Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Feb 8, 2018

Sibling Rivalry, Persaingan Kakak vs Adik

Bagikan


Sibling rivalry. Istilah apalagi, nih? Karena dalam Bahasa Inggris sibling adalah saudara sekandung dan rivalry berarti persaingan, jadi sibling rivalry bermakna persaingan antar saudara kandung. Hal ini wajar terjadi. Namun, ada cara menyiasatinya sehingga persaingan yang ada menjadi sehat dan saling membangun.

Idealnya, saudara sekandung saling mengasihi hingga maut memisahkan. Tetapi, pada kenyataannya, yang terjadi justru sebaliknya. Si kakak bisa menganggap adiknya sebagai saingan, lho. Kok, bisa?

Mari kita lihat situasinya dari sudut pandang kakak. Apakah Moms tahu perasaan si kakak ketika Moms membawa pulang si adik dari rumah sakit setelah melahirkan? Moms mungkin mengira dia senang karena ada teman main, jadi dia tidak sendirian lagi. Ternyata Moms salah! Pada kenyataannya, si kakak menganggap si Adik adalah sumber masalah untuk dirinya.

Coba Moms bayangkan, sebelum si adik lahir, Moms hanya memeluk si kakak, meninabobokan si kakak, dan mengelus kepala si kakak. Moms dan suamipun menggandeng kedua tangan si kakak pada saat berjalan-jalan.

Namun, apa yang terjadi setelah si adik hadir? Si kakak akan sering ditegur "jangan berisik, adik lagi tidur", "jangan taruh mainan sembarangan, nanti adik bisa tersandung", "jangan nakal, dong, Kak. Lihat adikmu, tuh, menurut dan pintar". Tahukah Moms, si kakak jadi merasa terasing, terbuang, dan ditolak. Dia berpikir, gara-gara adik, papa mama jadi tidak sayang kepadanya lagi.

Perumpamaannya seperti ini: suami membawa pulang istri baru, dan ia berkata bahwa Moms harus menyayangi, memperhatikan, dan memperlakukan si istri baru sama seperti perlakuan sang suami terhadap si istri baru. Apakah Moms bisa menerima hal tersebut? Tentu tidak bisa, bukan?

Iri hati adalah awal dari persaingan kakak vs adik. Sebagai orangtua, kita harus mengarahkan anak-anak untuk saling mendukung dengan cara memberikan kesempatan kepada si kakak untuk mengambil bagian dalam mengurus dan membesarkan si adik, sehingga si Kakak tidak merasa menjadi 'outsider'. Dengan demikian, kakak akan merasa dibutuhkan oleh orangtuanya dan si adik.

Bagaimana dengan sibling rivalry yang terjadi pada anak-anak Moms? Yuk, ceritakan di kolom komentar!

- Abi

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.