Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
8 Juni 2020

Seperti Apa Prosedur Endoskopi Hidung Anak?

Hidung Si Kecil akan dimasuki alat bernama endoskop untuk memeriksa bagian dalamnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Endoskopi hidung dilakukan untuk melihat saluran hidung dan sinus menggunakan alat bernama endoskop, yakni pipa kecil dan fleksibel dengan kamera dan senter di ujungnya. Seperti apa, ya, prosedur endoskopi hidung anak?

Endoskopi dapat menunjukkan detail spesifik di bagian dalam hidung. Misalnya, area mana yang mengalami perdarahan dan pembengkakan. Endoskopi juga dapat digunakan untuk mengambil benda asing dari hidung Si Kecil serta mengecek kondisi jaringan hidung pasca operasi.

Si Kecil mungkin membutuhkan endoskopi hidung jika mengalami kondisi-kondisi sebagai berikut:

  • Hidung mampet atau tersumbat
  • Infeksi hidung dan sinus (rinosinusitis)
  • Polip hidung
  • Tumor hidung
  • Mimisan
  • Hilangnya kemampuan membaui
  • Kebocoran cairan serebrospinal

Rinosinusitis adalah salah satu alasan paling umum endoskopi hidung dilakukan. Gejalanya di antaranya hidung tersumbat, keluar cairan berwarna kuning atau hijau dari hidung, dan sakit di wajah. Sinus sendiri adalah rongga-rongga yang terbentuk di tengkorak wajah dan terhubung dengan lubang hidung.

Dokter akan menggunakan endoskop untuk melihat apakah ada pembengkakan dan polip. Ia mungkin akan mengambil sampel nanah dari area yang terinfeksi untuk mengetahui penyebab infeksi dan cara menanganinya. Salah satu langkah untuk mengatasi rinosinusitis adalah operasi endoskopi sinus.

Baca Juga: Waspadai Sinusitis Pada Anak!

Operasi Sinus pada Anak

prosedur endoskopi hidung anak, Operasi Sinus pada Anak.jpg

Foto: National Cancer Institute on Unsplash

Operasi sinus jauh lebih jarang terjadi pada anak-anak dibanding pada orang dewasa. Pada anak-anak, operasi sinus biasanya hanya dilakukan pada rinosinusitis kronis (berlangsung minimal tiga bulan) yang tidak membaik setelah diberi obat-obatan.

Sebenarnya, menurut situs web University of Rochester Medical Center, bedah juga bisa dilakukan untuk sinusitis akut (belum lama terjadi tapi parah), tapi hanya jika Si Kecil mengalami infeksi serius lain dekat sinus.

Bedah sinus dilakukan oleh dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) secara endoskopi untuk membuka saluran hidung dan sinus sehingga cairan hidung bisa mengalir dengan lancar.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengobati Sinusitis?

Langkah Operasi Sinus Menggunakan Prosedur Endoskopi Hidung Anak

Langkah Operasi Sinus Menggunakan Prosedur Endoskopi Hidung Anak.jpg

Foto: National Cancer Institute on Unsplash

Operasi sinus biasanya memakan waktu 1-3 jam. Tahapannya sebagai berikut:

  • Si Kecil diberi anestesi umum
  • Dokter membuat lubang kecil di hidung dan sinus agar endoskop bisa masuk. Dokter bisa membuat lubang baru maupun membuka yang sudah ada dengan mengangkat polip, kista, atau membran mukus yang menebal.
  • Endoskop dimasukkan ke salah satu lubang hidung. Dokter akan mendorongnya sehingga rongga hidung dan sinus bisa terlihat lewat endoskop.
  • Dokter membuka saluran sinus Si Kecil dan membuat rongga yang sempit menjadi lebih lebar menggunakan alat kecil.
  • Dokter juga mungkin melakukan tindakan lain seperti mencuci sinus lalu mengambil cairannya untuk dicek apakah ada infeksi, mengangkat adenoid melalui mulut, memperbaiki septum (yang membagi lubang hidung menjadi dua), mengangkat amandel, dan sebagainya.

Menurut situs web Johns Hopkins Medicine, selain mengatasi rinosinusitis, operasi menggunakan prosedur endoskopi hidung anak juga bisa mengatasi polip dan tumor hidung.

Baca Juga: Begini 3 Langkah Membersihkan Hidung Bayi yang Aman Menurut Dokter Anak

Pascaoperasi Prosedur Endoskopi Hidung Anak

Pascaoperasi Prosedur Endoskopi Hidung Anak.jpg

Foto: Piron Guillaume on Unsplash

  • Kebanyakan anak yang masih kecil perlu dirawat inap semalam, sedangkan anak yang lebih besar bisa pulang beberapa jam setelahnya.
  • Si Kecil akan mendapat infus sampai diperbolehkan pulang. Ia juga akan diberi cairan bening untuk diminum.
  • Si Kecil mungkin akan mengalami nyeri di hidung, sulit bernapas lewat hidung, dan susah menelan. Dokter akan memberikan obat antinyeri serta antibiotik untuk mencegah atau mengatasi infeksi.
  • Kepala tempat tidur di rumah sakit akan dinaikkan untuk mencegah bengkak serta mempermudah bernapas dan keluarnya cairan dari hidung. Moms juga perlu memastikan bahwa di rumah Si Kecil tidur dengan kepala lebih tinggi dibanding dadanya. Moms bisa menggunakan bantal yang ditumpuk atau kursi yang sandarannya bisa diatur.
  • Di hidung Si Kecil akan ada kasa atau pembalut kapas untuk mencegah perdarahan. Pembalut ini bisa larut sendiri atau dokter akan melepasnya 1-2 minggu kemudian. Selama itu, Si Kecil tidak boleh bangkis kencang-kencang.
  • Awalnya akan ada cairan keluar dari hidung yang mungkin mengandung sedikit darah. Si Kecil juga akan batuk atau meludahkan lendir berwarna pink atau cokelat.
  • Menurut situs web Children’s National, kebanyakan anak rewel di beberapa jam pertama setelah operasi
  • Dokter akan menyarankan penggunaan salep hidung, semprotan air garam (saline), atau spray steroid setelah operasi. Ikuti cara penggunaannya dengan saksama.
  • Moms perlu kembali mengunjungi dokter 1-2 minggu kemudian serta beberapa kali lagi setelah operasi untuk memastikan kondisi Si Kecil membaik.

Baca Juga: 3 Komplikasi Polip Hidung Pada Anak Jika Tak Segera Diatasi

Kurang lebih seperti itu, Moms, prosedur endoskopi hidung anak. Semoga bisa memberikan gambaran, ya, sebelum Si Kecil menjalani prosedur ini.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait