Program Hamil

21 Januari 2021

Sering Buang Air Kecil Tanda Hamil, Benarkah?

Kehamilan bisa datang dengan banyak tanda, apakah buang air kecil salah satunya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Amelia Puteri

Ketika Moms sering menghabiskan waktu di kamar kecil atau sering buang air kecil, mungkin beberapa Moms berharap bahwa itu adalah tanda bahwa Moms sedang hamil.

Bagaimanapun, hamil adalah kabar bahagia yang banyak dinanti.

Lalu, apakah sering buang air kecil tanda hamil?

Sering buang air kecil memang bisa menjadi tanda suatu penyakit yang dapat serius seperti infeksi saluran kemih (ISK), diabetes, dan penyakit lainnya.

Akan tetapi, sering buang air kecil juga bisa menjadi pertanda kehamilan.

Simak penjelasan lebih lanjut berikut ini.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil, Normal Atau Tanda Penyakit?

Mengapa Sering Buang Air Kecil Saat Hamil?

buang air kecil di malam hari-4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Batya Grundland, Dokter Khusus Perawatan, Kebidanan & Persalinan di Women’s College Hospital di Toronto, mengatakan seperti mual di pagi hari dan kelelahan, dan juga sering buang air kecil tanda hamil yang sangat umum, bahkan sejak dini.

“Tapi, sering buang air kecil akan menjadi satu-satunya tanda kehamilan yang tidak biasa. Tanda kehamilan ini sering disertai dengan tanda-tanda lain seperti haid yang terlewat, kelelahan dan nyeri payudara," katanya seperti dikutip dari Today's Parent.

Bagi banyak wanita, bisa jadi sering buang air kecil tanda hamil.

Perubahan hormon tertentu merangsang ginjal untuk mengembang dan menghasilkan lebih banyak urin, yang membantu tubuh membuang limbah ekstra lebih cepat.

Selanjutnya, saat bayi Moms semakin besar, maka rahim yang biasanya seukuran kepalan tangan juga akan tumbuh dan membentang untuk menampung bayi Moms.

Berat dari rahim dan bayi Moms yang membesar ini memberi tekanan pada kandung kemih dan berkontribusi pada keinginan untuk lebih sering buang air kecil.

Inilah mengapa bisa jadi sering buang air kecil tanda hamil.

"Ini biasanya terjadi pada usia awal kehamilan hingga sekitar usia 20 minggu. Perubahan hormonal dan tekanan fisik pada kandung kemih, membuat kemampuan ibu hamil menahan kencing berkurang," katanya menyimpulkan.

Baca Juga: Gejala Hamil yang Mengganggu, Tapi Merupakan Pertanda Kehamilan Sehat

Berapa Banyak Ibu Hamil Harus Buang Air Kecil Saat Hamil?

Frekuensi-Buang-Air-Kecil-di-Tiap-Trimester-Kehamilan-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada penelitian yang diterbitkan International Urogynecology Journal menjelaskan bahwa sebanyak 4 dari 10 perempuan tidak dapat mengontrol buang air kecil saat hamil.

Moms mungkin mengalami sering buang air kecil tanda hamil.

Lalu, mengenai seberapa sering Moms harus buang air kecil selama kehamilan, tidak ada jumlah yang benar atau salah.

Namun, Navdeep Grewal, Ahli Fisioterapi Panggul, memberikan sebuah pedoman. Wanita dan pria yang tidak hamil biasanya pergi buang air kecil sekitar 4-10 kali per hari.

Jumlah ini akan sedikit meningkat pada ibu hamil karena beberapa wanita akan mengalami gejala kehamilan ini lebih dari yang lain.

“Tapi saya pikir poin yang lebih penting adalah bahwa sering buang air kecil pada ibu hamil juga bukan gejala yang mengkhawatirkan, jika memang hanya frekuensinya yang berlebih! Itu sebenarnya gejala normal kehamilan," tuturnya.

Baca Juga: Ini Frekuensi Buang Air Kecil saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

Adakah Cara Agar Ibu Hamil Berhenti Buang Air Kecil Saat Hamil?

hindari minum kopi saat hamil 6 bulan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms mungkin mengalami sering buang air kecil sebagai tanda hamil.

Kebanyakan ibu hamil akan mendapatkan kelegaan sementara dari sering buang air kecil pada trimester kedua.

Itu karena rahim Moms yang hamil akan naik lebih tinggi di perut dan menjauh dari kandung kemih.

Akan tetapi, jangan berharap kelegaan ini berlangsung lama, karena gejala ini mungkin akan muncul kembali pada trimester ketiga.

Pada trimester terakhir ini, bayi akan turun lebih rendah di panggul sebagai persiapan untuk melahirkan dan akhirnya memberi tekanan lagi pada kandung kemih Moms.

Grundland mengatakan tidak ada cara agar ibu hamil berhenti merasa sering buang air kecil tanda hamil.

“Mencoba menghindarinya juga sia-sia. Mengurangi asupan kafein Anda adalah salah satu cara yang bisa dicoba karena kafein termasuk dalam diuretik atau sesuatu yang bisa membuat Anda buang air kecil."

Health Canada menyarankan wanita hamil untuk minum tidak lebih dari 300 mg kafein setiap hari. Namun, penting untuk tetap terhidrasi dan minum air mineral.

Jadi jika menurut Moms mengurangi berapa banyak air yang Moms minum adalah solusinya, Grundland memperingatkan bahwa itu tidak direkomendasikan secara medis.

Memilih dengan tepat minuman yang baik adalah cara yang lebih tepat jika mengalami kondisi sering buang air kecil tanda hamil.

"Selain itu, sering buang air kecil saat hamil adalah gejala yang perlu Anda atasi daripada dihindari.  Pastikan kamar mandi Anda dekat, sehingga dapat sering buang air kecil untuk mengurangi risiko inkontinensia", kata Grundland.

Grewal juga menyarankan agar Moms tidak terburu-buru ke kamar mandi, karena hal ini dapat memperburuk gejala.

Menurutnya, berjalan perlahan sambil menarik napas panjang harus dilakukan saat Moms berjalan ke kamar kecil.

Terburu-buru ke kamar kecil dapat memicu sistem "pertarungan" dalam tubuh dan menyebabkan otak berpikir bahwa ini adalah respons normal.

Hal ini dapat membuat Moms merasa seperti akan buang air kecil di celana karena respons tersebut.

Seiring waktu, hal ini menciptakan pola dan dapat memburuk hingga wanita hamil mengalami kebocoran sebelum mencapai kamar mandi.

Ketika tiba waktunya untuk buang air kecil, Grewal menyarankan untuk mencondongkan tubuh ke depan dan dengan lembut meletakkan lengan di atas lutut untuk membantu agar lebih banyak mengosongkan kandung kemih (serta usus).

Moms juga tidak disarankan untuk mengejan, karena dapat menyebabkan otot menegang.

Tidak hanya itu, mengejan juga dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil di saat selanjutnya dan juga dapat menyebabkan wasir.

Moms juga mungkin merasakan sering buang air kecil tanda hamil beberapa kali di malam hari. Jika ini terlalu mengganggu tidur, coba kurangi minum setelah pukul 4 sore.

Namun, tetap pastikan Moms minum enam hingga delapan gelas air yang diperlukan dalam sehari, padw beberapa waktu sebelum sore.

Hindari juga kopi, teh, cola, dan minuman berkafein lainnya. Seperti disebutkan sebelumnya, kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Selain itu, simpan pencahayaan malam yang lembut di kamar mandi sehingga Moms tidak perlu membutakan diri di tengah malam dengan suasana yang terlalu terang.

Demi keamanan, terangi jalan dari tempat tidur ke toilet dengan lampu malam agar Moms tidak terjatuh.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil di Malam Hari, Apa Sebabnya?

Kebocoran Urin yang Persisten Normalkah?

batuk-pada-ibu-hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selama kehamilan, terutama di trimester terakhir, Moms juga bisa mengeluarkan urin setiap kali tertawa, batuk, bersin, mengangkat sesuatu, atau berolahraga.

Ini disebut inkontinensia stres dan sebagian disebabkan oleh tekanan rahim pada kandung kemih Moms.

Ini merupakan hal yang normal. Seiring dengan lebih banyak tekanan pada kandung kemih Moms selama kehamilan, tubuh juga mengeluarkan hormon yang disebut relaxin.

Hal ini yang membuat ligamen dan otot Moms menjadi rileks, termasuk otot dasar panggul Moms.

“Inkontinensia stres dalam keadaan ini sangat umum. Anda bisa memakai pembalut kecil atau pastikan sering ke kamar mandi agar saat batuk dan tertawa tidak ada kebocoran yang merepotkan," Grundland menjelaskan.

Grundland merekomendasikan wanita melakukan senam kegel yang dimulai di awal kehamilan untuk memperkuat otot dasar panggul.

Selain berguna jika Moms mengalami sering buang air kecil tanda hamil, senam ini juga dapat mengurangi inkontinensia baik sebelum dan sesudah melahirkan.

Senam kegel mampu memperkuat otot dasar panggul yang mengelilingi uretra (saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar dari tubuh).

Untuk melakukan Kegel, kencangkan dan kemudian kendurkan otot-otot itu seolah-olah Moms sedang mencoba menghentikan aliran urin.

Usahakan otot berkontraksi selama sekitar 10 detik selama 10-20 kali berturut-turut dan setidaknya tiga kali sehari.

Baca Juga:Buang Air Kecil Mengeluarkan Darah Saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Sering Buang Air Kecil Selama Hamil, Apakah Perlu Waspada?

Cara Diet Ibu Hamil banyak minum air putih.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, sering buang air kecil tanda hamil dan selama masa kehamilan bukanlah hal yang butuh perhatian khusus.

Namun, ketika gejala ini disertai gejala lain yang menjadi tanda masalah kesehatan, maka Moms perlu berhati-hati.

"Jika sering buang air kecil disertai dengan rasa sakit, ada darah dalam urin, demam atau menggigil, itu jelas patut diperhatikan,” kata Grundland.

Menurutnya, gejala-gejala ini bisa jadi merupakan tanda infeksi saluran kemih yang umumnya juga terjadi pada kehamilan. Untuk itu, Moms harus menemui dokter untuk diperiksa dan dirawat.

Jangan berhenti minum cairan karena tubuh Moms membutuhkannya. Akan tetapi, hentikan konsumsi kafein (yang merangsang kandung kemih), terutama sebelum tidur.

Saat alam 'memanggil', maka jawablah secepat mungkin atau jangan menahannya. Termasuk jika mengalami sering buang air kecil tanda hamil.

"Pesan besarnya adalah hal ini tidak mengkhawatirkan, tetapi hanya mengganggu dan relatif mudah dikelola," lanjutnya.

Baca Juga: Cegah Infeksi Saluran Kemih, Ini 4 Tips Memakai Toilet Umum

Sering Buang Air Kecil pada Ibu Hamil, Mungkinkah ISK?

Diet Vegetarian dan ISK - infeksi saluran kemih - istockphoto.jpg

Meskipun dorongan untuk buang air kecil yang tidak pernah berhenti itu mengganggu, Moms tidak boleh mengabaikannya. Menahan urin dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).

Genangan air seni di kandung kemih merupakan tempat berkembang biaknya bakteri yang biasanya menghuni usus, seperti E. coli.

Pada beberapa orang, ISK dapat disebabkan oleh bakteri yang disebut grup B strep (GBS), yang merupakan kondisi yang lebih serius dan dapat membuat Si Kecil di dalam perut sakit parah.

ISK yang cukup parah juga terkadang membutuhkan antibiotik oral selama kehamilan dan antibiotik intravena selama persalinan, agar bayi Moms tetap aman. Gejala ISK yang khas pada ibu hamil yaitu:

  • Sering buang air kecil
  • Rasa terbakar dan nyeri saat buang air kecil
  • Urine berdarah
  • Perut bagian bawah yang lembut

Hubungi penyedia layanan kesehatan jika Moms mengalami gejala-gejala tersebut.

Selain itu, penyedia layanan kesehatan Moms mungkin akan merekomendasikan tes kultur urin di awal kehamilan dan sekali lagi pada trimester ketiga.

Perlu Moms ketahui bahwa sekitar 5%- 10% wanita hamil memiliki ISK tanpa gejala.

Tanpa pengobatan, ini dapat mengakibatkan masalah kesehatan bagi Moms dan Si Kecil, seperti infeksi ginjal, berat badan lahir rendah, atau bayi prematur.

Dokter Moms mungkin juga memeriksa bakteri pada urin disetiap kunjungan pranatal, dengan menggunakan tongkat celup yang cara penggunaannya seperti tes kehamilan di rumah.

ISK akan diobati dengan antibiotik yang aman untuk kehamilan. Karena infeksi ini terkadang kambuh, penyedia kesehatan mungkin juga melakukan kultur urin bulanan.

Jika infeksi kembali, Moms mungkin perlu minum antibiotik selama sisa kehamilan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait