Kesehatan

KESEHATAN
31 Maret 2021

Mengenal Serba-serbi Tentang Fisioterapi, Sudah Tahu Moms?

Tindakan ini biasa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit atau cedera
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Fisioterapi menjadi salah satu jenis pengobatan alternatif yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit atau cedera.

Jika Moms atau anggota keluarga lainnya memiliki penyakit tertentu yang sulit disembuhkan atau enggan melakukan pengobatan medis, bisa mencoba tindakan ini sebagai alternatif penyembuhan penyakit.

Selain itu, fisioterapi tak hanya digunakan sebagai pengobatan penyakit yang parah saja.

Moms yang dalam kondisi sehat dan produktif juga bisa merasakan terapi pengobatan ini agar otot dan sendi tubuh tetap terjaga elastisitasnya setelah seharian bekerja atau mengurus rumah.

Menurut jurnal berjudul Health Care Systems I oleh Wharton MA, Hippocrates dan Galenus diyakini sebagai praktisi fisioterapi pertama di dunia dengan teknik pijat, terapi, dan hidroterapi untuk merawat orang sakit di tahun 460 SM.

Setelah perkembangan ortopedi di abad ke-18, munculah penemuan gymnasticon yang dikembangkan untuk mengobati asam urat dan penyakit serupa dengan latihan sistematis pada persendian yang menjadi cikal bakal perkembangan tindakan ini.

Dari situlah muncul asal usul fisioterapi secara resmi dan terdokumentasi yang diawali oleh Per Henrik Ling seorang pesenam dari Swedia yang mendirikan Royal Central Institute of Gymnastics (RCIG) pada tahun 1813.

Selanjutnya, pada tahun 1887 RCIG terdaftar dalam Dewan Kesehatan dan Kesejahteraan Nasional Swedia.

Berikutnya, negara-negara lainnya menyusul dengan dibukanya tempat fisioterapi seperti Inggris tahun 1894 dengan membentuk Chartered Society of Physiotherapy, Sekolah Fisioterapi di Universitas Otago di Selandia Baru pada tahun 1913, dan Reed College tahun 1914 di Amerika Serikat.

Riset fisioterapi pertama dipublikasikan di Amerika Serikat pada Maret 1921.

Nah, untuk mengenal lebih jauh apa itu fisioterapi, berikut penjelasan mengenai pengertian, biaya, teknik, hingga alat yang digunakan untuk melakukan praktek ini.

Baca Juga: Inilah 4 Efek Samping Fisioterapi Infra Merah pada Ibu Hamil

Pengertian Fisioterapi

fisioterapi

Foto: Unsplash

Melansir dari Chartered Society of Physiotherapy, fisioterapi adalah profesi perawatan kesehatan yang memperhatikan fungsi dan gerakan manusia serta memaksimalkan potensi fisik.

Hal ini berkaitan dengan identifikasi, potensi gerakan, pencegahan, pengobatan/intervensi, habilitasi dan rehabilitasi.

Dalam praktiknya, tindakan ini dapat membantu memulihkan gerakan dan fungsi saat seseorang terkena cedera, penyakit, atau kecacatan.

Fisioterapi juga dapat membantu mengurangi risiko cedera atau penyakit di masa mendatang.

Selain itu, ketika melakukan tindakan ini, dibutuhkan pendekatan holistik yakni melibatkan pasien secara langsung ketika melakukan perawatan.

Orang yang melakukan fisioterapi disebut terapis fisik atau physical therapists (PTs), merekalah yang nantinya bertugas untuk merawat jaringan lunak, sendi dan tulang), sistem kardiovaskuler dan pernapasan (jantung dan paru-paru dan fisiologi terkait).

Baca Juga: 3 Cara Mengeluarkan ASI tanpa Harus Hamil, Salah Satunya dengan Terapi Hormon!

Biaya Fisioterapi

fisioterapi

Foto: Unsplash

Biaya fisioterapi di Indonesia tentu bervariasi tergantung keluhan pasien, programnya, teknik, dan banyaknya sesi perawatan yang dibutuhkan.

Sebagai acuan, berikut ini harganya di berbagai rumah sakit di Indonesia mengutip dari Lifepal.

