Home & Living

1 Juni 2021

Simak Cara Menanam Daun Mint di Halaman Rumah Sendiri, Mudah!

Daun mint pun bisa diolah sebagai minyak atau campuran makanan dan minuman
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms tahu tentang daun mint? Lalu, seperti apa cara menanam daun mint?

Mint adalah nama untuk lebih dari selusin spesies tumbuhan, termasuk peppermint dan spearmint dan mereka termasuk dalam genus Mentha. Tanaman ini sangat dikenal karena sensasi mendinginkan yang mereka berikan.

Daun ini juga sangat mudah dikombinasikan ke dalam makanan sehingga tak sedikit orang mencari tahu cara menanam daun mint di rumah agar mereka bisa langsung menggunakannya.

Mint adalah bahan yang populer di beberapa makanan dan minuman, mulai dari teh dan minuman beralkohol hingga saus, salad, dan makanan penutup.

Meskipun mengonsumsi tanaman ini menawarkan beberapa manfaat kesehatan, penelitian menunjukkan bahwa beberapa manfaat kesehatan mint berasal dari mengoleskannya ke kulit, menghirup aromanya, atau mengonsumsinya sebagai kapsul.

Mengutip SELF Nutrition Data, dalam 14 gram daun mint terkandung beberapa nutrisi seperti:

  • Kalori: 6.
  • Serat: 1 gram.
  • Vitamin A: 12 persen dari rekomendasi harian.
  • Besi: 9 persen dari rekomendasi harian.
  • Mangan: 8 persen dari rekomendasi harian.
  • Folat: 4 persen dari rekomendasi harian.

Karena rasanya yang dinamis, mint sering ditambahkan ke resep dalam jumlah kecil, jadi mengonsumsi 1/3 cangkir pun mungkin sulit. Namun, ada kemungkinan Moms bisa mengonsumsinya sebanyak ini jika menyertakannya ke dalam salad.

Baca Juga: Begini Cara Menanam Bunga Mawar untuk Mempercantik Pekarangan Rumah

Cara Menanam Daun Mint di Rumah

Cara Menanam Daun Mint

Foto: smallgreenthings.com.au

Jika Moms tertarik untuk menanam daun mint di rumah seperti di dalam pot, berikut ini cara menanam daun mint yang perlu Moms ketahui:

1. Mempersiapkan Lahan

Supaya nanti daun mint dapat tumbuh dengan subur, maka Moms harus bisa memilih jenis lahan yang sesuai untuk pertumbuhannya. Beberapa karakteristik lahan yang cocok digunakan untuk pertumbuhan daun mint yaitu:

  • Lahan yang lembap.
  • Memiliki ketinggian tanah mulai dari 150 hingga 900 meter di atas permukaan laut. Jika Moms ingin menanam daun mint di dataran rendah, maka pilihlah jenis arvensis.
  • Pilih lahan atau tanah yang memiliki struktur gembur, subur, dan juga memiliki pengairan yang baik. Selain itu tingkat keasaman tanah (pH) tanah yang sesuai untuk proses penanaman daun mint berkisar antara 5,5-7,0.
  • Jika Moms ingin daun mint dapat tumbuh subur, maka pastikan ia ditanam di area yang memiliki curah hujan 2000-4000 mm/tahun.

2. Menyiapkan Bibit

Langkah selanjutnya dalam cara menanam daun mint adalah mempersiapkan bibit daun mint itu sendiri.

Moms bisa membeli bibit dari toko pertanian atau memperbanyak bibit sendiri. Jika ingin membuat bibit sendiri, maka Moms perlu memilih tanaman yang sudah dewasa sebagai indukan.

Setelah itu, segera potong bagian atas daun mint sepanjang 1 cm yang dekat dengan daerah percabangan dengan menggunakan gunting yang tajam.

Jika bagian bibit sudah dipotong, letakkan tangkai daun mint ke dalam gelas berisi air untuk merangsang pertumbuhannya.

Selanjutnya, letakkan gelas di tempat yang hangat hingga bagian akarnya muncul. Jika akar sudah mulai tumbuh memanjang, maka Moms sudah bisa memindahkannya ke dalam pot.

3. Menanam Daun Mint

Cara menanam daun mint selanjutnya adalah menanam bibitnya langsung ke media tanam, seperti pot. Ada beberapa langkah yang harus Moms perhatikan berikut ini:

  • Siapkan media pot atau mungkin polybag yang akan digunakan untuk penanaman.
  • Gunakan media tanam yang terdiri dari campuran pupuk kandang dan tanah.
  • Memasukkan media tanam ke dalam pot hingga 3/4 bagian lalu biarkan media selama 4-5 hari.
  • Jika akar bibit daun mint terlalu panjang, maka Moms perlu memangkasnya sebelum ditanam.

Baca Juga: Cara Menanam Anggur Mulai dari Biji di Rumah, Bisa Moms!

4. Perawatan dan Pemeliharaan Tanaman

Cara Menanam Daun Mint 1

Foto: almanac.com

Proses perawatan dan pemeliharaan daun mint yang perlu dilakukan tidaklah sederhana.

Setelah Moms memahami cara menanam daun mint, maka tanaman ini harus disiram, diberi pupuk, disiangi, disulam dan dikendalikan terhadap serangan hama.

1. Penyiraman

Penyiraman juga masuk dalam hal yang perlu diperhatikan dalam rangkaian cara menanam daun mint. Untuk penyiraman, Moms tidak perlu melakukannya terlalu sering.

Moms cukup menyiramnya sebanyak 1 kali sehari atau dengan melihat kondisi media tanam yang ada di dalam pot. Namun jangan sampai Moms lupa menyiramnya karena jika tanaman terlalu kering, ia bisa mati.

2. Pemupukan

Untuk mendapatkan tanaman yang berkualitas, maka teknik pemupukan harus dilakukan dengan cara yang tepat. Moms bisa menggunakan pupuk organik atau anorganik untuk menyuplai kebutuhan nutrisi.

Apabila Moms menggunakan pupuk organik, gunakan pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha.

Sementara untuk pemupukan anorganik, Moms bisa menggunakan pupuk Urea SP-36 dan KCL dengan dosis masing-masing pupuk sebanyak 150 kg/ha.

Untuk pemberian pupuk organik, Moms bisa mengaplikasikannya seminggu sekali. Sementara pemberian pupuk anorganik harus memperhatikan beberapa aturan, seperti:

  1. Saat tanaman memasuki usia 2 hingga 3 minggu, berikan setengah dosis pupuk Urea dan dosis penuh pupuk SP-36 dan juga KCL.
  2. Saat tanaman memasuki usia 1-2 bulan, Moms bisa memberikan setengah dosis pupuk urea.

3. Penyiangan

Untuk proses penyiangan, Moms bisa melakukannya dengan cara membersihkan gulma atau rumput liar yang menggangu pertumbuhan tanaman.

Jika saat proses pemanenan, daun mint tercampur dengan gulma, maka ini akan menurunkan kualitasnya. Selain itu, gulma juga dapat memengaruhi pertumbuhan stolon.

Untuk proses penyiangan, Moms cukup melakukannya sebanyak satu minggu sekali atau jika gulma sudah terlihat lebat dan menggangu tanaman. Selain itu, proses penyiangan juga harus dilakukan lebih intensif menjekang masa panen.

4. Penyulaman

Lakukan penyulaman secara rutin jika Moms menemukan tanaman yang tidak tumbuh, rusak, atau mati.

5. Menghindari Hama

Beberapa jenis hama yang biasa menyerang daun mint adalah ulat pemakan daun dan tungau merah. Untuk hama ulat pemakan daun, mereka biasanya menyerang dengan cara menggerogoti bagian daun.

Sementara hama tungau biasanya menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman.

Untuk mengendalikan serangan berbagai jenis hama ini, Moms bisa menggunakan insektisida nabati dengan konsentrasi 5 cc/L atau insektisida sintetis dengan konsentrasi 2 cc/L.

Baca Juga: Mudah Banget, Ini Cara Menanam Lidah Buaya yang Benar!

Langkah Memanen Daun Mint

cara memanen daun mint

Foto: Orami Photo Stock

Setelah melakukan semua cara menanam daun mint dan cara perawatannya, maka pada usia tanaman ke 3 hingga 4 bulan, Moms bisa segera memanennya. Biasanya daun mint akan ditanam ketika 50 hingga 70 persen tanaman sudah berbunga.

Selain itu, proses pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari mulai dari pukul 08.00 hingga 10.00.

Umumnya di Indonesia, proses pemanenan daun mint bisa dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun. Namun jika sistem irigasi berjalan baik, maka pemanenan daun mint bisa dilakukan hingga tiga kali dalam setahun.

Itu dia Moms, informasi mengenai cara menanam daun mint yang bisa dilakukan.

  • http://nutritiondata.self.com/facts/spices-and-herbs/226/2
  • https://paktanidigital.com/artikel/5-tips-tanam-daun-mint-di-dalam-pot/#.YIZ0SegzbIU
  • https://www.faunadanflora.com/cara-menanam-daun-mint-dalam-pot-di-rumah-bagi-pemula-agar-sukses/
  • http://ilmubudidaya-com/cara-menanam-daun-mint/
  • https://bonnieplants.com/how-to-grow/growing-mint/
  • https://www.almanac.com/plant/mint
  • https://www.thespruce.com/growing-mint-1402628
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait