Rupa-rupa

4 Juli 2021

Berbagai Fakta Menarik dan Siklus Hidup Nyamuk yang Moms Wajib Tahu

Memahami siklus hidup nyamuk nyatanya penting untuk membasminya dari sekitar rumah.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Adeline Wahyu

Tahukah Moms bahwa hingga hari ini hewan yang tercatat sebagai penyebab tertinggi bukanlah ikan hiu, melainkan serangga kecil yang sering ditemukan di banyak tempat yaitu nyamuk. Namun faktanya, siklus hidup nyamuk cukup singkat. Rasanya penting untuk mengetahui siklus hidup nyamuk sehingga Moms bisa mencegah keberadaan serangga berikut ini ada di rumah.

Ada banyak sekali penyakit yang terjadi akibat nyamuk, mulai dari malaria, demam berdarah, chikungunya, hingga penyebaran virus Zika.

Dengan mengetahui siklus hidup nyamuk, maka ini akan membantu Moms mencegah nyamuk di sekitar rumah dan juga membantu memilih pestisida yang tepat untuk kebutuhan di rumah jika Moms memutuskan untuk menggunakannya.

Baca Juga: Hati-Hati, Ini Bahaya Gigitan Nyamuk Bagi Bayi

Ini Siklus Hidup Nyamuk

siklus hidup nyamuk

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Centers for Disease Control and Prevention, begini siklus hidup nyamuk yang perlu Moms tahu:

1. Telur

Nyamuk betina dewasa bertelur di area yang basah, seperti di tepi dinding wadah yang berisi air atau di atas permukaan air. Nyamuk betina juga akan bertelur langsung di atau dekat air, tanah dan di dasar beberapa tanaman di tempat-tempat yang mungkin terisi air.

Telur dapat bertahan dalam kondisi kering selama beberapa bulan. Nyamuk betina umumnya bertelur hingga 100 butir sekaligus. Telur ini sangat kuat dan mereka menempel di dinding wadah seperti lem dan dapat bertahan dalam kondisi kering hingga 8 bulan.

Hanya dibutuhkan sedikit air untuk menarik nyamuk betina bertelur, seperti di mangkuk, cangkir, air mancur, ban, tong, vas dan wadah lain. Jika mereka terisi air, maka ini menjadi "pembibitan" yang sangat bagus untuk mereka.

2. Larva

Larva muncul dari telur nyamuk, tetapi hanya setelah permukaan air naik untuk menutupi telur. Ini berarti bahwa air hujan atau manusia yang menambahkan air ke wadah yang berisi telur nyamuk akan memicu munculnya larva.

Larva ini memakan mikroorganisme di dalam air. Setelah mengganti kulit tiga kali, larva akan menjadi pupa atau kepompong

3. Pupa

Pupa akan berkembang sampai tubuh baru terbentuk dan nyamuk terbang dewasa muncul dari kulit kepompong dan ia akan meninggalkan air. Pupa juga masih hidup di air tetapi mereka tidak lagi makan.

4. Nyamuk Dewasa

Akhirnya, nyamuk keluar dari kepompong setelah dua hari sampai satu minggu dalam tahap kepompong. Siklus hidup biasanya memakan waktu dua minggu, tetapi tergantung pada kondisi, mereka bisa hidup dari 4 hari hingga satu bulan.

Nyamuk dewasa muncul ke permukaan air dan terbang menjauh, siap untuk memulai siklus hidupnya. Setelah nyamuk dewasa muncul, maka nyamuk jantan akan makan nektar dari bunga dan nyamuk betina akan mengisap darah manusia atau hewan untuk membantunya menghasilkan telur. Setelah makan, nyamuk betina akan mencari air, yakni tempat bagi mereka untuk bertelur lebih banyak.

Pada jenis nyamuk Aedes aegypti, yang merupakan penyebab demam berdarah, mereka hanya terbang beberapa blok selama hidupnya.

Tidak seperti spesies nyamuk lainnya, nyamuk Aedes aegypti lebih suka menggigit manusia. Oleh karena itu, nyamuk Aedes aegypti lebih suka tinggal di dekat pemukiman manusia.

Mereka dapat ditemukan di dalam rumah, gedung, dan tempat bisnis lain. Mereka bisa masuk dari tirai jendela dan pintu yang tidak ditutup.

Baca Juga: Ibu Hamil Kerap Digigit Nyamuk, Apa Penyebabnya?

Fakta Nyamuk Lain yang Moms Perlu Tahu

siklus hidup nyamuk

Foto: Orami Photo Stock

Setelah memahami siklus hidup nyamuk, Moms juga perlu tahu fakta lainnya tentang nyamuk berikut ini:

1. Hanya Nyamuk Betina yang Mengigit

Ada lebih dari 3.000 spesies nyamuk yang dapat ditemukan di hampir setiap bagian dunia. Namun, tidak semua nyamuk melihat kulit manusia sebagai camilan yang enak.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, nyamuk jantan memakan nektar dan getah tanaman dan hanya nyamuk betina yang menggigit karena mereka membutuhkan protein dari darah untuk memproduksi telurnya.

2. Nyamuk Tumbuh dengan Cepat

Serangga pengisap darah kecil itu cepat dewasa. Seluruh siklus hidup nyamuk Aedes misalnya, dari telur hingga dewasa, hanya membutuhkan waktu 7 hingga 10 hari saja.

3. Nyamuk Lebih Senang Menggigit Orang Tertentu

Jika Moms terus digigit sementara orang-orang di sekitar tidak, itu mungkin karena nyamuk tertarik pada kimia tubuh beberapa orang daripada yang lain.

Nyamuk tertarik pada kombinasi panas tubuh, bau, karbon dioksida yang dikeluarkan manusia dan hewan ketika mereka bernapas, dan asam laktat, elemen yang ditemukan dalam keringat.

Hama penggigit ini menggunakan reseptor dan penglihatannya untuk menemukan korbannya dan dapat melihat makanan mereka berikutnya dari jarak 50 meter.

4. Nyamuk Lebih Aktif Saat Bulan Purnama

Sejak dahulu, bulan purnama kerap disalahkan atas banyak kejadian aneh baik yang nyata maupun yang dibayangkan. Bulan purnama dapat meningkatkan aktivitas nyamuk hingga 500 persen.

Ini karena nyamuk menggunakan isyarat visual untuk mencari makan berikutnya, yang lebih mudah dilakukan saat bulan purnama.

5. Nyamuk Bisa Bertelur dalam Air yang Sedikit

Nyamuk bertelur di air yang tenang atau tergenang atau tanah basah, dan mereka hanya membutuhkan sedikit air untuk melakukannya. Faktanya, beberapa jenis nyamuk dapat berkembang biak dalam waktu kurang dari satu sendok teh air.

Jumlah ini dapat dengan mudah terkumpul di ban bekas, kolam rendam anak-anak, pemandian burung, lubang di pohon, piring di bawah tanaman, dan bahkan tutup botol. Untuk membantu melindungi keluarga dari nyamuk, penting untuk membersihkan area genangan air di dekat rumah secara teratur.

6. Warna Penting Bagi Nyamuk

Setelah makan darah, nyamuk betina tertarik ke tempat gelap untuk bersembunyi dan mencerna makanan mereka. Jadi, mereka cenderung bersandar pada orang yang memakai pakaian warna gelap.

Kabar baiknya adalah nyamuk ini sudah makan, jadi mereka tidak akan menggigit lagi. Namun, nyamuk lapar yang masih mencari makan menggunakan isyarat visual untuk menemukan seseorang untuk dimakan.

Itu sebabnya mereka mungkin lebih rentan menggigit orang yang memakai warna yang lebih mudah dilihat.

Baca Juga: 3 Tips Penggunaan Penolak Serangga Bagi Anak

Bagaimana Cara Mencegah Nyamuk?

siklus hidup nyamuk

Foto: Orami Photo Stock

Mencegah gigitan nyamuk adalah cara terbaik untuk mencegah Zika dan wabah berbahaya lainnya.

Selain berbekal pengetahuan mengenai siklus hidup nyamuk, Moms juga bisa melakukan tindakan pencegahan berikut untuk melindungi diri dan keluarga dari nyamuk:

1. Hindari Keluar Rumah Sore dan Saat Fajar

Tetap di dalam ruangan saat senja dan fajar dan satu jam sebelum dan sesudah senja dan fajar.

2. Kosongkan Wadah Air

Kosongkan wadah luar yang memungkinkan yang dapat menampung air. Periksa celah-celah kecil di mana air dapat terkumpul di ruang-ruang kecil. Ingat, seperti yang disebutkan sebelumnya, nyamuk bahkan hanya membutuhkan air sebanyak satu sendok teh untuk bertelur.

3. Ganti Bola Lampu

Ganti bola lampu luar ruangan dengan lampu kuning yang kurang menarik bagi nyamuk.

4. Kenakan Penutup Kulit

Kenakan pengusir serangga yang disetujui BPOM bersama dengan kemeja lengan panjang dan celana panjang, terutama saat berada di luar ruangan atau pergi ke tempat yang memungkinkan ada banyak nyamuk. Seperti di hutan, dan sebagainya.

Itu dia Moms siklus hidup nyaman yang perlu diketahui. Semoga bisa segera dibasmi ya!

  • https://www.cdc.gov/dengue/resources/factsheets/mosquitolifecyclefinal.pdf
  • https://www.raid.com/en/education/bug-basics/fascinating-mosquito-facts
  • https://www.epa.gov/mosquitocontrol/mosquito-life-cycle
  • https://www.orkin.com/other/mosquitoes/facts
  • https://uanews.arizona.edu/story/making-blood-sucking-deadly-for-mosquitoes
  • https://www.smithsonianmag.com/science-nature/why-do-mosquitoes-bite-some-people-more-than-others-10255934/#TOGXy425Ci7DVmq2.99
  • http://ent.uga.edu/news/story.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait