Kesehatan

21 Juli 2021

Sindrom Putri Duyung, Penyakit Langka yang Ditandai dengan Menyatunya Kedua Kaki

Moms, ada beberapa hal yang perlu dipahami tentang sindrom putri duyung.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Moms, pernahkah mendengar tentang sindrom putri duyung? Sindrom putri duyung atau mermaid syndrome sering disebut juga sirenomelia. Nama sirenomelia sendiri itu berasal dari mitologi Yunani.

Dilansir dari American Journal of Perinatology, sindrom putri duyung adalah kejadian yang sangat langka, yaitu hanya 1 dari 100.000 kelahiran.

Kondisi ini dialami oleh bayi yang baru lahir, di mana mereka lahir dengan kaki bergabung dengan tampilan layaknya seperti putri duyung. Pada sebagian besar kasus, bayi yang mengalami sindrom putri duyung meninggal dunia setelah lahir.

Meski sindrom putri duyung adalah kasus yang benar-benar langka, tidak ada salahnya Moms memahami informasi tentang sindrom ini. Kenali apa yang menjadi faktor-faktor risikonya, serta penanganan dan pencegahan yang dapat dilakukan.

Baca Juga: Cri-du-Chat, Sindrom Langka yang Membuat Suara Anak Seperti Tangisan Kucing

Gejala Sindrom Putri Duyung

Tanda Bayi Mengalami Sindrom Putri Duyung.jpg

Foto: ibtimes.com

Kondisi sindrom putri duyung nyatanya tidak bisa dianggap sepele. Sebagian besar kasusnya dapat benar-benar mengancam jiwa.

Tanda utama bayi mengalami sindrom putri duyung adalah menyatunya sebagian atau seluruh tungkai bawah, yang artinya bayi mungkin hanya memiliki satu tulang paha, yaitu tulang panjang di bagian depan paha.

Selain itu, bayi dengan sindrom putri duyung mungkin juga memiliki satu atau tidak memiliki kaki, atau mereka mungkin saja memiliki dua kaki yang berputar.

Pada akhirnya, sindrom putri duyung ini bisa mengakibatkan beberapa masalah lainnya yang lebih serius, yaitu:

  • Masalah dengan kandung kemih, ginjal, uretra, atau anus.
  • Tidak berkembang atau hilangnya alat kelamin.
  • Masalah dalam pembentukan sistem kerangka.
  • Terdapat masalah pada dinding perut, termasuk usus yang menonjol.
  • Masalah dengan pembentukan tulang belakang.
  • Memiliki masalah jantung dan paru-paru.

Sebagian besar bayi dengan sindrom putri duyung tidak bertahan hidup, paling lama hidup beberapa hari.

Namun, tetap ada beberapa penanganan yang dapat diusahakan untuk mengatasi masalah sindrom putri duyung.

Baca Juga: Bagi Wanita Hamil, Tahukah Sindrom Alkohol Janin pada Bayi?

Penyebab Sindrom Putri Duyung

Faktor yang Menyebabkan Sindrom Putri Duyung.jpg

Foto: nydailynews.com

Jika Moms penasaran tentang penyebab sindrom putri duyung, sayangnya sampai saat ini belum ada penelitian valid yang menyatakan penyebab pastinya. Ada beberapa faktor yang berperan, tapi tentunya ini tidak bisa disamaratakan.

Beberapa peneliti percaya bahwa sindrom putri duyung terjadi karena adanya faktor genetik, beberapa lainnya meyakini bahwa sindrom ini terjadi karena terdapat masalah dalam perkembangan awal sistem peredaran darah.

Mengutip dari laman Medical News Today, berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan sindrom putri duyung, yaitu:

  • Ibu yang mengandung berusia di bawah 20 tahun atau lebih dari 40 tahun.
  • Paparan janin terhadap teratogenik, yang merupakan zat pemicu kelainan lahir.
  • Pengaruh faktor genetik.
  • Ibu yang mengandung mengalami diabetes. Sebanyak 22 persen janin dengan kondisi ini dilahirkan dari ibu dengan diabetes.
  • Jenis kelamin laki-laki.
  • Kembar identik. Di antara sebagian besar kasus bayi dengan sindrom putri duyung, 15 persennya adalah kembar identik.

Itulah beberapa faktor yang dapat menyebabkan sindrom putri duyung. Meski demikian, seperti diungkapkan sebelumnya, penyebab pastinya belum dapat diketahui.

Jika saat ini Moms mengidap diabetes dan berencana untuk hamil, mungkin ada baiknya rutin melakukan konsultasi ke dokter kandungan agar kehamilan dapat berjalan lancar nantinya.

Baca Juga: Ini Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Bayi Kembar

Pengobatan Sindrom Putri Duyung

Penanganan Sindrom Putri Duyung.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Janin yang mengalami sindrom putri duyung dapat dideteksi dini saat 13 minggu kehamilan. Saat bayi terlahir dengan sindrom putri duyung, apakah dapat diatasi dengan pembedahan?

Sebenarnya, kondisi ini memiliki banyak pertimbangan dan konsekuensinya. Pembedahan memang terbukti berhasil memisahkan kaki pengidapnya.

Namun, sindrom putri duyung adalah masalah yang cukup kompleks. Dokter harus melihat dan mempertimbangkan apa pengaruhnya pembedahan kaki terhadap berbagai organ dan struktur dalam tubuh.

Lantas, apakah ada cara untuk mencegah terjadinya sindrom putri duyung? Sayangnya, belum ada pencegahan pastinya, Moms.

Namun, pencegahan dapat diusahakan dengan melihat dari faktor-faktor penyebabnya.

Baca Juga: Mengenal Fenilketonuria, Kelainan Genetika Langka pada Bayi sejak Lahir

Ibu Hamil dengan Diabetes, Harus Bagaimana?

Ibu Hamil dengan Diabetes, Harus Bagaimana?.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Melihat beberapa kasus sindrom putri duyung terjadi pada ibu hamil yang mengidap diabetes, pencegahan bisa dilakukan dengan mengontrol kondisi ibu hamil dengan penyakit ini.

Meski begitu, tidak diketahui apa hubungan diabetes dan peningkatan risiko melahirkan bayi dengan sindrom putri duyung.

Ibu hamil dengan diabetes memang berisiko mengalami komplikasi lainnya, seperti kelahiran prematur.

Ibu yang mengalami diabetes pre-gestasional juga berisiko untuk mengalami komplikasi, seperti preeklamsia, hipertensi kronik, ketoasidosis diabetik, hidramion, persalinan prematur, dan persalinan secara caesar.

Namun, hal ini bisa dicegah jika Moms yang hamil dengan diabetes waspada dalam mengontrol kadar gula darah.

“Banyak wanita hamil dengan diabetes memiliki kehamilan yang normal. Tentunya dengan pemantauan yang tepat,” ungkap David G. Marrero, PhD, presiden Health Care & Education di American Diabetes Association.

Baca Juga: Waspada Diabetes Sebabkan Sulit Hamil!

Selain itu, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan saat hamil dengan diabetes, yaitu:

  • Jauhi gula atau makanan yang mengandung gula. Ganti dengan buah-buahan atau sayuran yang mengandung gula alami, misalnya kurma, pisang, ubi jalar, kismis, dan sebagainya, yang aman bagi ibu hamil.
  • Terapkan pola makan yang sehat dengan gizi seimbang. Mengimbangi asupan makanan dengan gaya hidup aktif secara fisik (olahraga) merupakan salah satu pendekatan yang ideal untuk menjaga atau mengurangi kelebihan lemak tubuh dan kadar gula darah.
  • Menguji kadar gula darah satu kali atau lebih setiap hari.
  • Minum obat diabetes dan insulin seperti yang ditentukan setiap hari di waktu yang tepat.

Kebanyakan wanita dengan kadar gula darah yang sangat terkontrol mampu melahirkan bayi yang sehat tanpa masalah kesehatan yang kompleks.

Itulah penjelasan tentang sindrom putri duyung, serta hal-hal yang perlu diketahui tentang sindrom langka ini. Semoga menjadi informasi yang tepat, ya, Moms!

  • https://www.medicinenet.com/sirenomelia/definition.htm
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6235678/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/mermaid-syndrome#treatment
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait