Kesehatan

KESEHATAN
19 November 2020

Sering Dianggap Sama, Apa Perbedaan Kadas, Kurap, Kudis dan Panu?

Sama-sama gatal, tapi beda gejala dan penyebabnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Penyakit kulit satu ini cukup sering dialami baik anak ataupun orang dewasa. Kadas, kurap, kudis dan panu biasanya menyerang kulit di anggota tubuh yang sering berkeringat.

Rasa gatal tak tertahankan dan keinginan untuk menggaruk sebaiknya ditahan ya, Moms dan Dads.

Meski keempatnya sering dialami dan dijumpai, rupanya masih banyak orang tua yang belum tahu perbedaan kadas, kurap, kudis dan panu.

Baca Juga: Mudah Dicoba, Ini 5 Cara Mengatasi Kulit Gatal Karena Diabetes

Selain penting untuk melakukan langkah pencegahan, dengan mengetahui perbedaan kadas, kurap, kudis dan panu, Moms bisa segera memberikan pengobatan yang efektif sesuai gejala serta penyebabnya.

Supaya tidak tertukar lagi, perhatikan dulu perbedaan kadas, kurap, kudis, dan panu berikut ini ya, Moms.

1. Kadas

Kadas.jpg

Foto: Klikdokter

Kadas adalah kondisi kulit yang mengalami infeksi jamur. Melansir Centers for Disease Control and Prevention, infeksi jamur disebabkan dari beragam spesies jamur. Jamur ini yang menyebabkan kadas pada kulit.

Kadas sangat mudah menular. Proses penularannya dapat melalui kontak erat dengan penderita, hewan yang menderita kadas, benda-benda yang dipakai penderita, bahkan lingkungan sekitar yang memiliki jamur penyebab kadas.

Gejala Kadas

Nah untuk memudahkan Moms mengetahui ciri-ciri penderita kadas, simak artikel ini ya.

  1. Timbul benjolan pada kulit yang bersisik dan berwarna merah. Lama kelamaan benjolan atau kulit bersisik ini akan semakin jelas bentuk tonjolannya.
  2. Permukaan pada benjolan biasanya mulus, bersisik, dan timbul bintik-bintik merah.
  3. Biasanya kadas ditemukan di berbagai bagian kulit, termasuk kulit kepala.
  4. Rasa gatal tak tertahankan.

Baca Juga: 7 Penyakit yang Ditandai Kulit Gatal, Salah Satunya Sakit Ginjal!

2. Kurap

Kurap.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kurap atau ringworm adalah penyakit kulit akibat infeksi jamur yang sangat menular, baik melalui sentuhan atau berbagi barang dengan orang maupun hewan peliharaan yang sudah terinfeksi.

Mengutip informasi dari situs WebMD, gejala kurap yang paling mudah dikenali adalah ruam berbentuk cincin dengan bagian pinggir yang berwarna kemerahan dan sedikit menonjol.

Jamur kurap ini dapat ditularkan dari penderita kurap yang melakukan kontak fisik, hewan peliharaan dan menyentuh benda-benda dari penderita.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Salep Eksim untuk Bayi, Sudah Tahu?

Pastikan selalu cuci tangan dengan sabun setelah memegang barang-barang dan setelah bermain dengan hewan.

Sebagian besar kasus kurap pada anak terjadi di kulit kepala dan terkadang menyebabkan pitak, tapi bisa juga muncul di area tubuh anak lain seperti kuku, selangkangan, kaki, wajah, ataupun telapak tangan.

Kurap ringan bisa diobati dengan mengoleskan salep anti-jamur selama 2 sampai 4 minggu, untuk memastikan jamur mati sepenuhnya dan kurap tidak kambuh lagi.

Diketahui juga, jamur ini juga dapat ditemukan di tanah. Selalu cuci kaki dengan bersih ya jika dari luar rumah.

Gejala Kurap

Mari ketahui ciri-ciri kurap agar tidak tertukar ya.

  1. Munculnya area bersisik berwarna merah di permukaan kulit.
  2. Ruam merah membentuk cincin.
  3. Area cincin sedikit menonjol dan terlihat jelas.
  4. Rasa gatal yang cukup panas.
  5. Kurap biasa ditemukan di tangan, kaki, wajah dan tubuh.

Pengobatan Kurap dan Kadas

Jika kondisi anak belum parah dan masih bisa diatasi dengan cara ini di rumah ya, Moms.

  1. Gunakan salep kurap atau antijamur yang bisa dibeli tanpa resep dokter.
  2. Salep antijamur mengandung clotrimazole atau miconazole. Kandungan utama ini untuk mencegah jamur berkembangbiak.
  3. Salepkan di area terjangkit tipis-tipis.
  4. Jika 2 minggu belum membaik, segera konsultasi dengan dokter.

Jangan lupa juga untuk rajin mengganti sprei secara berkala ya. Ini agar kurap dan kadas tidak menyebar ke anggota tubuh lain.

Pada area kulit yang gatal juga bisa dikompres menggunakan air dingin atau air panas selama 20 menit. Ini untuk membunuh jamur yang menempel pada kulit.

Baca Juga: 7 Tips Merawat Kulit Sensitif Balita

3. Kudis

Kudis

Foto: Grid.Id

Berbeda dengan panu dan kurap yang disebabkan oleh jamur, kudis atau skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau mikroskopik Sarcoptes scabiei.

Menurut studi Harvard Health Publishing, kutu atau tungau kudis proses perkembangbiaknya cukup cepat. Saat seseorang terjangkit kudis, tungau betina akan hamil dan menggali lubang di permukaan kulit untuk bertelur.

Telur-telur itu setelah tiga hingga delapan hari akan menetas dan menyebar ke permukaan kulit dan berkembangbiak.

Penderita kudis biasanya merasakan gatal cukup hebat pada fase ini.

Gejala kudis biasanya baru muncul enam minggu setelah terkena tungau, berupa ruam atau bentol seperti jerawat yang terasa sangat gatal di malam hari. Kalau digaruk, ruam bisa berubah menjadi luka infeksi.

Baca Juga: Jangan Sembarangan, Atasi Kulit Kering pada Balita dengan 5 Cara Tepat Ini

Gejala Kudis

  1. Muncul bintil-bintil berwarna putih bergerak di kulit
  2. Permukaan kulit berubah menjadi sisik dan kasar
  3. Kudis dapat ditemukan di berbagai anggota tubuh
  4. Rasa gatal yang tak tertahankan
  5. Menurun kondisi kesehatan tubuh

Pengobatan Kudis

Kudis dapat diobati di rumah dengan cara berikut ini.

  1. Oleskan salep mengandung permethrin untuk membunuh tungau beserta telurnya.
  2. Penggunaan obat dilakukan saat malam hari dan oleskan tipis-tipis.
  3. Gejala akan mulai berkurang setelah satu hingga empat minggu masa pengobatan
  4. Cara lain, penderita dapat berendam di air dingin atau mengompres pada area kulit yang terinfeksi.
  5. Menggunakan pelembab atau lotion mengandung kalamin.

Pastikan Moms dan Dads konsultasikan ke dokter terlebih dahulu ya sebelum melakukan pengobatan mandiri.

Memang tak mudah untuk membunuh tungau serta obat lain untuk mengurangi gejala gatal dan risiko infeksi.

4. Panu

Panu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dikenal dengan istilah medis tinea versicolor atau pityriasis versicolor, panu adalah masalah kulit yang paling sering terjadi pada anak yang tinggal di daerah tropis seperti Indonesia.

Berbeda halnya dengan kadas, kurap dan kudis, panu tidak menular antar manusia. Panu adalah infeksi jamur yang ditandai timbul bercak berwarna terang pada kulit.

Infeksi kulit ini muncul secara perlahan dan lama kelamaan akan membentuk bercak yang lebih besar.

Area kulit yang paling terjangkit panu adalah muka, punggung, dada, lengan dan leher.

Meski tidak terlalu menyakitkan seperti kadas, kurap dan kudis, panu menyebabkan rasa kepercayaan diri seseorang menurun.

Gejala Panu

Menurut American Academy of Dermatology, panu adalah masalah kulit tidak berbahaya dan tidak menular yang bisa dikenali dari gejala, seperti:

  • Bercak dengan warna yang lebih terang atau gelap dari warna kulit sekitarnya. Bisa muncul di bagian tubuh manapun, terutama wajah.
  • Bercak memiliki tekstur kering bersisik dan terasa gatal, terkadang terlihat seperti ruam merah.
  • Sering muncul saat musim panas dan menghilang saat musim hujan.

Baca Juga: Mengenal Panu pada Balita, 1 dari 4 Penyebab Perubahan Warna Kulit pada Wajah Balita

Panu paling sering disebabkan oleh jamur jenis Malassezia globosa, yang bisa berkembang biak dengan sangat cepat dalam kondisi cuaca panas dan lembap, tubuh sering berkeringat, kulit berminyak, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Pengobatan Panu

Panu dapat diatasi dengan cara berikut.

  1. Gunakan sampo antijamur. Sampo antijamur dapat ditemukan yang mengandung ketoconazole dan selenium sulfide. Ini untuk membunuh jamur pada kulit kepala.
  2. Penggunaan sampo ini dapat memberikan efek samping kulit kepala kering dan iritasi.
  3. Oleskan krim antijamur yang mengandung miconazole, clotrimazole dan lotion selenium sulfide.
  4. Pastikan sebelum mengoleskan krim antijamur, area kulit telah dibersihkan ya.

Jamur penyebab panu bisa dimatikan dengan mengoleskan salep anti-jamur pada area kulit yang bermasalah, tapi butuh waktu beberapa minggu sampai warna kulit Si Kecil kembali seperti semula ya, Moms.

Pengo

Pencegahan Kadas, Kurap, Kudis dan Panu

Dilansir KidsHealth, penyakit kulit ini dapat dicegah dengan persiapan yang matang.

  1. Selalu mandi setiap harinya. Setidaknya tiga kali sehari, setelah berolahraga dan berkeringat.
  2. Pastikan memakai pakaian yang bersih dan bebas dari kotoran.
  3. Ganti pakaian setiap habis mandi ataupun berkeringat
  4. Gunakan handuk masing-masing dan tidak berbarengan
  5. Cuci tangan dengan sabun setelah bermain atau memegang hewan

Segera bawa Si Kecil ke dokter kalau gejala kadas, kurap, kudis dan panu tidak kunjung hilang setelah beberapa minggu melakukan pengobatan ya, Moms.

Apa Moms pernah punya pengalaman dalam mengatasi kadas, kurap, kudis, dan panu pada anak?

Artikel Terkait