Kesehatan

18 Mei 2021

Mengenal Serotonin, Hormon yang Membuat Kita Bahagia!

Kunci kebahagiaan ada di hormon ini, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms mungkin sudah tidak asing lagi dengan hormon yang satu ini. Yap, hormon serotonin! Hormon ini sering dikenal sebagai hormon kebahagian.

Serotonin adalah produksi sel saraf kimiawi. Cara kerja hormon ini adalah mengirim sinyal di antara sel-sel saraf sehingga berperan dalam mengatur suasana hati kita.

Sebagian besar hormon ini ditemukan di sistem pencernaan, trombosit darah, dan di seluruh sistem saraf pusat.

Hormon ini berasal dari asam amino esensial triptofan. Asam amino ini masuk ke tubuh melalui makanan dan biasanya ditemukan, seperti kacang-kacangan, keju, dan daging merah.

Oleh sebab itu, jika Moms mengonsumsi makanan tersebut secara otomatis dapat meningkatkan suasana hati menjadi gembira.

Sebaliknya, jika Moms kekurangan triptofan menyebabkan gangguan mood, seperti kecemasan, depresi, hingga galau.

Baca Juga: Ternyata Kecemasan Berlebih Bisa Jadi Penyebab Diare! Kenali Penyebab Lainnya dan Cara Mencegahnya

Fungsi Serotonin untuk Tubuh

bahagia

Foto: Orami Photo Stock

Serotonin memengaruhi setiap bagian tubuh, mulai dari emosi hingga keterampilan motorik.

Hormon ini dianggap sebagai kontrol atas suasana hati alami. Ini adalah bahan kimia yang membantu sel tidur, makan, dan mencerna.

Selain itu, hormon ini juga membantu:

Berikut cara kerja serotonin dalam berbagai fungsi di seluruh tubuh:

  • Pergerakan usus: Hormon ini ditemukan terutama di perut dan usus tubuh. Ini membantu mengontrol pergerakan dan fungsi usus.
  • Suasana hati: Hormon ini di otak dianggap mengatur kecemasan, kebahagiaan, dan suasana hati. Kadar bahan kimia yang rendah telah dikaitkan dengan depresi, dan peningkatan kadar serotonin yang disebabkan oleh pengobatan dianggap menurunkan gairah.
  • Mual: Hormon ini meningkat dalam darah, yang menstimulasi bagian otak yang mengontrol rasa mual.
  • Tidur: Hormon ini bertanggung jawab untuk merangsang bagian otak yang mengontrol tidur dan bangun. Apakah Moms tidur atau bangun tergantung pada area mana yang dirangsang dan reseptor serotonin mana yang digunakan.
  • Pembekuan darah: Trombosit darah melepaskan hormon ini untuk membantu menyembuhkan luka. Serotonin menyebabkan arteri kecil menyempit, membantu pembentukan gumpalan darah.
  • Kesehatan tulang: Serotonin berperan dalam kesehatan tulang. Kadar hormon ini yang sangat tinggi di tulang dapat menyebabkan osteoporosis, yang membuat tulang lebih lemah.
  • Fungsi seksual: Kadar serotonin yang rendah dikaitkan dengan peningkatan libido, sementara peningkatan kadar hormon ini dikaitkan dengan penurunan libido.

Baca Juga: 4 Penyebab dan Cara Mengatasi Stres saat Liburan

Hubungan Serotonin dengan Kesehatan Mental

kesehatan mental

Foto: Orami Photo Stock

Serotonin memang dikenal mengatur suasana hati secara alami. Ketika kadar hormon ini normal, Moms akan merasakan lebih bahagia, tenang, fokus, dan stabil secara emosional.

Mengutip Pharmacopsychiatry, sebuah studi tahun 2007 menemukan bahwa orang dengan depresi seringkali memiliki kadar hormon yang rendah. Kekurangan serotonin juga dikaitkan dengan kecemasan dan insomnia.

Oleh karena itu, jika Moms memiliki kadar hormon ini yang rendah akan menyebabkan gejala-gejala gangguan kesehatan, seperti:

  • Ketidakstabilan suasana hati: Hormon ini membantu mengatur suasana hati. Jika Moms merasa sangat mudah tersinggung atau down tanpa alasan yang jelas mungkin memiliki kadar hormon yang rendah.
  • Depresi: Perasaan sedih, putus asa, dan marah, serta kelelahan kronis dan pikiran untuk bunuh diri, dapat mengindikasikan depresi.
  • Kecemasan: Kadar serotonin yang rendah dapat menyebabkan kecemasan. Seseorang bahkan bisa mengalami gangguan obsesif-kompulsif. Ini adalah gangguan kecemasan di mana seseorang menggunakan perilaku kompulsif, seperti mencuci tangan, untuk mengatasi pikiran cemas yang mengganggu.
  • Skizofrenia: Moms dapat mengalami pikiran yang tidak biasa yang tidak didasarkan pada kenyataan dan dapat mengembangkan delusi, seperti melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada.
  • Masalah memori: Seseorang dengan demensia mungkin juga memilki kadar serotonin yang rendah. Sebuah penelitian Nature Reviews Neurology juga mengaitkan depresi dengan peningkatan risiko demensia.

Baca Juga: Ini Penjelasan Mengapa Halaman Rumah Ternyata Mempengaruhi Kesehatan Mental Kita

Penyebab Kadar Serotonin Rendah

depresi

Foto: Orami Photo Stock

Depresi dan gangguan mood lain yang terkait dengan hormon ini bersifat multifaktorial, artinya ada lebih dari satu alasan terjadinya. Memiliki kadar serotonin yang rendah tidak dengan sendirinya dapat menyebabkan depresi.

Namun, kadar hormon ini yang rendah dapat berkontribusi pada suasana hati, tidur, pencernaan, dan masalah lainnya.

Tidak ada penyebab tunggal dari rendahnya kadar hormon ini, tetapi biasanya terjadi karena Moms tidak memiliki cukup serotonin atau penggunaan serotonin yang miliki tidak efisien.

Penyebab pertama Moms memiliki kadar hormon ini yang rendah karena tubuh tidak memproduksi cukup untuk mempertahankan tingkat normal.

Selain itu, mengapa Moms memiliki kadar hormon ini rendah adalah tubuh membuat serotonin, ia tidak bekerja secara efektif.

Kondisi ini dapat terjadi jika tubuh tidak memiliki cukup reseptor serotonin di otak, atau tubuh tidak bekerja dengan baik, seperti menyerap dan memecahkan hormon ini terlalu cepat.

Baca Juga:Jangan Anggap Remeh, Kenali 10 Gejala Depresi yang Dapat Dialami

Kadar Serotonin yang Normal

bahagia

Foto: Orami Photo Stock

Umumnya, kisaran normal kadar serotonin dalam darah adalah 101-283 nanogram per mililiter (ng / mL). Tolok ukur ini, mungkin sedikit berbeda tergantung pada pengukuran dan sampel yang diuji.

Jadi konsultasikan dengan dokter tentang hasil tes tertentu.

Kadar hormon ini yang tinggi dapat menyebabkan tanda sindrom karsinoid. Ini melibatkan sekelompok gejala yang berkaitan dengan tumor:

Seorang dokter akan melakukan tes darah untuk mengukur kadar hormon ini dalam darah agar dapat mendiagnosis penyakit dan menyembuhkannya secara tepat.

Baca Juga: Penelitian Menunjukkan Bahwa Orang yang Mandi Lama Merupakan Tanda Tak Bahagia, Apa Moms Termasuk?

Cara Meningkatkan Serotonin

bahagia

Foto: Orami Photo Stock

Agar tubuh merasa bahagia dan mencegah kesehatan mental, Moms harus memiliki kadar hormon ini yang cukup.

Meningkatkan hormon ini tidak hanya mengonsumsi makanan. Namun, ada beberapa cara yang bisa Moms lakukan.

1. Psikoterapi

Psikoterapi adalah cara yang umum digunakan untuk mengatasi gangguan mental dan psikologis. Metode ini dapat membantu meringankan gejala berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan, depresi, insomnia, dan trauma.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa terapi juga dapat meningkatkan kadar hormon ini. Misalnya, satu studi Psychodynamic Psychotherapy Research tahun 2012 menemukan bahwa terapi meningkatkan reseptor serotonin di otak orang dengan depresi berat.

2. Kurangi Stres

Stres adalah reaksi tubuh ketika mendapatkan sebuah ancaman atau tekanan.

Stres kronis dapat memengaruhi cara otak memproses atau memproduksi hormon ini, menyebabkan berbagai gejala.

Agar stres tidak terus berlanjut sampai menimbulkan gangguan kesehatan, Moms bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti berlibur, olahraga, atau menonton film kesukaan.

3. Paparan Cahaya Sinar Matahari

Cara yang satu ini sangat sederhana. Moms ternyata sinar matahari dapat meningkatkan kadar hormon ini di dalam tubuh, lho.

Mengutip Journal of Psychiatry & Neuroscience, menemukan bahwa cahaya matahari dapat membantu mengobati depresi dan juga meningkatkan kadar hormon ini.

Untuk memaksimalkannya mendapatkan cahaya sinar matahar yang cukup, Moms bisa menghabiskan waktu di luar rumah atau berjemur setidaknya 10-15 menit.

Namun, jangan lupa untuk memakai tabir surya jika Moms akan berada di luar lebih dari 15 menit.

Baca Juga: Layak Dicontoh, 7 Cara Efektif Membesarkan Anak Bahagia Ala Pola Asuh Belanda

4. Suplemen

Beberapa suplemen makanan dapat membantu untuk memulai produksi dan pelepasan hormon ini dengan meningkatkan triptofan.

Sebelum mengonsumsi suplemen, ada baiknya Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui takaran suplemen yang harus dikonsumsi sesuai dengan kondisi.

Umumnya, ada beberapa kandungan suplemen sudah terbukti meningkatkan hormon ini dan mencegah depresi.

  • Triptofan murni: Suplemen triptofan mengandung lebih banyak triptofan daripada sumber makanan, sehingga dapat meningkatkan kadar hormon ini.
  • SAMe (S-adenosyl-L-methionine): Kandungan ini membantu meningkatkan hormon ini dan memperbaiki gejala gangguan mental, tetapi jangan meminumnya dengan suplemen atau obat lain yang meningkatkan hormon ini, termasuk antidepresan dan antipsikotik tertentu.
  • 5-HTP: Kandungan suplemen ini dapat dengan mudah masuk ke otak dan menghasilkan hormon ini. Sebuah studi kecil tahun 2013 menunjukkan bahwa suplemen ini bekerja secara efektif bagi seseorang yang mengalami gejala awal depresi.

5. Pijat

Pijat tidak hanya membuat tubuh terasa bugar, tetapi dapat membantu meningkatkan serotonin, dopamin, dan neurotransmitter hormon yang terkait dengan suasana hati.

Pijat juga membantu menurunkan kortisol, hormon yang diproduksi tubuh saat stres.Moms bisa melakukan pijat setidaknya 20 menit.

Nah itu dia Moms penjelasan mengenai serotonin. Ternyata hormon ini sangat penting bagi suasana hati kita ya. Maka dari itu, Moms harus menjaga kadar hormon ini agar selalu bahagia.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8852528/
  • https://www.verywellmind.com/what-is-serotonin-425327
  • http://link.springer.com/chapter/10.1007/978-1-60761-792-1_13
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2077351/
  • https://www.healthline.com/health/mental-health/serotonin
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait