Kesehatan

KESEHATAN
10 Desember 2020

Seperti Apa Cara Penularan DBD dan Bagaimana Menanganinya?

Harus mulai waspada karena masuk musim DBD
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Putriana
Disunting oleh Amelia Puteri

Musim hujan sudah mulai tiba. Selain banjir, salah satu momok yang kerap terjadi di Indonesia saat curah hujan tinggi adalah penularan demam berdarah dengue alias DBD.

Demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang sering sekali ditemukan di negara beriklim tropis dan sub tropis, utamanya di negara-negara Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Hal ini mungkin membuat bertanya-tanya, seperti apa cara penularan DBD.

Bahkan, menurut data yang dihimpun laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kasus demam berdarah di Indonesia cenderung terus naik tiap tahunnya.

Hingga bulan Juli 2020, kasus demam berdarah mencapai 71.633. Angka yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan tren kenaikan dari tahun sebelumnya.

Yakni 59.000 kasus pada tahun 2017 dan meningkat menjadi 65.602 kasus di tahun 2018. Sementara angka tertinggi terjadi pada tahun 2019 dengan 112.954 kasus dengan 751 kematian.

Untuk itu, sangat penting mengetahui cara penularan DBD sehingga Moms dan Dads bisa mengantisispasi serta melakukan pencegahan terhadap penyebaran nyamuk DBD.

Baca Juga: Berikan 5 Makanan Super Ini Saat Anak Demam Berdarah

Cara Penularan DBD

mosquitoes-spread-dengue-fever.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

World Health Organization (WHO) mengestimasti ada sekitar 50-100 juta orang terinfeksi penyakit DBD di seluruh dunia setiap tahunnya.

Secara umum, ada empat jenis virus yang dapat menyebabkan demam berdarah. Namun, kasus yang paling umum adalah demam berdarah dengue atau DBD.

DBD merupakan salah satu penyakit menular yang diakibatkan virus dengue.

Meski begitu, cara penularan DBD tidak dapat terjadi langsung antar manusia layaknya virus influenza, melainkan ditularkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus yang terinfeksi oleh virus dengue.

Dalam kata lain, nyamuk merupakan carrier dari virus ini.

Setelah seseorang terinfeksi salah satu dari empat virus tersebut, tubuh akan memiliki kekebalan terhadap virus tersebut. Namun, hal ini tidak menjamin seseorang terhindar dari tiga virus lainnya.

Cara penularan DBD tidak langsung memunculkan gejala begitu saja setelah tergigit nyamuk. Gejala baru akan nampak setelah melewati masa inkubasi.

Masa inkubasi merupakan rentang waktu yang terjadi sejak seseorang pertama kali tergigit nyamuk Aedes aegypti dan terinfeksi virus dengue hingga seseorang mengalami gejala demam berdarah.

Biasanya, inkubasi berlangsung sekitar 4-7 hari setelah gigitan nyamuk. Pada rentang waktu inilah virus berkembang biak di dalam tubuh hingga muncul gejala DBD.

Baca Juga: DBD Pada Bayi: Apa Saja Gejala yang Ditunjukkan?

Gejala Penyakit DBD

photo-1587314212532-3afd86d69736.jpg

Foto: unsplash.com

Setelah mengetahui cara penularan DBD, Moms dan Dads perlu memerhatikan gejala yang bisa muncul saat seseorang terinfeksi virus dengue.

Pada umumnya, gejala penyakit DBD mirip dengan flu dan demam biasa. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus mendapat perhatian khusus terkait gejala DBD mulai yang sedang hingga berat.

Gejala Ringan:

  • Demam tinggi yang muncul mendadak atau tiba-tiba
  • Munculnya ruam pada kulit
  • Sakit kepala berat
  • Nyeri hebat di bagian belakang mata
  • Nyeri pada otot dan persendian
  • Mual
  • Menurunnya nafsu makan secara signifikan
  • Pada anak-anak, gejala bisa ditandai dengan demam ringan namun disertai demam

Gejala Sedang:

  • Demam tinggi hingga mencapai 40-41 derajat Celcius
  • Demam tinggi tersebut dapat muncul sekitar dua hingga tujuh hari
  • Kemerahan di wajah
  • Demam disertai seluruh daftar gejala ringan

Gejala Berat:

  • Adanya kemungkinan pendarahan seperti gusi berdarah, mimisan, memar, hingga pendarahan dalam
  • Dalam kasus yang sangat parah ada kemungkinan berlanjut pada kejadian syok, gagalnya saluran napas, hingga kematian meski jarang

Gejala-gejala di atas bukanlah satu-satunya yang patut diperhatikan jika Moms dan Dads mencurigai kemungkinan terjangkit demam berdarah.

Biasanya, tubuh akan terasa berangsur membaik dalam tiga hingga tujuh hari setelah munculnya gejala pertama kali.

Demam biasanya mulai turun hingga di bawah 38 derajat Celcius. Akan tetapi, justru pada waktu inilah kita perlu ekstra waspada.

Ini merupakan fase kritis pada penyakit DBD di mana kemungkinan komplikasi berupa kebocoran plasma darah dapat terjadi.

Fase kritis dapat terjadi setelah tiga hingga tujuh hari.pasca demam pertama kali dan dapat berlangsung selama 24 hingga 48 jam.

Segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat apabila kondisi tubuh justru terasa makin buruk setelah demam turun. Terutama jika disertai gejala seperti nyeri perut berat, muntah terus-menerus, muntah darah, dan sesak napas.

Baca Juga: Sebabkan Kematian, Kenali 7 Gejala DBD Pada Anak dan Pertolongan Pertama yang Harus Diberikan

Cara Menangani DBD

downtoearth.org.in.jpg

Foto: downtoearth.org.in

Dilansir dari Centre for Health Protection, manusia tidak bisa menularkan DBD kepada manusia lainnya. Seseorang bisa terkena DBD karena digigit nyamuk yang terinfeksi virus dengue.

Moms sudah mengetahui seperti apa cara penularan DBD. Lalu, bagaimana dengan cara menanganinya?

Sebetulnya tak ada perawatan yang spesifik untuk menangani demam berdarah atau DBD. Namun ada beberapa cara agar gejala yang dirasakan penderita dapat berkurang.

Langkah ini bertujuan untuk mencegah virus makin menyebar dengan cepat dalam tubuh. Jika intervensi yang tepat dilakukan sedini mungkin, tingkat kematian akibat DBD bahkan tidak mencapai 1 persen.

1. Istirahat Cukup

Ketika demam mulai terasa, beri tubuh lebih banyak waktu untuk beristirahat. Kelelahan akan memperlambat kerja imun tubuh dalam menyerang virus yang masuk.

2. Perbanyak Cairan

Memenuhi asupan cairan sangat penting dilakukan selama fase demam berdarah. Perbanyak air putih maupun cairan elektrolit jika dibutuhkan agar tubuh terhindar dari dehidrasi.

Selain itu, pantau frekuensi buang air kecil dan volume urin untuk memastikan kita dalam keadaan terhidrasi dengan baik.

3. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Demam, nyeri kepala, serta nyeri otot, dan sendi yang dirasakan saat terkena demam berdarah tentu terasa sangat tidak nyaman. Hal ini dapat mengganggu istirahat. Untuk itu, mengonsumsi obat pereda nyeri boleh dilakukan.

Namun perlu diingat, hindari jenis pereda nyeri seperti ibuprofen dan dan aspirin karena kedua jenis obat tersebut dapat menyebabkan pendarahan.

Sebaiknya gunakan pereda nyeri dengan kandungan acetaminophen atau sesuai dengan anjuran dokter.

Baca Juga: Punya Gejala Hampir Sama, Kenali Perbedaan Gejala Tifus dan DBD

Cara Mencegah Penularan DBD

reason.com.jpg

Foto: reason.com

Sayangnya, hingga kini belum tersedia vaksin khusus DBD. Sehingga melakukan pencegahan adalah hal terbaik yang dapat dilakukan agar perkembangan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus dapat diminimalisir.

Cara penularan DBD dapat diantisipasi selama kita tahu bagaimana langkah yang tepat. Mengutip situs Kementerian Kesehatan RI, beberapa di antaranya adalah:

1. Hindari Munculnya Genangan Air

Genangan air merupakan ekosistem yang ideal bagi perkembang biakan nyamuk. Karena itu sebisa mungkin cegah munculnya genangan air.

Tutup rapat wadah penampung air seperti tandon atau penampungan air hingga sumur. Buang botol bekas maupun kaleng di tempat sampah tertutup agar air tak menggenang.

Perhatikan pula detail-detail kecil seperti pot maupun vas bunga, pastikan tak ada air menggenang di dalam pot bunga dan jika memiliki vas verisi air, ganti airnya minimal seminggu sekali.

Genangan air di halaman yang terbentuk setelah hujan juga berpotensi menjadi tempat tumbuh nyamuk. Jika memungkinkan, ratakan permukaan tanah untuk mencegah air tergenang.

2. Gunakan Obat Anti Nyamuk

Nyalakan obat anti nyamuk baik dalam bentuk bakar, cair, maupun elektrik terutama pada area yang ditemukan banyak nyamuk.

3. Gunakan Pakaian Panjang

Gunakan pakaian berlengan dan celana panjang terutama saat malam hari. Selain itu, Moms dan Dads bisa menggunakan lotion anti nyamuk agar terhindar dari gigitan nyamuk pada area yang tak tertutup baju.

4. Taburkan Abate

Membasmi jentik-jentik nyamuk dapat dilakukan dengan menaburkan bubuk abate pada bak mandi hingga saluran air dan got. Hal ini sangat ampuh mengendalikan jumlah jentik-jentik dan perkembangan nyamuk.

5. Pengasapan atau Fogging

Mintalah petugas kesehatan setempat di tempat Moms dan Dads tinggal untuk melakukan fogging atau pengasapan. Biasanya pemerintah daerah akan mengakomodir kegiatan fogging di seluruh daerah hingga ke perkampungan.

Itulah sekilas tentang cara penularan DBD dan juga langkah penanganan serta pencegahannya.

Karena gejala DBD umumnya mirip dengan penyakit flu biasa, diagnosis medis melalui tes darah mungkin saja diperlukan untuk mengetahui secara pasti adanya virus dengue dalam tubuh.

Sehingga, akan lebih baik jika Moms dan Dads segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan lebih dari satu gejala DBD yang telah disebutkan di atas.

Selain itu, tentunya jangan lupa untuk mencegah penyebaran nyamuk terutama pada musim hujan seperti saat ini.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait