Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Apr 10, 2018

Seperti Apa Mimisan Pada Anak yang Harus Diwaspadai?

Bagikan


Tanya:

Saya hendak bertanya tentang mimisan pada anak. Hal ini terjadi pada anak sulung saya (laki-laki, usia 5 tahun 4 bulan, berat badan 22 kg, tinggi badan 110 cm).

Sudah 2 kali terjadi (akhir Desember dan awal Maret ini) anak saya mengalami mimisan dalam kondisi demam dan batuk pilek.

Saya sudah periksa ke DSA dan diindikasikan kecenderungan alergi dingin yang dimiliki anak saya membuat selaput hidungnya rentan luka.

Pertanyaan saya :

1. Kondisi mimisan yang seperti apa yang termasuk darurat?

2. Apakah benar faktor alergi ini memicu mimisan?

3. Saya mendapatkan pengalaman dari salah seorang kerabat yang sering mimisan di masa kecil, malah berangsur hilang ketika beranjak remaja, apakah hal ini mungkin terjadi dan mengapa?

4. Apa tindakan pencegahan yang bisa saya lakukan untuk anak, sehingga ketika ia terserang batuk pilek, tidak memicu menjadi mimisan? (Winda, Bandung)

Jawab:

Sebenarnya yang dijelaskan oleh DSA nya sudah betul kok.

1. Mimisan yang perlu diwaspadai adalah yang tidak cepat berhenti (misal lebih dari 5 menit tindak berhenti juga), yang banyak sekali perdarahannya (misal sampai lebih dari 5-10ml), yang sering sekali berulang (misal tiap minggu), dan yang disertai gejala lain, misalnya bau di hidung atau ada perdarahan di lokasi lain.

2. Dapat saja, karena membuat pembuluh darah di hidung lebih mudah pecah.

3. Ya betul, karena pembuluh darah menjadi lebih tebal dan lebih tahan terhadap iritasi maupun perubahan suhu.

4. Jangan mengorek-ngorek hidung, jangan memasukkan benda asing ke dalam hidung, dan pastikan tidak teriritasi (misalnya dengan membuang kotoran hidung secara bersin keras-keras).

Dijawab oleh dr. Martinus M. Leman, DTMH, Sp.A

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.