Kesehatan

1 Oktober 2021

Moms Alami Selangkangan Lecet? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Mulai dari infeksi jamur hingga alergi bisa menjadi penyebab selangkangan lecet
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Moms, pernahkah mengalami kondisi selangkangan lecet? Tentunya, kondisi ini bisa membuat tidak nyaman dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Rasa tidak nyaman pada area privat ini terkadang enggan untuk dibicarakan kepada orang lain. Padahal, apabila dibiarkan, justru akan membuat kondisinya semakin parah.

Jika gejala yang Moms rasakan mencakup beberapa hal, seperti selangkangan lecet, gatal, dan nyeri, ada baiknya segera melakukan penanganan yang tepat.

Jika perlu, konsultasikan dengan dokter atau ahli medis lainnya untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Kembali pada pembahasan awal mengenai selangkangan lecet pada wanita.

Apa sebenarnya yang menjadi penyebab selangkangan lecet? Jangan khawatir, Moms bisa menyimak informasi selengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Jaga Area Intim Bebas Iritasi Pembalut, Ini 5 Langkah yang Bisa Dilakukan

Berbagai Penyebab Selangkangan Lecet

Setiap orang bisa memiliki penyebab selangkangan lecet yang berbeda-beda.

Jika saat ini Moms mengalami kondisi ini, coba perhatikan beberapa kemungkinan penyebab selangkangan lecet, di antaranya:

1. Infeksi Jamur

Infeksi Jamur

Foto: Orami Photo Stock

Infeksi jamur dapat menjadi penyebab terjadinya selangkangan lecet. Infeksi jamur ini juga biasa disebut sebagai jock itch.

Dilansir dari Postgraduate Medical Journal, ini adalah kondisi kulit yang umum dan dapat diobati yang disebabkan oleh jamur.

Awalnya, infeksi jamur dapat menyebabkan selangkangan terasa gatal, yang terjadi karena jamur tumbuh subur di kulit yang hangat dan lembap yang ditutupi dengan pakaian yang pas.

Beberapa tanda umum yang terlihat ketika selangkangan terinfeksi jamur, seperti ruam merah, bersisik, dan sangat gatal.

Jika Moms terus-menerus menggaruk area selangkangan, yang dapat terjadi adalah selangkangan lecet.

Tentunya, hal ini bisa membuat area tersebut menjadi perih dan terasa tidak nyaman.

Selain area selangkangan, infeksi jamur juga kerap terjadi pada beberapa area, seperti alat kelamin, paha bagian dalam, bokong, dan juga lipatan bokong.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Pertama, Moms perlu menjaga area selangkangan tetap kering. Kemudian, oleskan salep antijamur yang dijual bebas tanpa resep ke area selangkangan untuk mengurangi rasa gatal.

Hindari menggaruk area tersebut meski memang terasa tidak nyaman. Lalu, kenakan pakaian dalam dan celana yang tidak terlalu ketat.

Jika beberapa cara tersebut tidak membantu, temui dokter kulit, ya, Moms!

Baca Juga: Infeksi Jamur pada Puting saat Menyusui, Bagaimana Mengatasinya?

2. Dermatitis Kontak

Dermatitis Kontak

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab selangkangan lecet berikutnya, yaitu dermatitis kontak.

Dikutip dari Mayo Clinic, dermatitis kontak adalah ruam merah dan gatal yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suatu zat atau reaksi alergi terhadapnya.

Ruam tersebut bersifat tidak menular atau mengancam jiwa, namun bisa terasa sangat tidak nyaman.

Banyak hal dapat menyebabkan reaksi seperti itu, termasuk penggunaan sabun, kosmetik, dan wewangian.

Bagi wanita, pemicu iritasi yang menyebabkan selangkangan lecet dapat juga terjadi karena pembersih vagina, pantyliner yang memiliki pewangi, dan tisu basah.

Ketika Moms memakai pakaian dalam atau celana yang terlalu ketat atau berukuran tidak pas, juga bisa menyebabkan terjadinya dermatitis kontak.

Gejala utama yang terjadi saat mengalami dermatitis kontak, yaitu munculnya ruam kemerahan.

Ruam biasanya berkembang dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah terpapar pemicunya dan bisa berlangsung selama 2-4 minggu.

Dalam hal ini, selangkangan bisa menjadi lecet karena ruam tersebut.

Selain itu, beberapa tandanya yang mungkin dapat terjadi, seperti gatal-gatal, kulit terasa kering, pecah-pecah, dan bersisik.

Gejala lainnya bisa juga muncul benjolan yang dapat keluar cairan. Pembengkakan, rasa terbakar, dan nyeri pada kulit saat ditekan juga bisa menjadi gejala lainnya dari dermatitis kontak.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Pertama, Moms perlu mengidentifikasi penyebab selangkangan lecet dan menghindari pemicunya tersebut.

Setelah menghindari pemicu, biasanya gejala dapat hilang dengan sendirinya.

Bagi area kulit yang lecet, Moms bisa melakukan kompres dingin, menggunakan krim anti-gatal, dan menjaga kebersihan dengan baik.

Baca Juga: 7+ Obat Pengering Luka dari Bahan Alami untuk Pertolongan Pertama pada Luka RIngan, Yuk Coba!

3. Vaginitis

vaginitis

Foto: Orami Photo Stock

Ketika area intim Moms mengalami infeksi, maka akan terasa sangat gatal dan tidak nyaman.

Infeksi pada vagina bisa menyebar ke area lain di sekitarnya, termasuk di area selangkangan.

Dikutip dari American Academy of Dermatology Association, penyebab utamanya bisa terjadi karena mengenakan pakaian sintetis yang terlalu ketat.

Adapun tanda-tanda infeksi jamur pada vagina, juga dikenal sebagai kandidiasis termasuk keputihan yang kental, terbakar, dan gatal.

Tanda-tanda ini bisa menyebabkan area selangkangan lecet karena gatal yang tidak tertahankan.

Selain itu, ada juga kondisi yang disebut non-infectious vaginitis. Kondisi ini mengacu pada iritasi vagina tanpa adanya infeksi, yang umumnya juga tidak menular.

Non-infectious vaginitis dapat disebabkan oleh reaksi alergi atau iritasi dari beberapa hal, seperti semprotan vagina, douche, atau produk pembersih vagina lainnya.

Kondisi ini juga mungkin disebabkan karena kepekaan terhadap sabun wangi, deterjen, atau pelembut kain.

Dilansir dari laman Columbia University Irving Medical Center, gejala dari vaginitis yang tidak menular ini adalah area di sekitar vagina yang terasa gatal, keputihan, vagina terasa terbakar, dan nyeri panggul saat berhubungan intim.

Ada baiknya, penanganan yang dilakukan untuk mengatasi vaginitis, yaitu menghubungi dokter.

Sebab, setiap wanita harus melakukan diagnosis untuk menentukan penyebab gangguan pada area vagina.

Jika infeksi sudah sembuh, nantinya area selangkangan lecet juga akan membaik dengan pengobatan yang tepat.

Baca Juga: Vaginismus, Kejang Otot pada Vagina Padahal Belum Berhubungan Intim

4. Psoriasis

Psoriasis.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab lainnya dari selangkangan lecet, yaitu psoriasis. Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan timbulnya bercak merah, bersisik, dan gatal pada area kulit tertentu.

Biasanya, psoriasis dapat terjadi kulit bagian siku, lutut, dan kulit kepala. Namun, psoriasis juga dapat berkembang di area genital.

Di antaranya, seperti penis, skrotum, vulva, dubur, lipatan bokong, hingga area paha atas. Hal inilah yang membuat psoriasis dapat menyebabkan selangkangan lecet.

Mereka yang mengalami psoriasi mengalami pertumbuhan sel kulit yang cepat dari biasanya sehingga menyebabkan penebalan. Hal inilah yang membuat kulit terasa gatal dan perih.

Perlu Moms ketahui, ketika psoriasis terjadi di sekitar area genital, mungkin tandanya akan terlihat berbeda. Ini mungkin memiliki skala yang lebih kecil.

Biasanya, area tersebut cenderung terasa perih dan gatal. Terkadang, rasa gatalnya juga terasa sangat hebat.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Penting untuk dipahami, psoriasis adalah penyakit yang bertahan seumur hidup.

Untuk itu, sebaiknya lakukan diagnosis yang akurat dengan dokter kulit apabila mengalami gejala yang mengarah pada psoriasis.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Psoriasis saat Hamil

Pastikan juga untuk bertanya pada dokter yang menangani tentang semua pilihan yang bisa dilakukan, termasuk di antaranya seperti perawatan topikal, suntikan, obat-obatan oral, dan fototerapi.

Jika Moms mengalami psoriasis, pertimbangkan untuk beralih ke sabun cuci dan pelembap yang bebas pewangi dan bebas bahan kimia berbahaya lainnya.

Hindari juga penggunaan parfum atau cologne jika menimbulkan iritasi kulit.

Selain itu, kebiasaan merokok dapat memperburuk psoriasis, sehingga sebaiknya hentikan dan hindari asap rokok sebisa mungkin.

Itulah penjelasan mengenai beberapa kemungkinan penyebab selangkangan lecet pada wanita.

Sebagai pencegahan awal, sebaiknya Moms menghindari memakai pakaian dalam yang terlalu ketat, hindari penggunaan pembersih vagina, dan pastikan area selangkangan tidak terlalu lembap.

Semoga informasinya membantu, ya!

  • https://pmj.bmj.com/content/55/647/645
  • https://www.columbiadoctors.org/treatments-conditions/noninfectious-vaginitis
  • https://www.aad.org/public/everyday-care/itchy-skin/itch-relief/relieve-groin-itch
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/contact-dermatitis/symptoms-causes/syc-20352742
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait