalnya, eosinofil bisa saja salah mengira serbuk sari sebagai penyerbu asing.

Eosinofil ini menyumbang tidak lebih dari 5% dari sel darah putih dalam aliran darah. Namun, ada konsentrasi eosinofil yang tinggi di saluran pencernaan.

Baca Juga: Kenali 4 Fungsi Eosinofil, Bagian Sel Darah Putih untuk Mengatasi Infeksi Parasit

3. Basofil

Basofil hanya menyumbang sekitar 1% dari sel darah putih. Mereka penting dalam meningkatkan respon imun non-spesifik terhadap patogen.

Sel-sel kecil ini akan membunyikan alarm ketika agen infeksi menyerang darah Moms. Mereka pun akan mengeluarkan bahan kimia seperti histamin sebagai penanda penyakit alergi yang membantu mengendalikan respon imun tubuh.

4. Limfosit (B dan T)

Limfosit merupakan bagian dari sel darah putih yang memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh. Mereka datang dalam dua bentuk, yakni sel B dan sel T.

Tidak seperti sel darah putih lain yang memberikan kekebalan non-spesifik, sel B dan T memiliki tujuan tertentu. Sel T bertanggung jawab untuk membunuh banyak penyerbu asing secara langsung.

Sementara limfosit B (sel B) bertanggung jawab untuk imunitas humoral yang menghasilkan antibodi untuk "mengingat" infeksi. Mereka pun akan bersiap jika tubuh terkena patogen yang pernah menginfeksi tubuh sebelumnya.

Limfosit B memainkan peran utama dalam kemanjuran banyak vaksin yang telah tersedia saat ini. Misalnya dalam beberapa kasus, seperti vaksin tuberkulosis dan pertusis, limfosit T adalah pemain utama.

Baca Juga: Mengenal Limfosit dan Fungsinya Bagi Sistem Kekebalan Tubuh

5. Monosit

Sekitar 5% hingga 12% sel darah putih dalam aliran darah Moms adalah monosit. Fungsi terpenting monosit adalah bermigrasi ke jaringan untuk membersihkan sel-sel mati di antara fungsi lainnya sebagai pemecah bakteri.

Monosit ini memiliki umur yang lebih panjang daripada kebanyakan sel darah putih lainnya.

Menurut penelitian dalam AKJournals, monosit tidak hanya mempertahankan tubuh dari patogen mikroba yang mengganggu, tetapi juga berkontribusi pada patogenesis dan perkembangan penyakit seperti fibrosis hati, aterosklerosis, multiple sclerosis, dan metastasis tumor.

Selain itu, monosit dan makrofag turunan monosit memainkan peran penting yang bermanfaat dalam regresi fibrosis hati, regenerasi otot, dan pembersihan plak -amiloid pada penyakit Alzheimer.

Kadar Leukosit Normal

leukosit normal

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui jenis-jenis leukosit dan fungsinya, Moms juga perlu tahu berapakah kadar sel darah putih yang normal.

Menurut University of Rochester Medical Center (UMRC), ini adalah kisaran normal sel darah putih per mikroliter darah (mcL):

  • Bayi baru lahir 9.000-30.000 per mikroliter (mcL) darah.
  • Anak-anak di bawah 2 tahun 6.200-17.000 per mikroliter (mcL) darah.
  • Anak-anak di atas 2 dan orang dewasa 5.000-10.000 per mikroliter (mcL) darah.

Jenis sel yang membentuk sel darah putih biasanya berada dalam persentase normal dari jumlah sel darah putih secara keseluruhan.

Berikut persentase jenis sel darah putih yang normal dalam jumlah keseluruhan menurut Leukemia & Lymphoma Society (LLS):

  • Neutrofil: 55-73%
  • Limfosit: 20-40%
  • Eosinofil: 1-4%
  • Monosit: 2-8%
  • Basofil: 0,5-1%

Jumlah sel darah putih yang lebih tinggi atau lebih rendah dari biasanya dapat menjadi tanda dari kondisi yang mendasarinya. Oleh karena itu, Moms perlu waspada.

Baca Juga: Seringkali Dianggap Sama, Ini Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

Kadar Leukosit Rendah

sel darah putih rendah

Foto: Orami Photo Stock

Jumlah sel darah putih yang rendah dari batas normal biasanya disebabkan oleh:

  • Infeksi virus yang untuk sementara mengganggu kerja sumsum tulang
  • Gangguan tertentu saat lahir (bawaan) yang melibatkan fungsi sumsum tulang berkurang
  • Kanker atau penyakit lain yang merusak sumsum tulang
  • Gangguan autoimun yang menghancurkan sel darah putih atau sel sumsum tulang
  • Infeksi parah yang menghabiskan sel darah putih lebih cepat daripada yang dapat diproduksi
  • Obat-obatan, seperti antibiotik, yang menghancurkan sel darah putih
  • Sarkoidosis (kumpulan sel-sel inflamasi dalam tubuh)

Sedangkan untuk penyebab spesifik dari jumlah sel darah putih yang rendah, antara lain:

  • Anemia aplastik
  • Kemoterapi
  • HIV/AIDS
  • Hipersplenisme (kelainan limpa yang menyebabkan kerusakan sel darah)
  • Sindrom Kostmann (kelainan bawaan yang melibatkan produksi neutrofil yang rendah)
  • Leukemia
  • Lupus
  • Malnutrisi dan kekurangan vitamin
  • Sindrom mielodisplastik
  • Myelokathexis (kelainan bawaan yang melibatkan kegagalan neutrofil memasuki aliran darah)
  • Terapi radiasi
  • Artritis reumatoid dan gangguan autoimun lainnya
  • Tuberkulosis (dan penyakit menular lainnya)

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi saat Hamil!

Mengenal Leukositosis

leukosit tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Jika kadar sel darah putih tinggi, maka Moms mungkin menderita leukositosis. Mengutip Mayo Clinic, jumlah sel darah putih yang tinggi biasanya menunjukkan:

  • Peningkatan produksi sel darah putih untuk melawan infeksi
  • Reaksi terhadap obat yang meningkatkan produksi sel darah putih
  • Penyakit sumsum tulang, menyebabkan produksi sel darah putih yang sangat tinggi
  • Gangguan sistem kekebalan yang meningkatkan produksi sel darah putih.

Sementara itu, penyebab spesifik dari jumlah sel darah putih yang tinggi mungkin meliputi:

  • Leukemia limfositik akut
  • Leukemia myelogenous akut (AML)
  • Alergi, terutama reaksi alergi parah
  • Leukemia limfositik kronis
  • Leukemia myelogenous kronis
  • Obat-obatan, seperti kortikosteroid dan epinefrin
  • Infeksi, bakteri atau virus
  • Myelofibrosis (gangguan sumsum tulang)
  • Polisitemia vera
  • Rheumatoid arthritis (penyakit radang sendi)
  • Merokok
  • Stres, seperti stres emosional atau fisik yang parah
  • Tuberkulosis
  • Batuk rejan

Nah, itu dia Moms penjelasan mengenai jenis-jenis leukosit dan fungsinya bagi tubuh. Sudahkah Moms tahu berapa kadar leukosit dalam tubuh? Pastikan kadarnya normal, ya.

Jika kadar leukosit rendah atau bahkan tinggi, sebaiknya segera konsultasikan diri ke dokter.

  • https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/white-blood-cell
  • https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentID=35&ContentTypeID=160
  • https://www.healthline.com/health/wbc-count#types-of-wbcs
  • https://www.verywellhealth.com/understanding-white-blood-cells-and-counts-2249217
  • https://www.annualreviews.org/doi/10.1146/annurev-pathol-020712-164023
  • https://akjournals.com/view/journals/1886/2/2/article-p97.xml
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/low-white-blood-cell-count/basics/causes/sym-20050615
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/high-white-blood-cell-count/basics/causes/sym-20050611
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait