Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Bermain dan Belajar | May 2, 2018

Selain Kurikulum, Pertimbangkan Beberapa Hal Ini Saat Memasukkan Anak ke PAUD

Bagikan


 

Apakah saat ini Moms sedang mencari PAUD untuk Si Kecil? Menurut Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal, Prof. Lydia Freyani Hawadi, memang sebaiknya anak usia 2-6 tahun diikutkan PAUD. Karena di PAUD anak-anak bisa bersosialisasi, mendapatkan pengalaman dan pengajaran di masa terpenting dalam tahap pertumbuhan mereka.

Meski kurikulum pendidikan di Indonesia secara jelas memasukkan jenis karakter anak positif dalam pembelajaran sehari-hari, namun belum tentu semua PAUD mampu menerapkannya dengan baik. 

Oleh karena itu, Moms harus pintar-pintar memilih PAUD yang paling tepat, yang  bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik si Kecil, melainkan juga untuk membentuk karakter anak.

Berikut adalah beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat memilih PAUD  untuk buah hati yang baru akan memulai sekolah pertamanya berdasarkan rekomendasi Maria Lianos, penulis buku “The Truth About Motherhood”:

  1. Kesiapan Anak

Kesiapan adalah hal terpenting sebelum Moms memutuskan PAUD yang tepat, karena akan memengaruhi rasa percaya diri dan mandiri dalam dirinya. Untuk mengetahui kesiapan Si Kecil bersekolah, tak cukup hanya dilihat dari usia buah hati saja, Moms juga harus memerhatikan 5 hal penting di bawah ini:

  • Apakah ia sudah berani ke kamar kecil sendiri? 
  • Apakah ia sudah bisa mengenakan sepatu dan jaket sendiri?
  • Apakah ia sudah mampu berhitung dan membaca alfabet?
  • Apakah ia sudah bisa menghabiskan waktu dengan nyaman tanpa orang tua di dekatnya?
  • Apakah ia bisa berteman dengan anak-anak lain?
  • Profil sekolah

Moms harus mempertimbangkan profil dan kurikulum sekolah dengan beberapa hal terkait kemampuan Si Kecil di atas.  Cek juga lokasi sekolah, fasilitas, transportasi, program unggulan seperti seni, fasilitas, keadaan tempat, keadaan siswa-siswinya, hingga testimoni orangtua yang sudah menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan, reputasi, dan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Utamakan keamanan sekolah dengan mencari riwayat sekolah melalui berita-berita di media online, televisi, maupun media cetak.

  1. Guru

Pilihlah PAUD dengan guru-guru yang berkualitas dan mampu menjadi figur positif untuk pembentukan karakter anak. Caranya adalah dengan meminta pendapat dari orangtua yang sudah menyekolahkan anaknya di sekokah tersebut, berinteraksi langsung dengan kepala sekolah dan guru, atau melihat secara langsung proses pembelajarannya.

Untuk memulai pencarian PAUD, Moms bisa melakukan beberapa langkah berikut ini, untuk mendapatkan sekolah yang sesuai dengan keinginan, yaitu:

  1. Minta pendapat konsultan pendidikan.
  2. Buatlah daftar sekolah yang berkulitas dan bandingkanlah masing-masing profilnya.
  3. Kunjungilah sekolah secara langsung.
  4. Perhatikan seleksi masuk sekolah yang biasanya melalui tes tertentu.
  5. Simpulkan secara tepat dengan memerhatikan beragam aspek penting.

Jadi, apakah Moms sudah siap untuk memilih PAUD untuk Si Kecil? Jangan ragu untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya agar PAUD yang dipilih mampu menjadi rumah kedua yang aman, menyenangkan, dan bermanfaat bagi kehidupan buah hati.

 

(ARK)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.