Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Jan 4, 2018

Sering Diabaikan, Sembarangan Menghukum Anak Bisa Merusak Otak dan Emosinya!

Bagikan


Melatih balita untuk disiplin dan taat peraturan memang bukan tugas yang gampang ya, Moms? Apalagi bagi para orang tua baru yang belum punya pengalaman serupa sebelumnya, beragam metode dilakukan agar buah hati mau menaati peraturan rumah, mulai dari sapaan, teguran, hingga hukuman fisik. Tapi, bolehkah menghukum anak dengan cara seperti itu?

Hati-hati, menghukum anak sembarangan ternyata bisa sangat berdampak buruk bagi perkembangan kejiwaannya hingga ia dewasa nanti lho, Moms. Selain akan menumbuhkan bibit perilaku merusak diri sendiri (self-destructive behavior), sembarangan menghukum anak juga akan menimbulkan masalah seperti:

Sifat agresif

foto: imperfectfamilies.com

Sebuah studi mengungkap fakta bahwa 24% anak yang sering dihukum dengan cara negatif secara verbal maupun fisik akan tumbuh dengan sifat agresif. Ini karena mereka memiliki pola pikir bahwa menghukum orang lain dengan kekerasan dan perasaan tidak enak itu diperbolehkan.

Saat nanti ia tumbuh dewasa, pola pikir ini akan terus melekat dan sulit hilang. Akhirnya, mereka tak ragu untuk menyakiti orang lain, baik secara verbal maupun fisik demi mendapatkan tujuannya.

Skill pemecahan masalah anak pun jadi sulit berkembang dengan sempurna, karena menganggap bahwa kekerasan adalah satu-satunya jalan yang paling efektif.

Baca juga: Tips Mendisiplikan Anak Tanpa Iming-Iming Maupun Hukuman

Merusak otak anak

foto: netdna-cdn.com

Bukan hanya akan meninggalkan luka lebam atau memar, riset yang dilakukan oleh Streeck Fischer & Van Der Kolk pada tahun 2000 menemukan bahwa menghukum anak secara fisik ternyata bisa merusak otak anak.

Salah satu aspek yang paling terpengaruh adalah perkembangan kognitif balita, sehingga akan mengganggu prestasi dan kemampuan belajarnya di sekolah.

Anak yang sering dihukum dengan kekerasan verbal atau fisik biasanya menjadi sulit untuk berkonsentrasi, menerima dan memproses informasi baru, serta mudah melupakan informasi yang sudah diterima.

Bahkan, beberapa bagian otak bisa rusak serta IQ-nya menurun sebagai dampak menghukum anak secara fisik sembarangan.

Perkembangan emosional menyimpang

foto: merseycare.nhs.uk

Pernahkah Moms merasa penasaran, apa alasan yang membuat anak menjadi pelaku bullying? Ternyata, sifat agresif dan tidak segan untuk melakui orang lain para bully tumbuh akibat dampak menghukum anak dengan cara yang salah.

Anak yang sering dihukum dengan cara dibentak dan dipukul berisiko tumbuh dengan skill emosional yang menyimpang, sehingga sulit merasakan empati dan simpati pada orang lain. Jadi, tak heran kalau mereka sulit menghargai perasaan dan hak orang lain serta sangat rentan tumbuh dewasa dengan kondisi kejiwaan yang tidak stabil.

Melihat dampak menghukum anak sembarangan yang cukup serius, sudah sewajarnya kalau setiap orang tua selalu mengingat bahwa hukuman adalah sarana untuk pembelajaran anak dan BUKAN untuk melampiaskan kemarahan sesaat. Apa Moms punya tips memberikan hukuman pada anak dengan cara yang baik?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.