1. Biaya Fisioterapi di Bandar Lampung

  • RSIA Belleza Kedaton dimulai dari Rp220.000
  • Rumah Sakit TK. IV 02.07.04 dimulai dari Rp100.000
  • RS Islam Asy-Syifaa Lampung dimulai dari Rp40.000

2. Biaya Fisioterapi di Bandung

  • Rumah Sakit Edelweiss dimulai dari Rp400.000
  • RSKB Halmahera Siaga dimulai dari Rp45.000
  • RS Unggul Karsa Medika dimulai dari Rp20.000

3. Biaya Fisioterapi di Bekasi

  • Primaya Hospital dimulai dari Rp259.000
  • Mitra Keluarga dimulai dari Rp250.000
  • Omni Hospital Pekayon dimulai dari Rp140.000
  • RS St. Elisabeth dimulai dari Rp100.000
  • RS Permata dimulai dari Rp61.000
  • RS Anna Pekayon dimulai dari Rp51.000

4. Biaya Fisioterapi di Bogor

  • RS MH Thamrin Cileungsi dimulai dari Rp103.500
  • RS Citama dimulai dari Rp60.000

5. Biaya Fisioterapi di Cikarang

  • Mitra Keluarga dimulai dari Rp335.000
  • Omni Hospital dimulai dari Rp130.000
  • RS Harapan Keluarga dimulai dari Rp70.000
  • RS Bhakti Husada dimulai dari Rp42.000

6. Biaya Fisioterapi di Depok

  • Rumah Sakit Citra Arafiq dimulai dari Rp45.000
  • RSIA Brawijaya dimulai dari Rp44.000

7. Biaya Fisioterapi di Jakarta Selatan

  • Scoliosis Care Clinic dimulai dari Rp458.000
  • Klinik Pratama Ithophysio Physiotherapy dimulai dari Rp475.000
  • Klinik Brawijaya Kemang dimulai dari Rp300.000
  • Indonesia Sports Medicine Centre dimulai dari Rp150.000
  • Lamina Pain And Spine Center dimulai dari Rp108.000

Baca Juga: Berapa Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Jakarta?

8. Biaya Fisioterapi di Jakarta Barat

  • Klinik Utama Synergy dimulai dari Rp250.000
  • Rumah Sakit Patria IKKT dimulai dari Rp50.000

9. Biaya Fisioterapi di Jakarta Timur

  • Columbia Asia Hospital Pulomas dimulai dari Rp225.000
  • Rumah Sakit Premier Jatinegara dimulai dari Rp110.000
  • RS Jantung Jakarta dimulai dari Rp100.000
  • Omni Hospital Pulomas dimulai dari Rp105.000

10. Biaya Fisioterapi di Jakarta Utara

  • Klinik Flex Free Muskuloskeletal dimulai dari Rp400.000
  • Klinik VLife Pain Center dimulai dari Rp300.000
  • RSU Pekerja dimulai dari Rp75.000
  • RS Satya Negara dimulai dari Rp72.000

11. Biaya Fisioterapi di Jakarta Pusat

  • Primaya Evasari Hospital dimulai dari Rp266.000
  • RS Abdul Radjak Salemba dimulai dari Rp125.000
  • RS TNI Angkatan Laut Dr. Mintohardjo dimulai dari Rp80.000
  • RS St. Carolus Salemba dimulai dari Rp55.000
  • RS Menteng Mitra Afia dimulai dari Rp23.500

12. Biaya Fisioterapi di Karawang

  • Klinik Jantung dan Spesialis Hermantoni dimulai dari Rp150.000
  • RS Islam dimulai dari Rp60.000

13. Biaya Fisioterapi di Makasar

  • Klinik Emphysi dimulai dari Rp250.000
  • RSIA Sitti Khadijah 1 Muhammadiyah dimulai dari Rp100.000
  • RS Hikmah dimulai dari Rp75.000
  • Pada IDI’ Medical Center dimulai dari Rp50.000
  • RS Ibnu Sina YW UMI dimulai dari Rp37.500
  • Rumah Sakit Tk.II Pelamonia dimulai dari Rp31.500

14. Biaya Fisioterapi di Malang

  • Rumah Sakit Lavalette dimulai dari Rp56.000
  • RSU Islam Madinah Kasembon dimulai dari Rp50.000

15. Biaya Fisioterapi di Semarang

  • Columbia Asia Hospital dimulai dari Rp65.000
  • Rumah Sakit Banyumanik dimulai dari Rp25.000

16. Biaya Fisioterapi di Surabaya

  • RS PHC dimulai dari Rp86.000
  • RS Orthopedi dan Traumatologi dimulai dari Rp75.000
  • RS Manyar Medical Centre dimulai dari Rp60.000
  • RSAL Dr. Ramelan dimulai dari Rp35.000

17. Biaya Fisioterapi di Tangerang Selatan

  • Omni Hospital Alam Sutera dimulai dari Rp120.000
  • Rumah Sakit Premier Bintaro dimulai dari Rp110.000

Baca Juga: Ini Biaya yang Bisa Dihemat Jika Kanker Payudara Terdeteksi Sejak Dini

Alat yang Digunakan untuk Fisioterapi

fisioterapi

Foto: Unsplash

Meskipun umumnya tindakan ini dilakukan dengan tangan kosong, namun untuk beberapa kasus fisioterapi juga membutuhkan alat-alat medis yang menunjang perawatan, Moms.

Berikut alat-alat yang digunakan untuk fisioterapi.

1. Meja Perawatan

Meja perawatan ini berbeda dengan meja-meja pada umumnya, meja ini memungkinkan pasien untuk duduk atau berbaring dengan nyaman saat menjalani perawatan.

Meja perawatan ini kokoh dan mampu menopang pasien dengan berat badan berlebih.

Selain itu, meja tersebut juga memiliki bantalan di bagian ujungnya agar tidak ada tekanan yang berlebihan ketika pasien duduk atau berbaring di meja tersebut dalam jangka waktu yang lama.

2. Ultrasonografi

Peralatan ultrasonografi memiliki kegunaan yang berbeda dan umumnya digunakan dalam terapi fisik.

Terapi ultrasonik digunakan untuk mengobati berbagai cedera, dan peralatan penglihatan yang menggunakan teknologi ultrasonik yang dapat membantu terapis untuk mengidentifikasi aliran yang tidak lancar atau area sendi dan otot yang tegang, keretakan atau retak di bawah kulit.

Dalam jurnal berjudul Clinical Performance Assessment Tools in Physiotherapy Practice Education, dijelaskan beberapa kegunaan ultrasonografi yakni mengobati:

  • Sesak atau kontraktur sendi
  • Cedera dan keseleo ligamen
  • Bahu yang membeku (frozen shoulder)
  • Ketegangan dan robekan otot
  • Tendonitis
  • Radang kandung lendir

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Cedera yang Bisa Dialami Saat Makan

3. Isokinetik

Perangkat isokinetik adalah alat yang digunakan untuk membantu pasien mengembalikan kekuatan atau pemulihan setelah terjadi kecelakaan yang menyebabkan hilangnya massa dan pertumbuhan otot.

4. Stimulasi Otot Listrik

Stimulasi otot listrik biasanya digunakan pada pasien yang mengalami kecelakaan atau cedera parah untuk membantu meningkatkan pertumbuhan otot dan melawan atrofi otot.

Seorang ahli fisioterapi dapat menggunakan peralatan stimulasi listrik untuk membantu membangun kembali nada dasar dan kekuatan pada otot yang tidak aktif atau rusak parah karena kecelakaan di masa lalu.

Perangkat ini biasanya digunakan pada tahap awal terapi fisik ketika pilihan latihan tradisional tidak tersedia karena kelemahan ekstrim pada kelompok otot.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga

5. Sepeda untuk Latihan

Sepeda latihan adalah peralatan yang biasanya ditemukan di sebagian besar pusat terapi fisik modern.

Alat ini adalah cara terbaik untuk membantu pasien pulih untuk segera pulih setelah menjalani perawatan terapi kaki, tungkai, dan pergelangan kaki serta membangun stamina dan kekuatan di seluruh tungkai mereka.

Itulah penjelasan mengenai pengertian, biaya, hingga alat-alat yang digunakan pada fisioterapi.

Sebaiknya, sebelum melakukan tindakan ini konsultasikan hal ini kepada ahlinya untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Selain itu, pastikan juga terapis yang menangani penyakit Moms adalah terapis bersertifikat dan ahli di bidangnya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait