Parenting Islami

6 Oktober 2021

Ketahui Tata Cara Sholat Ghaib Lengkap dengan Bacaan Niat dan Dalilnya

Sholat ghaib merupakan sebuah kewajiban atau fardhu kifayah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Di Indonesia, mendoakan keluarga, sahabat, tetangga, kerabat dekat, atau bahkan orang yang tak dikenal yang meninggal sudah menjadi tradisi. Dalam ajaran Islam dikenal 2 cara mendoakan atau mensholatkan mereka yang sudah meninggal, yaitu sholat jenazah dan sholat ghaib.

Melansir NU Online, sholat jenazah maupun sholat ghaib merupakan sebuah kewajiban atau fardhu kifayah bagi umat Muslim.

Ketika salah seorang atau keluarga di suatu tempat sudah melaksanakannya, maka kewajiban sudah gugur bagi orang yang lain.

Meski begitu, melaksanakan sholat jenazah tetap dianjurkan bagi siapa pun yang mengetahui kematian saudara Muslimnya.

Beda Sholat Jenazah dan Sholat Ghaib

sholat gaib

Foto: Inisiatifnews.com

Baca Juga: Sholat Tasbih: Tata Cara, Bacaan, dan Manfaatnya Jika Diamalkan

Umat Muslim mengenal istilah takziah atau melayat, yang dilakukan dengan mendatangi rumah duka, membaca rangkaian doa, dan memberikan ucapan belasungkawa pada keluarga yang ditinggalkan. 

Dalam kegiatan takziah ini, dilakukan sholat jenazah untuk memohonkan ampun dan mendoakan orang yang meninggal.

Apabila fisik jenazah dari orang meninggal dapat dijangkau, maka dapat langsung disholatkan bersama keluarga, kerabat ataupun tetangga.

Namun, apabila jenazah tersebut tidak terjangkau, atau jenazah berada ditempat yang jauh seperti di luar negeri, maka tetap disholatkan dengan melaksanakan sholat jenazah secara gaib. 

Sholat gaib juga dilakukan untuk jenazah yang tidak diketahui keberadaannya, seperti dalam kecelakaan pesawat, tenggelam dan sebagainya.

Tata Cara Sholat Gaib

sholat gaib

Foto: Cnnindonesia.com

Baca Juga: Tata Cara Sholat Hajat dan Keutamaannya yang Luar Biasa, Masya Allah!

Tata cara sholat ghaib tidak jauh berbeda dari tata cara sholat jenazah. Perbedaannya hanya pada niat dan ada tidaknya jenazah di hadapannya.

Berikut adalah tata cara atau rukun sholat gaib yang harus dilakukan.

1. Niat

Pertama adalah niat. Sama halnya dengan sholat lainnya, sholat gaib wajib dilakukan dengan niat.

2. Berdiri bila Mampu

Berbeda dengan sholat lima waktu, sholat gaib dilakukan dengan berdiri, tidak sujud ataupun rukat.

Namun, bagi yang tidak mampu dapat melaksanakan sholat dalam posisi duduk ataupun sesuai dengan yang dimampuinya.

3. Takbir Empat Kali

Selanjutnya adalah membaca 4 takbir termasuk takbiratul ihram, yang dilanjutkan membaca surat Al Fatihah pada takbir pertama.

Takbir kedua membaca sholat atas nabi minimal sholat pendek yaitu “Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad”.

Kemudian dilanjutkan dengan mendoakan orang yang meninggal pada takbir ketiga, yaitu “Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa ‘afihi wa’fu anhu.” Artinya, "Ya Allah ampunilah dia, berilah dia rahmat dan sejahterakan serta maafkanlah dia".

Pada takbir terakhir atau takbir keempat, disunahkan untuk membaca doa sebelum salam. Doa yang bisa dibaca adalah “Allahumma la tahrimna ajrahu wala taftinna ba’dahu waghfirlana walahu”.

Artinya, "Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahalanya yang akan sampai kepada kami, dan jangan Engkau memberi fitah kepada kami sepeninggalnya serta ampunilah kami dan dia".

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Tata cara sholat gaib selanjutnya adalah membaca surat al-Fatihah, berdasarkan hadits riwayat Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda:

“Amarana Rasûlullâhi shalallâhu ‘alaihi wasallam an naqra‘a bi fâtihatil kitâb ‘alâ janâzah"

(Rasulullah SAW memerintahkan kami membaca surah al-Fatihah saat shalat jenazah). (HR Ibnu Majah).

5. Membaca shalawat kepada Rasulullah SAW

Tahap berikutnya adalah membaca shalawat kepada Nabi saw setelah takbir kedua.

Minimal dengan membaca "Allahummâ shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad". Namun yang paling sempurna adalah membaca shalawat Ibrahimiyah yang biasa dibaca saat tasyahud akhir dalam shalat.

6. Doa untuk jenazah

Dalilnya merupakan sabda Rasulullah SAW. Berikut doa Rasulullah saw yang diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik ra:

Allahummagfir lahû warhamhû wa’fu ‘anhû wa’âfihî wa akrim nuzulahû wa wassi’ madkhalahû waghsilhu bi mâ‘in wa tsaljin wa baradin wa naqqihi minal khathâyâ kamâ yunaqqast tsaubul abyadhu minad danas wa abdilhu dâran khairan min dârihî wa ahlan khairan min ahlihî wa zaujan khairan min zaujihî waqihî fitnatal qabri wa ‘adzâbin nâr.

Artinya,

Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah ia, maafkanlah dan berilah ia keafiatan (nasib ukhrawi yang baik), muliakanlah tempatnya, lapangkanlah jalurnya, basuhlah ia dengan air surgawi yang sejuk nan segar, bersihkanlah ia dari noda-noda kesalahan laiknya baju putih yang kembali mengkilap setelah dibersihkan dari kotoran dan noda, gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih indah, keluarga dan pasangan yang lebih baik, lindungilah ia dari fitnah kubur dan siksa neraka.”

7. Salam

Selanjutnya adalah membaca salam setelah takbir keempat. Namun, setelah takbir dan sebelum salam, disunnahkan membaca doa berikut:

Allâhumma lâ tahrimnâ ajrohû walâ taftinnâ ba’dahû wagfir lana walahû”

(Ya Allah, janganlah engkau jadikan kami penghalang pahalanya, dan janganlah biarkan kami dalam ajang fitnah, umpatan atau buah bibir setelah ini semua, dan ampunilah kami dan dia.)

Salam diucapkan menoleh ke arah kanan dan kiri. Dengan demikian telah ditunaikan sholat jenazah atau sholat gaib ini

Niat Sholat Gaib

Keutamaan Membaca Alquran -2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Baca Juga: Ini Tata Cara Sholat Jumat Hingga Doa yang Dianjurkan, Yuk Simak!

Seperti ibadah sholat lainnya, niat menjadi salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan.

Untuk niatnya, dapat diklasifikasi tergantung jenis kelamin, jumlah jenazah dan status mushalli-nya apakah menjadi imam, makmum, atau sholat sendiri.

Berikut adalah lafal niat sholat gaib:

1. Jenazah Laki-laki

Ushallî ‘alâ mayyiti (fulân) al-ghâ-ibi arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.

Artinya,

“Saya menyalati jenazah ‘Si Fulan (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”  

2. Jenazah Perempuan

Ushalli ‘ala mayyitati ‘fulanah’ al-ghaibati arba’a takbiratin fardhal kifayâti imaman/ma’muman lillahi ta’ala.

Artinya,

“Saya menyalati jenazah ‘Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

3. Jenazah Dua Laki-laki/Satu Laki-laki dan Satu Perempuan/Dua Perempuan

Ushallî ‘alâ mayyitaini/mayyitataini ‘Fulânin wa Fulânin—Fulân wa Fulânah/Fulanâh wa Fulânah’ al-ghaibaini/al-ghaibataini arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.

Artinya,

“Saya menyalati dua jenazah ‘Si Fulan dan Si Fulan/Si Fulan dan Si Fulanah/Si Fulanah dan Si Fulanah (sebutkan namanya)’ yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

4. Jenazahnya Banyak

Ushallî ‘alâ jamî’i mautâ qaryati kadzâl ghaibînal muslimîna arba’a takbîrâtin fardhal kifayâti imâman/ma’mûman lillâhi ta’âlâ.  

Artinya,

“Saya menyalati seluruh umat muslim yang jadi korban  di desa ‘...’ (sebutkan nama desanya) yang berada di tempat lain empat takbir dengan hukum fardhu kifâyah sebagai imam/makmum karena Allah ta’âlâ.”

Dalil Sholat Ghaib

sholat gaib

Foto: Storage.nu.or.id

Terdapat beberapa dalil dan pendapat dari para ulama yang menjelaskan tentang pelaksanaan sholat ghaib.

Jarak Jauh atau Lain Negara

Ada dalil yang menyebutkan bahwa sholat ghaib tidak boleh dilakukan jika orang yang meninggal masih dalam satu negara. Sedangkan orang tidak dapat hadir karena sakit atau ditahan.

Namun ada pula pendapat ulama yang menyatakan bahwa, sholat gaib dapat dilakukan karena orang yang meninggal dalam keadaan jauh atau lain negara.

Sekali Sholat

Dalil yang menyebutkan bahwa sholat gaib dapat dilakukan dengan sekali sholat, dan niat untuk beberapa jenazah atau orang yang meninggal secara menyeluruh.

Sehingga dapat dipahami bahwa soalat gaib dapat dilakukan secara sekaligus untuk beberapa jenazah atau korban atau orang yang meninggal akibat bencana, kecelakaan, atau penyakit.

Batasan Ghaib

Dalam pelaksanaan sholat ghaib disebutkan bahwa batasan ghaib adalah ketika seseorang berada di sebuah tempat di mana panggilan azan sudah tidak terdengar.

Jika sudah di luar jangkauan, maka sholat ghaib bisa dilakukan untuk memohonkan ampun dan mendoakan orang yang meninggal.

Baca Juga: Sering Bingung Sholat Saat Bepergian? Pakai Aplikasi Arah Kiblat Ini Agar Lebih Praktis

Itulah dia mengenai tata cara sholat ghaib, lengkap dengan bacaan niat serta terjemahan dan dalilnya. Semoga bermanfaat ya!

  • https://islam.nu.or.id/post/read/130391/tata-cara-shalat-ghaib-niat-syarat-dan-rukunnya
  • http://eprints.radenfatah.ac.id/2436/1/Fiqh%20shalat%20jenazah.pdf
  • https://www.scribd.com/doc/312995676/Sholat-Ghaib
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait