Selebriti

SELEBRITI
6 Mei 2020

Simak Perjalanan Karier Didi Kempot

Didi pernah mengamen di Jakarta
placeholder

Foto: mediaindonesia.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Teti
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Banyak orang begitu bingung ada apa dengan 2020, bahkan pada dunia hiburan. Bagaimana tidak, tahun ini banyak sekali kabar duka yang tidak diduga dari industri hiburan tanah air, diawali Ashraf Sinclair, Glenn Fredly, dan kini Didi Kempot.

Didi yang memulai kariernya pada tahun 80-an tengah berada di puncak kariernya. Ada film dan juga konser tentang dirinya yang seharusnya dilakukan tahun ini.

Awal Karier sebagai Pengamen

Didi Kempot Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelelahan.jpg

Memulai karier sebagai pengamen, Didi memulai kariernya sejak 1984 hanya dengan sebuah ukulele dan kendang di Surakarta, yang juga merupakan kota kelahirannya. Hal ini cukup lama dia lakukan mencapai tiga tahun.

Baca Juga: Didi Kempot Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelelahan

Mengamen di Jakarta

didi1.jpg

Foto: instagram.com/yanvellia_dkmanagement

Tiga tahu mengamen di Surakarta, Didi mengadu nasib di Jakarta. Ia kerap berkumpul dan mengamen bersama teman-temannya di daerah Slipi, Palmerah, Cakung, maupun Senen.

Nama panggungnya merupakan singkatan dari Kelompok Pengamen Trotoar, grup musik asal Surakarta yang membawa ia hijrah ke Jakarta. Sembari mengamen di Ibu Kota, Didi beserta temannya mencoba menitipkan kaset rekaman ke beberapa studio musik di Jakarta.

Setelah beberapa kali gagal, akhirnya mereka berhasil menarik perhatian label Musica Studio's. Hingga pada 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya.

Baca Juga: Selain Didi Kempot, Ini 5 Artis Lain yang Meninggal di Tahun 2020

Terkenal di Suriname

artis yang meninggal 2020-didi kempot.jpg

Dari album pertama Didi, terdapat lagu Cidro, yang bukan hanya terkenal di Indoensia namun juga di Suriname, sebuah negara di Amerika Selatan yang salah satu bahasa yang digunakan di sana adalah bahasa Jawa.

Pada 1993, Didi pun pertama kali berangkat ke Suriname tak lama setelahnya, Didi Kempot lanjut menginjakkan kakinya di benua Eropa.

Pada 1996, ia mulai menggarap dan merekam lagu berjudul "Layang Kangen" di Rotterdam, Belanda. Setelah pulang kampung, pada era reformasi, tepatnya 1999, dia merilis lagu "Stasiun Balapan".

Raih Banyak Penghargaan

didi kempot.jpg

Sepanjang kariernya, Didi Kempot telah menciptakan dan merilis 700 lagu meski tidak semuanya dirilis dan dalam bahasa Jawa. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi apresiasi tentang dirinya dan diganjar dengan berbagai penghargaan.

Penghargaan di Anugerah Musik Indonesia pada 2001 sebagai Penyanyi Terbaik. Penghargaan di Anugerah Musik Indonesia pada 2002 sebagai Artis Solo/Duo/Group/Kolaborasi Terbaik dan Album Terbaik.

Penghargaan Anugerah Dangdut TPI pada tahun 2002 kategori Lagu Dangdut Etnik Terbaik, dan masih banyak lagi, bahkan pada tahun lalu, Didi Kempot mendapatkan Penghargaan Khusus Maestro Campursari dari Indonesia Dangdut Awards.

Baca Juga: Meninggal Dunia, Ini Potret Didi Kempot dengan Istri yang Jarang Diumbar

Idola Milenial

didi2.jpg

Foto: instagram.com/yanvellia_dkmanagement

Meski sudah tidak terbilang muda dan dengan Bahasa Jawa, nyatanya lagu Didi Kempot digilai banyak anak muda yang kerap disapa milenial.

Bahkan lagu-lagu Didi juga dianggap lagu wajib bagi mereka yang tengah patah hati agar tidak melulu meratapi kesedihan mereka.

Tidak heran, kematian Didi Kempot mengejutkan media sosial dan meninggalkan duka bagi banyak orang.

Baca Juga: Mengenal Code Blue Asthma yang Diduga Jadi Penyebab Didi Kempot Meninggal

Selamat Jalan Lord Didi Kempot!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait