Kesehatan Umum

16 September 2021

Menilik Manfaat Senam Hipertensi yang Baik untuk Jantung

Senam tertentu bisa bantu turunkan tekanan darah dan perkuat jantung lho, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Karla Farhana

Olahraga sangat penting bagi penderita hipertensi. Nah, bila Moms atau anggota keluarga ada yang mengidap kondisi ini, cobalah senam hipertensi.

Seperti namanya, ini adalah senam yang dapat membantu mengontrol tekanan darah, sehingga berbagai komplikasi akibat hipertensi bisa dihindari.

Orang dewasa disebut memiliki hipertensi jika hasil pengukuran tekanan darahnya 140/90 mmHg atau lebih. Tekanan darah yang normal berkisar 90/60 mmHg - 140/90 mmHg.

Baca juga: Mengidap Hipoglikemia? Konsumsi 5 Makanan untuk Gula Darah Rendah Ini

Bila tekanan darah terlalu tinggi, sirkulasi darah dalam tubuh bisa terganggu.

Akibatnya, risiko berbagai penyakit serius (seperti penyakit jantung dan stroke) sebagai komplikasi pun meningkat.

Itulah sebabnya pengidap hipertensi perlu menjaga tekanan darah agar tetap terkendali.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan senam hipertensi. Seperti apa? Yuk simak pembahasannya, Moms!

Manfaat Senam Hipertensi

Menurut laman The Blood Pressure Association UK, orang yang mengidap hipertensi perlu meningkatkan aktivitas fisiknya. Hal ini dapat membantu tekanan darah menurun, dan terkontrol.

Aktivitas fisik, seperti senam hipertensi, dapat bermanfaat bagi kesehatan dan kekuatan jantung.

Bila jantung kuat, aliran darah yang dipompa ke seluruh tubuh bisa optimal. Hal inilah yang pada akhirnya dapat membantu penurunan tekanan darah.

Mengutip laman Health Fitness Revolution, secara umum, senam memiliki banyak manfaat lain bagi kesehatan fisik serta mental, yakni:

  • Meningkatkan kelenturan tubuh.
  • Meningkatkan konsentrasi dan fokus.
  • Memperkuat tulang dan sendi.
  • Menambah kepercayaan diri.
  • Meningkatkan kedisiplinan.

Baca juga: Mengenal Hemofobia atau Phobia Darah dan Cara Menghilangkannya

Jenis-Jenis Senam Hipertensi

Bila Moms ingin mengatasi hipertensi dengan senam, maka olahraga ini perlu dilakukan secara rutin.

Tentu saja, perlu dibarengi juga dengan penerapan pola hidup sehat lainnya, seperti mengatur pola makan dan cukup istirahat.

Sebenarnya, tidak ada jenis senam tertentu yang dinamai senam hipertensi. Namun, ada beberapa jenis senam yang jika dilakukan rutin, bisa membuat tekanan darah lebih terkontrol, yaitu:

1. Senam Aerobik

Rutin aerobik membantu mengecilkan perut

Foto: Stok Foto Orami

Senam yang menjadi salah satu jenis dari olahraga aerobik ini cukup populer dan mudah dilakukan.

Contoh olahraga aerobik lain yang dimaksud adalah joging, jalan cepat, berenang, dan bersepeda.

Penelitian pada 2012 yang dipublikasikan di American Heart Association Journals meneliti efek kardiovaskular dari latihan aerobik pada hipertensi.

Sebanyak 50 peserta dengan hipertensi secara acak ditugaskan untuk berpartisipasi dalam program latihan treadmill selama 8-12 minggu.

Hasilnya, peserta yang menjalani latihan aerobik secara teratur mengalami penurunan tekanan darah.

Hal ini juga terjadi bahkan pada peserta yang kurang responsif terhadap pengobatan medis.

Sebagai salah satu jenis olahraga aerobik, senam aerobik juga diyakini dapat memberi manfaat yang sama.

Senam hipertensi yang satu ini dapat meningkatkan detak jantung, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh pun lebih optimal.

Menyenangkannya lagi, olahraga ini dilakukan dengan iringan musik yang dapat menambah semangat lho, Moms.

Namun, bagi pengidap hipertensi, disarankan untuk melakukan senam aerobik yang low impact atau berintensitas ringan.

2. Senam Lantai

Senam Lantai Child's Pose

Foto: Stok Foto Orami

Meski namanya “senam”, olahraga ini tidak diiringi dengan musik. Dengan menggunakan alas matras, senam lantai biasanya dilakukan sepenuhnya di atas lantai.

Senam untuk hipertensi ini juga tergolong low impact, karena tidak perlu menggunakan banyak energi.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dari senam ini adalah kebugaran fisik, kelenturan, serta keseimbangan tubuh yang meningkat.

Meski hanya dilakukan di lantai, gerakan yang bisa dilakukan cukup bervariasi. Biasanya terdiri dari melompat, berguling, atau bertumpu pada tangan dan kaki untuk menjaga keseimbangan.

Agar lebih aman, Moms sebaiknya melakukan senam ini bersama dengan instruktur, ya. Hal ini dapat membantu Moms melakukan gerakan yang tepat dan menurunkan risiko cedera.

Baca juga: Waktu Terbaik untuk Olahraga: Pagi, Sore, atau Malam Hari?

3. Senam Irama

5 Senam Irama -2.jpg

Foto: Stok Foto Orami

Sama seperti senam aerobik, senam irama juga dilakukan dengan iringan musik. Senam hipertensi jenis ini disebut juga dengan nama senam ritmik.

Gerakan senam ini memiliki unsur dansa atau balet, bagai perpaduan antara seni dan olahraga.

Satu hal yang membuat senam ini istimewa adalah, Moms bisa gunakan alat bantuan berupa tongkat, pola, atau pita. Alat bantuan ini membuat gerakan senam jadi terlihat indah.

Untuk melakukan senam ini, dibutuhkan kelincahan, kelenturan, dan kekuatan tubuh.

Itulah sebabnya bila senam ini dilakukan secara rutin oleh pengidap hipertensi, kebugaran tubuh bisa terjaga.

4. Senam Tera

senam hipertensi

Foto: freepik.com

Senam tera termasuk salah satu jenis senam yang sangat minim risiko cedera.

Oleh karena itu, senam ini biasanya direkomendasikan untuk lansia. Namun, pada dasarnya, pengidap hipertensi juga bisa melakukannya.

Dengan menggabungkan gerakan tubuh dan teknik pernapasan, senam tera dapat mendatangkan manfaat untuk fisik dan mental lho, Moms.

Studi pada 2018 yang dipublikasikan di Public Health Perspective Journal mencoba membuktikan efektivitas senam tera pada lansia dengan hipertensi.

Hasilnya, senam tera terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi.

Efektivitas senam tera juga disebut sama dengan senam jantung sehat. Artinya, bila dilakukan rutin, senam tera juga bisa menyehatkan jantung.

Karena minim risiko, senam tera biasanya dilakukan secara perlahan dan tidak terlalu membuat keringat bercucuran.

Namun, gerakan-gerakan dalam senam ini dilakukan secara teratur dan harmonis, sehingga juga bisa memperbaiki suasana hati.

Baca juga: Benarkah Batuk Bisa Jadi Tanda Gagal Jantung? Kenali Gejala Lain dan Pengobatannya

Tips Melakukan Senam Hipertensi dengan Aman

Pemanasan Sebelum Lari Quadricep.jpg

Foto: Stok Foto Orami

Bila Moms tertarik mencoba senam hipertensi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Sebab, meski menyehatkan, senam dan olahraga apapun perlu dilakukan dengan cermat oleh pengidap hipertensi.

Dengan begitu, manfaat yang dirasakan bisa maksimal. Menurut laman American Heart Association, berikut ini tips melakukan senam hipertensi dengan aman:

1. Bicarakan dengan Dokter

Hal pertama yang perlu dilakukan bila ingin memulai senam atau program olahraga apapun ketika mengidap hipertensi adalah bicara pada dokter.

Nantinya, dokter akan memberi saran senam atau olahraga yang tepat sesuai kondisi Moms.

2. Jangan Lupa Pemanasan

Setelah mendapatkan lampu hijau dari dokter, Moms tidak boleh lupa untuk melakukan pemanasan sebelum mulai senam, ya.

Hal ini bermanfaat untuk membuat tubuh tidak “kaget,” sehingga risiko cedera bisa diminimalisir.

3. Pantau Tekanan Darah

Tekanan darah bisa berubah-ubah dalam setiap aktivitas. Jadi, alangkah baiknya jika Moms memiliki alat pengukur tekanan darah di rumah.

Dengan begitu, Moms bisa tahu kondisi hipertensi yang dialami.

Bila ingin memulai program senam hipertensi, penting juga untuk rutin mengecek tekanan darah.

Hal ini dapat membantu mengetahui apakah senam telah memberi dampak pada tekanan darah.

Baca juga: 6 Manfaat Blueberry, Baik untuk Jantung dan Otak

4. Tahu Kapan Harus Berhenti

Memaksakan diri berolahraga bisa jadi bukan ide yang baik lho, Moms.

Bila merasakan gejala tertentu, seperti nyeri dada, leher, rahang, atau sesak napas dan pusing, segera hentikan kegiatan olahraga dan hubungi dokter.

Itulah pembahasan mengenai senam hipertensi yang ternyata bermanfaat untuk jantung dan tekanan darah.

Pastikan Moms mengikuti tips-tips sebelum mulai senam tadi, ya.

Hal ini untuk menghindari risiko cedera atau kondisi buruk yang bisa saja terjadi akibat salah pemilihan jenis olahraga.

Lebih lanjutnya, Moms bisa bicarakan dengan dokter saat melakukan pemeriksaan kesehatan.

  • http://www.bloodpressureuk.org/your-blood-pressure/how-to-lower-your-blood-pressure/healthy-living/exercise-physical-activity/
  • https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/hypertensionaha.112.197780
  • https://www.healthfitnessrevolution.com/top-10-health-benefits-gymnastics/
  • https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/phpj/article/view/13455/7983
  • https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/changes-you-can-make-to-manage-high-blood-pressure/getting-active-to-control-high-blood-pressure
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait