Kesehatan

KESEHATAN
4 Januari 2021

Sering Buang Air Kecil Tanpa Disertai Rasa Sakit? Ini Dia 18 Penyebabnya!

Sering buang air kecil tentu akan sangat membuat tidak nyaman, meskipun hal tersebut tidak disertai rasa sakit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Apakah Moms pernah merasa selalu ingin atau bahkan merasa sering buang air kecil, tetapi tidak memiliki gejala penyakit berbahaya seperti rasa sakit? Jika ya, maka jangan khawatir terlebih dahulu karena Moms tidak sendirian.

Beberapa orang terutama wanita sering merasakan hal serupa dan menyadarinya bahwa sering buang air kecil seperti itu sangat menggangu. Dorongan terus-menerus untuk buang air kecil tanpa rasa lega bisa membuat frustrasi yang tak tertahankan.

Kondisi ini sebenarnya bisa terjadi pada pria dan wanita. Akan tetapi, memang lebih sering dialami oleh wanita. Biasanya, beberapa wanita merasa kandung kemihnya sulit untuk dikendalikan.

Setiap wanita memiliki jadwal atau kebiasaan buang air kecil yang tidak selalu sama. Akan tetapi, umumnya wanita buang air kecil sebanyak 6–8 kali setiap 24 jam adalah hal yang normal. Jika lebih dari itu dan termasuk pada malam hari yang buang air kecil lebih dari satu kali, maka hal tersebut dapat dikategorikan sering buang air kecil.

Sering buang air kecil mungkin bukan perkara besar atau hanya masalah sederhana, apalagi jika tidak disertai sakit atau gejala lainnya. Namun, tetap saja hal itu membuat kurang nyaman.

Selain mengganggu rutinitas dan aktivitas, terus-menerus ke kamar mandi juga dapat membuat seseorang stres. Terlebih, jika tidak yakin atau tidak diketahui apa penyebabnya.

Terlepas dari itu, memahami mengapa seseorang atau Moms harus sering buang air kecil adalah langkah pertama untuk lebih tenang. Seringkali, perawatan khusus dapat membantu menghentikan frekuensi buang air kecil dan membuat Moms hidup kembali sesuai jadwal biasanya.

Baca Juga: Sering Menahan Buang Air Kecil? Hati-hati, 4 Penyakit Ini Risikonya!

Penyebab Buang Air Kecil Terlalu Sering

sering  buang air kecil.jpg

Kebiasaan, kondisi medis, dan keadaan tertentu dapat menjadi penyebab seseorang menghabiskan terlalu banyak waktunya di kamar mandi. Berikut ini adalah 10++ penyebab seseorang sering buang air kecil tanpa disertai rasa sakit:

1. Terlalu Banyak Cairan

Jika Moms terus-menerus menghidrasi, maka tubuh akan membuang apa yang tidak digunakannya dan ini secara alami akan menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Kebutuhan hidrasi Moms akan berbeda tergantung pada tingkat aktivitas dan lingkungan. Jadi jika Moms sering buang air kecil tanpa rasa sakit, bisa saja Moms minum lebih banyak cairan dari yang dibutuhkan.

2. Alkohol, Kafein atau Diuretik Lainnya

Diuretik adalah sesuatu yang membuat Moms buang air kecil lebih sering dari biasanya. Moms mungkin akrab dengan diuretik umum seperti alkohol (bir, anggur atau minuman keras) dan kafein (kopi atau teh).

Pemanis buatan juga bisa berfungsi sebagai diuretik. Begitu pula makanan dan minuman yang bersifat asam, seperti yang mengandung buah jeruk atau tomat.

Jika Moms mengonsumsinya secara teratur, kemungkinan besar Moms akan lebih sering pergi ke kamar mandi. Selain itu, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kondisi lain, seperti tekanan darah tinggi, juga dapat memiliki efek samping diuretik.

3. Infeksi saluran kemih (ISK)

Kebanyakan wanita memiliki setidaknya satu infeksi saluran kemih (ISK) di beberapa titik dalam hidup mereka. ISK terjadi ketika bakteri atau sesuatu yang lain menginfeksi bagian sistem kemih, termasuk kandung kemih, uretra, dan ginjal.

Sering buang air kecil tanpa disertai rasa sakit, bisa jadi adalah gejala awal ISK. Kondisi ini bisa semakin parah ketika buang air kecil sudah diikuti gejala lain seperti rasa panas saat buang air kecil, warna urin berubah, dan terus-menerus merasa ingin buang air kecil (bahkan setelah buang air kecil).

Tidak hanya itu, Moms mungkin juga merasakan tekanan atau ketidaknyamanan di punggung atau sekitar panggul dan juga demam. Cara satu-satunya untuk tahu dan agar dapat mengatasi ISK ini lebih cepat adalah dengan memeriksakan diri ke dokter.

4. Vaginitis

Dengan vaginitis, vagina atau vulva Moms mungkin meradang dan sakit. Ada beberapa alasan untuk kondisi yang cukup umum ini dan dalam banyak kasus, beberapa jenis infeksi adalah penyebabnya.

Seiring dengan rasa sakit yang muncul dan ketidaknyamanan genital, sering buang air kecil bisa menjadi tanda lain dari vaginitis. Bahkan Moms mungkin juga merasa terbakar atau gatal saat buang air kecil. Keputihan yang berwarna putih dan kental, abu-abu serta berbau amis atau hijau kekuningan dan berbusa juga bisa muncul.

Baca Juga:Mengenal Gejala dan Penyebab Vulvovaginitis, Infeksi Vagina Pada Balita

5. Kandung Kemih Terlalu Aktif atau Overactive Bladder

Penyebab sering buang air kecil.jpeg

Kandung kemih terlalu aktif (OAB) persis seperti namanya yaitu kondisi dimana kandung kemih lebih sering kosong daripada yang seharusnya. Akibatnya, Moms akan terlalu banyak buang air kecil.

OAB Ini dapat menyerang siapa saja, tetapi lebih sering terjadi pada orang tua (meskipun bukan ciri khas dari penuaan). Ada berbagai penyebab yang mendasari dan terkadang tidak ada penyebabnya sama sekali. Selain sering buang air kecil, tanda umum OAB lainnya adalah kebutuhan mendesak untuk segera buang air kecil.

6. Sistitis interstisial atau Interstitial cystitis (IC)

Sistitis interstisial (IC) terjadi ketika otot di dalam dan sekitar kandung kemih mengalami iritasi. Penyebab pastinya tidak diketahui, tetapi kondisi ini memengaruhi lebih banyak wanita daripada pria.

Gejala pada penyakit ini bisa datang dan pergi dengan intensitasnya yang bervariasi dari orang ke orang. Akan tetapi, sering buang air kecil adalah keluhan yang umum dari gejala IC. Dengan IC, Moms juga biasanya buang air kecil dalam jumlah kecil dan sering merasa seperti masih harus buang air kecil bahkan setelah melakukannya.

7. Batu Kandung Kemih

Mirip dengan batu ginjal, batu kandung kemih muncul ketika mineral alami dalam urin seseorang bergabung bersama untuk membentuk gumpalan kecil dan keras. Mereka cenderung lebih sering terjadi pada pria, tetapi ini tidak terkecuali pada wanita.

Selain harus sering buang air kecil, Moms juga bisa mengalami rasa panas saat buang air kecil, bersamaan dengan rasa tidak nyaman di daerah perut.

8. Kehamilan

Alasan ini memang klise atau umum dipakai ketika mengalami buang air kecil yang terlalu sering. Akan tetapi, sebenarnya sangat benar bahwa wanita hamil umumnya perlu buang air kecil lebih sering dari biasanya dan biasanya memang tidak disertai sakit atau nyeri.

Rahim yang membesar memberi tekanan pada kandung kemih, yang pada gilirannya menyebabkan kandung kemih lebih sering kosong. Ini adalah bagian rutin dari drama kehamilan. Jika Moms tidak memiliki gejala lain, jadwal kamar mandi Moms akan kembali normal beberapa minggu setelah Si Kecil lahir.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Saat Hamil? Bahayakah?

9. Stres & Kecemasan

Sering buang air kecil tanpa rasa sakit, terkadang bisa menjadi respons terhadap perasaan khawatir atau gugup. Tidak begitu jelas mengapa, tetapi ini mungkin melibatkan pertarungan alami tubuh Moms atau reaksi lari dari stres.

Jika Moms mengalami kecemasan dalam kehidupan rumah tangga, pekerjaan, kehidupan sosial, atau di mana pun, menemukan cara untuk mengelola stres secara efektif dapat membantu mengurangi frekuensi buang air kecil yang bisa mengganggu ini.

10. Penurunan Estrogen (Menopause)

Moms mungkin pernah mendengar tentang estrogen sebagai hormon seks wanita. Akan tetapi perlu Moms ketahui bahwa estrogen juga berperan dalam mendukung sisi kandung kemih seorang wanita.

Itu berarti jika kadar estrogen Moms rendah seperti saat menopause, Moms mungkin mengalami buang air kecil lebih sering (lebih mendesak) karena kandung kemih terasa tertekan. Selain itu, kadar estrogen yang berkurang juga bisa menyebabkan Moms harus sering buang air kecil di malam hari.

Ini artinya sering buang air kecil bisa menjadi tanda menopause yang terjadi pada kebanyakan wanita pada usia 50 tahun. Faktanya, penurunan estrogen adalah penyebab dari beberapa gejala menopause yang umum.

Kabar baiknya adalah ada pilihan pengobatan untuk estrogen rendah atau untuk wanita menopause dan non-menopause, seperti misalnya mdlakukan terapi hormon.

11. Diabetes

Sering buang air kecil bisa menjadi tanda diabetes tipe 1 dan tipe 2, terutama jika Moms mengeluarkan banyak air seni saat buang air kecil. Dengan diabetes, tubuh Moms tidak dapat mengatur kadar gula dengan baik.

Akibatnya, sering kali ada kelebihan gula dalam sistem tubuh yang coba disingkirkan oleh tubuh Moms sendiri. Ini membantu menjelaskan mengapa sering buang air kecil merupakan tanda awal gangguan tersebut.

12. Otot Dasar Panggul yang Melemah

Otot panggul melemah.jpeg

Otot dasar panggul Moms menahan banyak organ di sistem kemih, termasuk kandung kemih. Jika otot-otot ini melemah, organ-organ bisa bergeser sedikit dari tempatnya dan menyebabkan lebih sering buang air kecil.

Melahirkan melalui vagina adalah salah satu cara otot dasar panggul menjadi tegang dan mulai kehilangan kekuatannya. Penuaan juga dapat menyebabkan melemahnya otot dasar panggul. Sering kali, sulit untuk mengetahui apakah otot dasar panggul yang melemah menyebabkan seorang wanita sering buang air kecil.

13. Diabetes Insipidus

Ini adalah kondisi yang berbeda dari diabetes tipe 1 atau tipe 2. Di sini, tubuh seseorang tidak dapat menggunakan atau tidak menghasilkan cukup vasopresin, hormon yang biasanya memberitahu ginjal untuk melepaskan air ke dalam darah saat Moms membutuhkannya.

Moms juga mungkin merasa lelah, mual, bingung, dan sangat, sangat haus. Moms juga bisa buang air kecil sebanyak 15 liter sehari atau lima kali lebih banyak dari biasanya. Dokter Moms dapat membantu memgelola gejala penyakit ini dengan pengobatan yang biasa diberikan.

Baca Juga: Apa yang Terjadi saat Ibu Hamil Mengalami Diabetes Gestasional? Ini Kata Ahli!

14. Batu Ginjal

Mineral dan garam dapat membentuk batuan kecil di ginjal. Moms biasanya merasa harus sering pergi ke kamar mandi tetapi tidak terlalu sering buang air kecil.

Bahkan Moms juga mungkin mengalami mual, demam, menggigil dan nyeri serius di sisi dan punggung yang bercabang ke selangkangan dalam bentuk gelombang.

Berat badan ekstra, dehidrasi, diet tinggi protein, dan riwayat keluarga membuatnya lebih mungkin terjadi. Batunya mungkin keluar dengan sendirinya atau Moms mungkin perlu dioperasi.

15. Stroke

Stroke terkadang merusak saraf yang mengontrol kandung kemih. Moms mungkin ingin lebih sering pergi ke toilet, tetapi mungkin tidak banyak banyak mengeluarkan air seni. Atau sebaliknya, Mom mungkin mengeluarkan banyak air seni.

Parkinson, multiple sclerosis, dan penyakit otak lainnya mungkin memiliki efek yang serupa. Dokter Moms dapat membantu mengubah pola makan dan kebiasaan kamar mandi untuk mengurangi gejala. Sayangnya, Moms mungkin memerlukan obat atau operasi dalam kasus yang serius.

16. Sembelit

Jika Moms tidak buang air besar dalam beberapa waktu (sembelit), usus Moms bisa menjadi sangat penuh sehingga mendorong kandung kemih dan membuat Moms merasa seperti harus buang air kecil lebih sering atau bahkan lebih buruk.

Sembelit dapat menambah masalah dengan melemahkan otot dasar panggul, yang membantu mengontrol usus dan kandung kemih. Bicaralah dengan dokter atau apoteker tentang bagaimana menjadi teratur kembali dalam buang air kecil.

17. Sleep Apnea atau Apnea Tidur

Tidur nyenyak memberi sinyal tubuh Moms untuk membuat hormon anti diuretik (ADH) yang memberi tahu tubuh untuk menahan air seni sampai Moms bangun. Apnea tidur bahkan mengganggu pernapasan untuk waktu yang singkat.

Kondisi ini bahkan mampu menghentikan tubuh Moms untuk mencapai tahap di mana ia membuat ADH. Ditambah lagi, darah Moms tidak mendapatkan banyak oksigen, yang memicu ginjal untuk membuang air.

18. Tumor atau Kanker

Baik tumor kanker dan tumor jinak dapat membuat Moms lebih sering buang air kecil karena mengambil lebih banyak ruang di dalam atau di sekitar kandung kemih. Darah dalam urin Moms adalah tanda terpenting jika itu kanker.

Bicaralah dengan dokter Moms jika melihat darah dalam air seni atau melihat benjolan di perut bagian bawah atau merasa sakit saat buang air kecil.

Baca Juga: Perbedaan Kista dan Tumor, Bentuknya Mirip!

Mengatasi Buang Air Kecil Berlebih

frekuensi buang air kecil saat hamil

Perawatan lain dan tindakan pencegahan yang perlu dipertimbangkan untuk mengatasi buang air kecil yang sering, yaitu:

  1. Mengenakan pakaian yang longgar, terutama celana dan pakaian dalam
  2. Mandi air hangat untuk meredakan sensasi ingin buang air kecil
  3. Minum lebih banyak cairan.
  4. Menghindari kafein, alkohol, dan diuretik lainnya.
  5. Untuk wanita, buang air kecil sebelum dan sesudah aktivitas seksual untuk mengurangi risiko ISK
  6. Berobat ke Dokter

Dorongan untuk buang air kecil tanpa atau dengan rasa sakit, akan memberi sensasi tidak nyaman dan bisa dialami baik oleh pria maupun wanita. Jika Moms mengalami sensasi ini, periksa dulu apakah Moms menderita ISK atau tidak karena itulah penyebab paling umum dari perasaan ini.

Sangat penting untuk mengetahui ISK lebih awal. Jika Moms menunggu terlalu lama, ISK dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Baca Juga: Apakah Buang air Kecil Setelah Berhubungan Bisa Mencegah Kehamilan

Bicaralah dengan dokter Moms tentang keinginan untuk buang air kecil yang Moms rasakan agar dapat menentukan tindakan terbaik yang harus diambil. Ingatlah untuk minum cairan sehat, pertimbangkan gaya hidup, dan ikuti terus keinginan Moms untuk buang air kecil kapan pun Moms perlu atau jangan menahannya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait