Kesehatan

KESEHATAN
11 Februari 2021

Selain Keputihan Bening, Ketahui Jenis Keputihan yang Tidak Normal dan Apa Artinya

Cari tahu cara membedakannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Keputihan adalah salah satu keadaan yang wajar dialami oleh perempuan ketika sedang berada dalam masa subur. Dalam istilah medis, keputihan dikenal sebagai fluor albus, leucorrhea, atau white discharge.

Meski bisa dibilang situasi yang wajar, keputihan bisa menjadi salah satu keluhan paling banyak yang dilontarkan oleh perempuan dari berbagai belahan dunia.

Seperti yang sudah dibahas di atas, keputihan adalah cairan lender yang keluar dari vagina.

Jika keputihan bening atau normal, lendir yang keluar dari vagina tersebut memiliki fungsi untuk menjaga esehatan alat kelamin perempuan agar terhindar dari berbagai macam infeksi.

Dilansir dari Healthline, keputihan yang normal sendiri memiliki sifat tidak berbau, berwarna putih atau keputihan bening, tebal dan juga lengket.

Perempuan sendiri bisa mengalami keputihan di usia berapapun.

Meski demikian, khusus perempuan yang tengah hamil, dalam masa subur, dan juga menggunakan alat kontrasepsi, biasanya lendir yang dihasilkan akan lebih banyak dari biasanya.

Senada dengan itu, dr. Ni Putu Tesi Maratni pun menjelaskan mengenai keputihan yang dialami oleh wanita.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina yang tidak berupa darah. Hal ini terjadi karena pengaruh hormonal dalam tubuh.

Keluarnya cairan selain darah ini dapat bersifat normal ataupun tidak normal (patologis).

Keputihan yang bersifat normal terjadi saat ovulasi (pada masa subur), menjelang dan setelah menstruasi, adanya rangsangan seksual bahkan dalam kehamilan dapat keluar keputihan.

Dalam keadaan stres, keputihan juga sering terjadi. Pada dasarnya keputihan itu berupa lendir, hanya konsistensinya memang tidak selalu sama.

Semua keputihan normal warnanya putih (bukan putih susu) dan tidak berbau dan tidak menyebabkan gatal.

Baca Juga: Keputihan pada Anak Perempuan, Apakah Berbahaya?

Tidak Semua Keputihan Itu Normal

keputihan bening

Foto: Orami Photo Stock

Meski keputihan adalah hal yang wajar, namun bukan berarti keadaan tersebut normal.

Tak jarang, banyak keadaan yang membuat keputihan bisa mengganggu akivitas karena menimbulkan rasa yang tidak nyaman di area vagina.

Hal tersebutlah yang membuat banyak perempuan khawatir akan keputihan dan berharap bisa mendapatkan obat dari keluhan yang dirasakan.

Jadi, jenis apa saja yang menjadi tanda keputihan bermasalah dan apa yang harus dilakukan jika Moms mengalami hal ini?

Yuk simak penjelasan berikut ini!

Macam-macam Jenis Keputihan yang Tidak Normal

Keputihan yang sudah mengganggu aktivitas memang bisa membuat Moms ingin cepat mendapatkan pengobatan. Eits, tapi jangan terburu-buru untuk membeli obat keputihan, ya!

Moms harus tahu penyebab keputihan bermasalah terlebih dahulu.

Berikut penjelasan lebih dalam mengenai ciri-ciri keputihan tidak normal yang dilansir dari HealthLine!

1. Keputihan Berwarna Kuning dengan Tekstur Menggumpal

keputihan bening

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengalami keputihan dengan karakteristik demikian dan bukan keputihan bening, Moms perlu berhati-hati.

Karena keputihan yang berwarna kuning dan memiliki tekstur menggumpal bisa menandakan adanya penyakit menular seksual.

Penyakit menular seksual yang memiliki ciri tersebut adalah gonore yang pula menimbulkan bau yang tak sedap.

Bukan hanya ditandai dengan bau saja, gonore juga biasanya disertai gejala lain seerti nyeri pinggul, rasa sakit saat buang air kecil serta pendarahaan saat tidak dalam siklus menstruasi.

Baca Juga: Apa Penyebab Keputihan, dan Apakah Bisa Diatasi Dengan Air Rebusan Sirih?

2. Keputihan Berwarna Putih dengan Tekstur Kental

Keputihan berwarna putih dengan tekstur kental ini bisa menjadi tanda infeksi jamur pada vagina. Biasanya tekstur kental yang dimaksud ini adalah tekstur sama yang dimiliki keju.

Gejala dari infeksi jamur pada vagina sendiri tidak hanya keputihan sana, namun tanda lain seperti bengkak dan nyeri di sekitar area vulva, rasa gatal dan nyeri saat berhubungan seksual pun bisa dijadikan pertanda.

Jika mengalami hal ini, jangan lupa untuk memeriksakan diri ke dokter kulit dan kelamin agar bisa segera ditindaklanjuti ya, Moms!

3. Keputihan Berwarna Merah Muda

Jika Moms baru saja melahirkan Si Kecil dan mengalami situasi keputihan yang berwarna merah muda, hal tersebut bisa menjadi ciri peluruhan dinding rahim.

Namun keputihan jenis ini bisa berbahaya jika Moms berada dalam keadaan normal.

Memiliki situasi keputihan berwarna merah mudah saat keadaan normal bisa menjadi tanda adanya luka pada area kelamin.

Sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui keadaan yang lebih lanjut.

4. Keputihan Berwarna Kekuningan atau Abu-abu yang Disertai Busa Serta Bau Busuk

Sama seperti yang dibahas sebelumnya, keputihan dengan jenis ini biasanya menandakan penyakit menular seksual yang bernama trikomoniasis.

Biasanya keputihan ini juga akan memberikan rasa nyeri dan gatal ketika Moms sedang buang air kecil.

5. Keputihan Berwarna Cokelat dan Terdapat Bercak Darah

Ini adalah salah satu situasi keputihan abnormal. Keputihan dengan warna bisa bisa jadi sebagai tanda siklus menstruasi yang tak normal.

Tidak hanya itu, dalam kasus yang jarang terjadi, keputihan berwarna cokelat yang terdapat bercak darah bisa juga menjadi tanda kanker serviks atau endometrium.

Bukan hanya keputihan saja, biasanya kondisi tidak normal seperti ini pun hadir bersamaan dengan gejala lain seperti nyeri di area panggul serta pendarahan lewat vagina.

Baca Juga: Adakah Bahaya Keputihan Saat Hamil Tua? Yuk, Simak Penjelasannya

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

keputihan bening

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms tidak mengalami keputihan bening, atau terjadi keputihan tak normal seperti yang sudah dijelaskan di atas dan disertai berbagai macam gejala lain, segeralah untuk memeriksakan diri ke dokter.

Gejala-gejala yang perlu diwaspadai adalah:

  • Demam
  • Nyeri perut tak tertahankan
  • Berkurangnya berat badan tiba-tiba
  • Sakit kepala
  • Sering buang air kecil

Tes Apa Saja yang Akan Dilakukan Dokter?

Ketika Moms sudah memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter mengenai keputihan, Moms akan melakukan tes fisik yang juga termasuk tes panggul.

Dokter pun akan menanyakan mengenai beberapa hal mengenai gejala, siklus menstruasi, serta aktivitas seksual. Dalam banyak kasus, infeksi hanya bisa dideteksi dari pemeriksaan fisik dan panggul.

Jika Dokter tidak bisa mendapatkan diagnose secepatnya, biasanya Moms akan diminta untuk melakukan beragam tes.

Biasanya dokter akan melakukan pengecekan area serviks untuk mengetahui penyakit keamin seperti HPV atau kanker serviks.

Setelah dokter mengetahui penyebab keputihan yang Moms alami, dia akan memberikan pilihan untuk perawatan area vagina.

Mengenali Keputihan Bening

keputihan bening

Foto: Orami Photo Stock

Keputihan bening adalah cairan vagina yang berwarna bening. Bisa dibilang, ini bukanlah jenis keputihan abnormal melainkan tanda bahwa Moms saat ini berada dalam masa subur.

Cairan masa subur atau keputihan bening ini diproduksi oleh tubuh untuk mempermudah gerakan sperma menuju rahim.

Jadi, keputihan bening ini bisa Moms jadikan pertanda jika ingin memiliki momongan atau ingin menambah anak, Moms bisa melakukan hubungan seksual bersama pasangan pada masa ini karena hasil yang didapatkan bisa jauh lebih maksimal.

Mengenai lendir yang keluar saat masa ovulasi, dr. Ni Putu Tesi Maratni pun memberikan pandangannya.

Ia menjelaskan, salah satu keluarnya cairan yang normal yaitu lendir kesuburan atau lendir/cairan yang keluar dari vagina saat masa subur atau saat ada rangsangan seksual.

Biasanya lendir yang keluar berwarna bening (keputihan bening). Jika disentuh tangan, lendir ini hanya akan terasa berair, basah, dan tidak kental.

Lendir yang memiliki kekentalan yang sempurna apabila tidak terlalu tebal atau terlalu cair. Oleh karenanya, sperma mampu bergerak bebas dan berenang menuju serviks.

Lendir kesuburan yang memiliki kekentalan sempurna akan mirip seperti putih telur ayam mentah, lendir ini juga dapat meregang satu atau dua inchi tanpa putus di tengahnya.

Sedangkan keluarnya cairan dari vagina yang abnormal/patologis yaitu keputihan yang menyebabkan rasa tidak nyaman.

"Jika keputihan sudah berbau, warna tidak jernih, konsistensi sangat kenyal/tebal kadang menyerupai lem dan terasa gatal. Anda harus segera memeriksakan pada dokter bila terjadi hal ini," jelasnya.

Baca Juga: Apa Penyebab Keputihan, dan Apakah Bisa Diatasi Dengan Air Rebusan Sirih?

Keputihan bening sendiri memiliki waktu untuk hadir dalam siklus bulanan. Pada umumnya keputihan bening akan terjadi di hari 13 sampai 14 siklus bulanan yang Moms miliki.

Pada masa ini, tubuh Moms kemungkinan tengah mengalami ovulasi. Biasanya pada hari ke 13 hingga 14 diseut sebagai hari H ovulasi.

Oleh karena itu, para ahli kesehatan pun biasanya menyebut keputihan bening sebagai lendir subur.

Biasanya, keputihan bening akan hadir pada hari ini dengan bercirikan memiliki tekstur dan warna yang mirip dengan putih telur. Jadi, keputihan bening ini bersifat basah, licin dan juga melar.

Keputihan lendir sendiri akan perlahan menghilang di hari ke 15 sampai ke 28 siklus. Pada saat ini biasanya masa subut sudah berlalu.

Jadi jangan heran jika cairan keputihan pun berubah dan perlahan menghilang ya, Moms!

Bagaimana informasi mengenai keputihan abnormal dan keputihan bening yang Orami berikan? Jika ada pertanyaan, jangan lupa tuliskan di kolom komentar ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait