Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jun 20, 2018

Selalu Merasa Ngantuk Meski Tidur Cukup? Ini 5 Penyebab yang Mungkin Terjadi

Bagikan


Setelah seharian beraktivitas, pasti tubuh jadi lelah dan mengantuk. Mengantuk merupakan sinyal yang berarti otak butuh segera beristirahat dan tertidur.

Tapi apa jadinya kalau sudah cukup istirahat tetapi di siang hari Moms tetap merasa sangat mengantuk? Tentu ini akan menurunkan konsentrasi Moms seharian bukan?

Berikut ada beberapa kemungkinan mengapa Moms terus mengantuk meski tidur cukup.

Anemia

Anemia disebabkan karena kekurangan zat besi dan vitamin, sehingga tubuh kekurangan sel darah merah.

Hal ini bisa berdampak kurangnya oksigen yang masuk ke paru-paru dan jaringan sel menjadi rusak, sehingga menyebabkan Moms lemas, merasa lesu, dan mengantuk.

Kualitas Tidur

Lamanya durasi tidur pada malam hari, tidak menjamin bahwa Moms sudah tidur dengan baik. Kualitas tidur bisa dirasakan sejauh mana Moms bisa benar-benar terlelap tanpa gangguan apapun, seperti sering terbangun di malam hari, atau terganggu karena panggilan telepon di malam hari.

Idealnya durasi tidur orang dewasa adalah 8 jam sehari. Selain durasi, pastikan kalau Moms sudah mematikan handphone sebelum tidur agar tidak terganggu.

Moms juga bisa menyalakan lilin aromaterapi yang menenangkan untuk membantu tidur agar lebih lelap.

Baca Juga: Ini Manfaat dan Cara Agar Bayi Tidur Nyenyak

Circadian Rhythm Disorders

Secara alamiah, tubuh manusia yang beraktivitas di siang hari akan mengalami penurunan energi ketika hari sudah gelap, rasa lelah dan kantuk pun akan muncul dengan sendirinya.

Lain halnya dengan orang yang mengalami Circadian Rhythm Disorders, yakni saat otak tidak mampu menangkap sinyal di malam hari yang disebabkan aktivitas malam hari justru lebih banyak daripada di siang hari.

Ini akan terjadi pada pegawai yang terbiasa dengan jam kerja malam, atau Moms yang mengalami jet lag.

Diabetes

Diabetes terjadi karena kadar gula dalam darah yang berlebihan, yang mengakibatkan produksi insulin berlebih.

Semakin banyak tubuh seseorang mengonsumsi gula, maka semakin banyak jumlah insulin. Ini akan mengakibatkan penderita akan merasakan efek lelah dan mengantuk berlebihan.

Baca Juga: Seperti Apa Menu Sehat untuk Mencegah Stroke dan Diabetes?

Depresi

Depresi merupakan gejala awal yang bisa merusak pola makan, istrirahat, sampai dengan cara berpikir.

Seseorang yang mengidap depresi akan merasa hilang kepercayaan dirinya, sehingga melampiaskan emosinya dengan pola makan yang kacau. Bisa dengan makan berlebihan, atau tidak makan sama sekali.

Kebanyakan orang depresi akan mengasingkan dirinya dari keramaian, dan memilih tidur sebagai alternatif untuk melupakan sejenak masalahnya.

Terlalu lama tidur, dengan durasi yang panjang menyebabkan diri seorang penderita depresi merasa lemah dan merasakan kantuk terus menerus.

Jika rasa kantuk terus-terusan terjadi sampai menganggu aktivitas, ada baiknya jika Moms memeriksakan diri ke dokter, ya.

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.