2-3 tahun

29 April 2020

Anak Tidak Berhenti Makan? Hati-hati Sindrom Prader-Willi

Moms jangan senang dulu jika Si Kecil sering merasa lapar. Bisa jadi Si Kecil mengidap sindrom Prader-Willi!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Setiap orang tua pasti senang melihat anaknya makan dengan lahap. Apalagi, jika Si Kecil sering meminta makanan tertentu dan selalu menghabiskannya.

Tapi hati-hati, Moms! Anak yang terus-menerus merasa lapar bisa jadi memiliki kelainan pada tubuhnya yang disebut sebagai sindrom Prader-Willi.

Sindrom Prader-Willi adalah sebuah kelainan genetik yang menyebabkan terjadinya masalah secara fisik, mental, dan sikap.

Fitur kunci dari sindrom Prader-Willi adalah rasa lapar terus menerus yang umumnya dimulai dari usia 2 tahun.

Dikutip dari situs resmi Mayo Clinic, anak yang mengalami sindrom Prader-Willi selalu ingin makan karena tidak pernah merasa kenyang (hyperphagia).

Dampaknya mereka akan kesulitan menjaga bobot tubuhnya. Komplikasi dari sindrom Prader-Willi sendiri pun kebanyakan disebabkan oleh obesitas.

Penyebab Sindrom Prader-Willi

Si Kecil tidak Berhenti Makan Hati-hati Sindrom Prader-Willi 1 2.jpg

Foto: thesun.co.uk

Sindrom Prader-Willi adalah sebuah penyakit genetik. Dalam kebanyakan kasus, sindrom Prader-Willi disebabkan oleh gangguan genetik yang acak dan tidak diturunkan.

“Sindrom Prader-Willi adalah sebuah kelainan yang disebabkan oleh gangguan atau menghilangnya gen paternal pada kromosom 15. Pasien dengan sindrom Prader-Willi mungkin akan membutuhkan operasi untuk mencegah komplikasi obesitas” tulis Ann Scheimann, MD, MBA, seorang dokter anak spesialis gastroenterologi di Washington Pedatric Hospital Main Campus, Amerika Serikat.

Setiap orang pada dasarnya memiliki semua gen yang berpasangan, yaitu gen dari ayah (paternal) dan dari ibu (maternal).

Dalam pasien sindrom Prader-Willi ditemukan bahwa terjadi gangguan gen paternal pada kromosom 15.

Gangguan yang dimaksud ada tiga jenis. Yang pertama adalah gen paternal kromosom 15 menghilang, yang kedua yaitu anak mewarisi sepasang gen maternal dari kromosom 15. Terakhir, bisa jadi hal ini terjadi karena kecacatan pada gen kromoson 15.

Baca Juga: Seluk Beluk Sindrom Turner, Kelainan Genetik yang Hanya Dialami Anak Perempuan

Gejala Sindrom Prader-Willi

Si Kecil tidak Berhenti Makan Hati-hati Sindrom Prader-Willi 1 2.jpg

Foto: thinglink.me

Sindrom Prader-Willi memperlihatkan gejala yang berbeda pada anak tergantung usianya.

  • Di bawah 2 tahun

Biasanya gejala yang muncul adalah masa otot yang rendah, fitur wajah yang berbeda, dan kurangnya kemampuan menghisap.

Selain itu, penderita ini juga memiliki respon yang lemah seperti kesulitan bangun tidur atau tangisan yang lemah.

Gejala terparah adalah alat genital yang tidak berkembang dengan baik.

  • Di atas 2 tahun

Setelah usia 2 tahun, anak dengan sindrom Prader-Willi akan menunjukkan gejala yang akan bertahan seumur hidup.

Gejala tersebut adalah rasa lapar dan kenaikan berat badan yang berlebihan.

Ada juga tanda lain seperti organ seksual yang tidak berkembang, pertumbuhan fisik yang kurang baik, dan keterlambatan kognitif maupun motorik.

Beberapa anak dengan sindrom Prader-Willi bahkan menghadapi kesulitan untuk mengatur sikap dan juga waktu tidurnya.

Baca Juga: 5 Tips Mendampingi Anak Dengan Sindrom Tourette

Komplikasi Sindrom Prader-Willi

Si Kecil tidak Berhenti Makan Hati-hati Sindrom Prader-Willi 1 3.jpeg

Foto: cloudfront.net

Komplikasi dari sindrom Prader-Willi ini terbagi menjadi tiga.

  1. Komplikasi yang berkaitan dengan obesitas yaitu diabetes tipe dua, tekanan darah tinggi, kolesterol, penyakit jantung, mengorok, dan risiko penyakit hati atau batu empedu.
  2. Komplikasi akibat kurangnya produksi hormon yang menyebabkan osteoporosis dan ketidaksuburan.
  3. Komplikasi rongga perut yang membesar secara tidak normal akibat makan berlebihan. Ini kemudian dapat mengakibatkan berkurangnya kualitas hidup karena masalah dalam mengatur sikap.

Baca Juga: Ini 5 Alasan Moms Membutuhkan Skrining Genetik

Sindrom Prader-Willi terjadi secara acak dan tidak diturunkan sehingga sulit diketahui penyebab utama terjadinya.

Hal yang Moms bisa lakukan untuk mencegah anak menderita sindrom Prader-Willi adalah dengan melakukan pemeriksaan genetik secara rutin selama kehamilan.

Melakukan konseling genetika rutin juga mungkin bisa membantu mengurangi risiko anak lahir dengan sindrom Prader-Willi.  

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait