Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
28 Mei 2020

Si Kecil Selalu Melawan? Mungkin Anak Mengalami ODD (Oppositional Defiant Disorder)

Waspadai jika dalam enam bulan terakhir Si Kecil selalu bersikap menentang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fitria Rahmadianti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Melawan dan menentang sesekali adalah tanda perkembangan yang sehat pada anak-anak. Namun kalau terjadi terus-menerus, jangan-jangan anak mengalami ODD (oppositional defiant disorder).

ODD atau gangguan menentang oposisional ditandai dengan pola marah, sensitif, membantah, menentang, atau mendendam yang sering dan menetap terhadap Moms atau orang berwenang lain.

Terkadang sulit membedakan antara anak yang berkemauan keras atau emosional dengan anak mengalami ODD (oppositional defiant disorder). Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5) berikut bisa membantu Moms dan dokter mengenali gejala ODD pada Si Kecil.

Anak Mengalami ODD (Oppositional Defiant Disorder) Jika…

Anak Mengalami ODD (Oppositional Defiant Disorder) Jika….jpg

Foto: mohamed Abdelgaffar from Pexels

Tanda-tanda ODD biasanya mulai terlihat di usia prasekolah, atau maksimal di awal usia belasan. Waspadai jika gejala berikut dialami Si Kecil selama minimal enam bulan:

Suasana hati yang sensitif dan mudah marah

  • Sering dan mudah hilang kesabaran
  • Sering tersinggung dan mudah kesal terhadap orang lain
  • Sering marah dan sakit hati

Membantah dan perilaku menentang

  • Sering membantah orang dewasa atau orang yang berwenang
  • Sering aktif menentang atau menolak mengikuti permintaan atau peraturan orang dewasa
  • Sering dengan sengaja mengganggu atau membuat marah orang lain
  • Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan atau perilaku buruknya

Pendendam

  • Sering iri hati atau mendendam
  • Menunjukkan perilaku dengki atau menaruh dendam setidaknya dua kali dalam enam bulan terakhir

Baca Juga: 5 Tips Jitu Mendidik Anak dengan Gangguan ODD

Tingkat Keparahan ODD

Tingkat Keparahan ODD.jpg

Foto: Mandyme27 from Pixabay

  1. Ringan. Gejala hanya terjadi di satu tempat, misalnya rumah, sekolah, atau saat bermain bersama teman
  2. Sedang. Beberapa gejala muncul di dua tempat.
  3. Parah. Beberapa gejala tampak di tiga atau lebih tempat.

Pada beberapa anak, gejala mungkin hanya terlihat di rumah pada awalnya. Namun, seiring waktu, tanda-tanda ODD juga muncul di tempat lain, seperti di sekolah dan saat bersama teman.

Penyebab dan Faktor Risiko ODD

Penyebab dan Faktor Risiko ODD.jpg

Foto: paikesekilluperekeskus.ee

Tidak ada penyebab jelas ODD. Pemicunya bisa jadi gabungan faktor keturunan dan lingkungan. Secara genetika, bisa jadi terdapat perbedaan neurobiologis dalam cara saraf dan otak berfungsi.

ODD adalah masalah kompleks. Faktor risiko ODD di antaranya:

  • Temperamen: anak yang kesulitan mengatur emosi, misalnya bereaksi sangat emosional terhadap situasi atau bermasalah dalam menoleransi frustrasi
  • Masalah pengasuhan: anak yang mengalami penyiksaan, pengabaian, pendisiplinan yang keras atau tidak konsisten, atau kurangnya pengawasan orang tua
  • Masalah keluarga lain: anak yang tinggal dengan orang tua atau keluarga yang berselisih, atau memiliki orang tua dengan gangguan kesehatan mental atau penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan
  • Lingkungan: perilaku melawan dan menentang bisa diperkuat dan didukung melalui perhatian dari teman-temannya serta pendisiplinan yang tidak konsisten dari figur berwenang lain, misalnya guru

Baca Juga: 5 Strategi Disiplin Untuk Menghadapi Anak Dengan ODD (Oppositional Defiant Disorder)

Komplikasi ODD

Komplikasi ODD.jpg

Foto: iqbal nuril anwar from Pixabay

ODD bisa menimbulkan masalah seperti:

  • Performa buruk di sekolah dan tempat kerja
  • Perilaku antisosial
  • Masalah dalam mengendalikan keinginan impulsif
  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang
  • Bunuh diri

Anak mengalami ODD (oppositional defiant disorder) bisa mengalami masalah di rumah dengan orang tua dan saudaranya, di sekolah dengan guru, dan di tempat kerja dengan atasan dan pihak berwenang lain kelak. Ia sulit berteman dan menjaga hubungan.

Baca Juga: Pentingnya Penanganan ODD pada Balita

Untuk mengatasi ODD, diperlukan keterampilan belajar untuk membantu membangun interaksi keluarga positif dan mengendalikan perilaku yang bermasalah. Terapi tambahan dan mungkin pemberian obat diperlukan untuk mengatasi gangguan kesehatan mental yang berhubungan dengan ODD.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait