2-3 tahun

21 Juni 2021

Mengenal Sindrom Asperger, Sindrom yang Dialami Han Geu-ru di Serial 'Move to Heaven'

Gangguan neurobiologis ini termasuk bagian dari autisme
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms pecinta drama Korea tentu tidak asing dengan drama Korea Move to Heaven yang tayang pada Mei 2021. Dalam drama tersebut, Han Geu-ru si pemeran utama diceritakan memiliki sindrom Asperger. Lantas, apa sebenarnya sindrom Asperger?

Apa Si Kecil selalu terlihat tidak nyaman setiap kali berada di antara orang banyak? Apa dia juga sulit bermain dan berinteraksi dengan teman sebayanya? Moms, kedua hal tadi bisa menjadi tanda awal sindrom asperger pada balita, lho.

Berbeda dengan balita introvert yang pendiam dan butuh sedikit waktu untuk bisa akrab dengan orang baru, balita dengan sindrom asperger sangat mengalami kesulitan saat berada dalam situasi sosial.

Moms, yuk cari tahu lebih banyak tentang berbagai tanda sindrom asperger pada balita. Berikut ini adalah informasinya, semoga dapat membantu, ya!

Baca Juga: Shaken Baby Syndrome, Sindrom Bayi Terguncang yang Berbahaya

Pengertian Sindrom Asperger

children-running-in-park-537632931-5c49f59d46e0fb00016e2ad6.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir melalui WebMD, sindrom asperger adalah gangguan neurobiologis yang termasuk dalam spektrum autisme, yang ditemukan oleh seorang dokter anak asal Austria bernama Hans Asperger pada tahun 1944.

Balita dengan sindrom asperger memang mengalami kesulitan dalam interaksi sosial, komunikasi, imajinasi, serta perkembangan kemampuan kognitif, tapi biasanya justru memperlihatkan kecerdasan serta kemampuan bahasa yang kuat.

Melansir Healthline, sindrom asperger adalah salah satu dari sekelompok gangguan neurologis yang dikenal sebagai gangguan spektrum autisme. Adapun sindrom asperger dianggap berada di ujung spektrum yang ringan. Biasanya, orang dengan sindrom ini menunjukkan empat gejala utama:

  • Mengalami kesulitan dalam interaksi sosial
  • Terlibat dalam perilaku berulang
  • Berdiri teguh pada apa yang mereka pikirkan
  • Fokus pada aturan dan rutinitas

Seringkali, individu yang didiagnosis dengan sindrom asperger memiliki kecerdasan normal atau di atas normal. Selain itu, orang dengan kondisi ini seringkali dapat dididik di kelas umum dan memiliki pekerjaan

Tokoh penting dunia seperti Isaac Newton, Wolfgang Amadeus Mozart, Marie Curie, Picasso, dan Albert Einstein telah membuktikan bahwa penderita asperger bisa hidup secara normal dan berbaur dalam masyarakat.

Baca Juga: Terapi Lumba-Lumba Untuk Anak Dengan Autisme

Gejala Sindrom Asperger pada Balita

Hipertensi pada Anak Balita.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Balita dengan sindrom asperger menunjukkan interaksi sosial yang buruk, obsesi, pola bicara yang aneh, ekspresi wajah yang terbatas dan tingkah laku aneh lainnya.

Mereka mungkin terlibat dalam rutinitas obsesif dan menunjukkan kepekaan yang tidak biasa terhadap rangsangan sensorik.

Meskipun setiap anak pengidap sindrom asperger berbeda, yang membedakan adalah keterampilan sosial dan minat obsesif mereka yang tidak biasa.

Mengutip Nation Wide Children Organization, untuk anak pengidap sindrom ini, Moms mungkin melihat satu atau beberapa gejala berikut:

1. Komunikasi

catat 7 tanda sindrom asperger pada balita 1

Foto: romper.com

Balita dengans sindrom asperger sebenarnya tidak mengalami kesulitan dalam perkembangan bahasa maupun berbicara, bahkan sering kali menggunakan kosa kata yang lebih rumit ketimbang balita pada umumnya.

Hanya saja, balita asperger biasanya kesulitan mengekspresikan diri dan lebih memilih berbicara tentang satu subjek tanpa mempedulikan respon dari lawan bicaranya.

2. Sulit Berkonsentrasi dalam Aktivitas Kelompok

catat 7 tanda sindrom asperger pada balita 2

Foto: happygreylucky.com

Balita yang memiliki sindrom asperger biasanya sulit melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian bersama, seperti membaca buku bersama Moms atau berpose bersama untuk foto keluarga.

Baca Juga: Mengenali Gejala Autisme Pada Bayi

3. Sulit Menggunakan Gestur Tubuh

catat 7 tanda sindrom asperger pada balita 3

Foto: livestrong.com

Meski terlihat sederhana, balita sindrom asperger biasanya kesulitan melakukan gestur tubuh sederhana seperti melambaikan tangan atau berjabat tangan. Karena balita asperger tidak menyukai interaksi, dia juga kesulitan melakukan berbagai gestur tubuh yang sering digunakan dalam interaksi sosial.

Hal ini berpengaruh pada kemampuan mereka menanggapi isyarat sosial yang jelas dariorang lain, seperti bahasa tubuh atau ekspresi wajah orang. Misalnya, balita sindrom aspegner mungkin tidak menyadari bahwa ketika seseorang menyilangkan tangan dan merengut, itu artinya orang tersebut marah.

4. Kurang Komunikasi Non-Verbal

catat 7 tanda sindrom asperger pada balita 4

Foto: popsugar.com

Moms, sebagian besar balita dengan sindrom asperger mengalami kesulitan dalam mengekspresikan diri atau berkomunikasi secara non-verbal. Karena itulah, mereka lebih sering memperlihatkan mimik muka datar, jarang melakukan kontak mata, serta tidak menggunakan sentuhan.

5. Sangat Sensitif

catat 7 tanda sindrom asperger pada balita 5

Foto: romper.com

Selain sangat sensitif terhadap cahaya dan suara, penderita sindrom asperger juga biasanya sensitif terhadap berbagai jenis tekstur, baik pada kain, makanan, ataupun benda lainnya.

Misalnya, Si Kecil mungkin tidak suka kalau makanannya dipotong dalam bentuk tertentu, ingin memakai kaus kaki dengan posisi tertentu, atau lebih suka tidur dengan selimut berbahan tebal meski cuaca sedang panas.

6. Sangat Fokus Pada Satu Hal

catat 7 tanda sindrom asperger pada balita 6

Foto: sheknows.com

Setiap balita mungkin memiliki satu topik atau benda yang sangat disukainya, tapi balita dengan sindrom asperger akan menunjukkan fokus dan ketertarikan yang jauh lebih mendalam.

Mereka juga sering melakukan gerakan berulang karena sulit memindahkan fokus dari hal yang mereka sangat mereka sukai.

Baca Juga: Benarkah Vaksinasi Campak Jadi Pemicu Autisme Pada Anak?

7. Sulit Menunjukkan Empati

catat 7 tanda sindrom asperger pada balita 7

Foto: alluremedia.com.au

Balita berusia 2 tahun biasanya sudah bisa menunjukkan empati pada perasaan orang lain ya, Moms. Sedangkan balita dengan sindrom asperger mungkin akan terlihat lebih dingin dan cuek, tapi itu karena mereka mengalami kesulitan dalam mengenali perasaan dan emosi orang lain.

Tanda lainnya adalah bahwa balita menderita sindrom asperger, adalah mungkin menunjukkan sedikit emosi. Mereka mungkin tidak tersenyum ketika mereka sedang bahagia atau menertawakan lelucon. Atau mereka mungkin berbicara dengan cara yang datar dan seperti robot.

Baca Juga: Sindrom Crouzon Pada Anak, Bagaimana Perawatannya?

Perawatan untuk Balita dengan Sindrom Asperger

medical-physician-doctor-man_1150-15053.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada tes tunggal yang dapat memberi tahu Moms apakah Si Kecil menderita sindrom asperger. Dalam banyak kasus, orang tua melaporkan keterlambatan atau kesulitan perkembangan atau perilaku.

Jika balita masih bersekolah, gurunya mungkin memperhatikan masalah perkembangannya. Bila demikian, maka masalah ini harus dilaporkan ke dokter anak.

Dikutip dari Healthline, setidaknya hal-hal ini akan menjadi landasan diagnosa anak sindrom asperger:

  • Perkembangan bahasa
  • Interaksi sosial
  • Ekspresi wajah saat berbicara
  • Minat berinteraksi dengan orang lain
  • Sikap terhadap perubahan
  • Koordinasi motorik dan keterampilan motorik

Melansir Autism Speaks, ada beberapa bentuk terapi yang bissa digunakan untuk perawatan balita sindrom asperger. Beberapa terapi tersebut antara lain:

  • Terapi perilaku kognitif dapat membantu mengatasi kecemasan dan tantangan pribadi lainnya.
  • Kelas pelatihan keterampilan sosial dapat membantu keterampilan percakapan dan memahami isyarat sosial.
  • Terapi wicara dapat membantu dengan kontrol suara.
  • Terapi fisik dan okupasi dapat meningkatkan koordinasi.
  • Obat-obatan psikoaktif dapat membantu mengelola kecemasan terkait, depresi dan defisit perhatian dan gangguan hiperaktif (ADHD).

Mengutip Medicine Net, beberapa kasus sindrom asperger perlu diberikan obat selective serotonin reuptake inhibitor yang digunakan untuk menghilangkan kecemasan atau depresi. Perawatan medis untuk ADHD juga dapat dicoba jika ada hiperaktif dan/atau gangguan yang signifikan.

Baca Juga: Kaki Tak Bisa Diam, Jangan-Jangan Terkena Sindrom Kaki Gelisah

Jangan khawatir Moms, balita asperger tetap bisa tumbuh dan berkembang secara normal bila diberikan pendekatan yang sesuai. Apa buah hati kesayangan Moms menunjukkan beberapa tanda yang sudah disebutkan di atas?

  • https://www.webmd.com/brain/autism/mental-health-aspergers-syndrome
  • https://www.autismspeaks.org/types-autism-what-asperger-syndrome
  • https://www.healthline.com/health/asperger-syndrome#diagnosis
  • https://www.nationwidechildrens.org/conditions/aspergers-syndrome
  • https://www.medicinenet.com/asperger_syndrome/article.htm
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait