Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
22 Juni 2020

5 Fakta Sindrom Tourette pada Anak, Jangan Salah Kaprah Lagi!

Anak penderita sindrom tourette bisa berprestasi dan hidup normal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bagi kebanyakan orang awam, sindrom tourette pada anak identik dengan perilaku berulang kali melontarkan kata kasar atau tidak pantas secara tak terkendali. Namun sebenarnya itu hanya ditunjukkan oleh sebagian kecil penderita saja.

Di Indonesia sendiri, informasi tentang sindrom tourette memang masih terbatas dan belum tersebar luas, sehingga malah banyak mitos salah kaprah yang beredar.

Fakta Sindrom Tourette pada Anak

Nah, kali ini kami akan berbagi beberapa fakta untuk menambah pemahaman Moms tentang sindrom tourette pada anak. Disimak ya, Moms!

1. Sindrom Tourette Adalah Gangguan Neurodevelopmental Bawaan Lahir

5 Fakta Sindrom Tourette Pada Anak

Foto: Lajollamom.com

Menurut definisi Tourette Syndrome Association of Australia, sindrom tourette adalah gangguan neurologis bawaan lahir yang membuat penderitanya melakukan gerakan atau suara secara berulang tanpa bisa dikendalikan.

Jadi sindrom tourette pada anak tidak disebabkan oleh penyakit menular, gangguan jiwa, kenakalan, cari perhatian, atau kesalahan pola asuh ya, Moms.

Gejala sindrom tourette pada anak biasanya mulai terlihat di usia 2-9 tahun dan berlangsung seumur hidup. Meski tidak bisa disembuhkan, Si Kecil bisa mengikuti terapi untuk membantu meredakan gejalanya.

2. Tic Sindrom Tourette pada Setiap Anak Berbeda

5 Fakta Sindrom Tourette Pada Anak

Foto: Brainstormhealth.co.uk

Karakteristik utama dari sindrom tourette pada anak adalah tic atau melakukan gerakan atau suara singkat yang sama secara tiba-tiba dan berulang tanpa bisa dikendalikan.

Bentuk dan tingkat keparahan tic pada setiap penderita sindrom tourette itu berbeda. Ada yang mengedipkan mata dengan cepat, menarik sebelah mulut, berdehem, mengenduskan hidung, atau memiringkan kepala berulang kali.

Stereotip penderita sindrom tourette yang meneriakkan kata kasar atau tidak pantas justru sebenarnya sangat jarang terjadi lho, Moms.

3. Anak Yang Punya Tic Belum Tentu Mengalami Sindrom Tourette

5 Fakta Sindrom Tourette Pada Anak

Foto: Healthline.com

Menurut National Health Services, memiliki tic belum tentu berarti anak menderita sindrom tourette. Terkadang tic akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu atau bulan.

Namun Moms disarankan untuk segera memeriksakan Si Kecil ke dokter kalau melihat ia mulai melakukan tic khusus.

4. Tic Tidak Bisa Dikendalikan Secara Sadar

5 Fakta Sindrom Tourette Pada Anak

Foto: Momjunction.com

Kurangnya pemahaman tentang sindrom tourette sering membuat anak dituntut untuk menghentikan atau mengendalikan tic karena malu dilihat orang lain atau malah dituding mencari perhatian.

Faktanya tic tidak bisa dikendalikan secara sadar sekuat apapun Si Kecil mencoba, apalagi kalau belum pernah mengikuti terapi. Namun, berbagai hasil studi menunjukkan kalau anak penderita sindrom tourette lebih jarang melakukan tic melakukan aktivitas yang disukainya.

Jadi selama tidak mengganggu keselamatan dirinya dan orang lain, tic yang ditunjukkan anak sebaiknya diabaikan dan diterima sebagai bagian dirinya.

5. Anak Penderita Sindrom Tourette Bisa Hidup secara Normal

5 Fakta Sindrom Tourette Pada Anak

Foto: Akronchildrens.org

Sindrom tourette pada anak memang berhubungan dengan saraf, tapi pada sebagian besar kasus sama sekali tidak mempengaruhi kecerdasan, kesehatan, atau perkembangan anak.

Orang tua sebaiknya terus menguatkan rasa percaya diri anak penderita sindrom tourette, dengan mendorongnya melakukan aktivitas yang sesuai dengan minatnya.

Ikut terapi juga bisa membantu mengatasi gangguan yang mungkin dirasakan Si Kecil dalam aktivitas maupun proses belajar.

Sebenarnya banyak juga lho Moms, tokoh berprestasi yang menderita sindrom tourette, seperti David Beckham, Wolfgang Amadeus Mozart, Howard Hughes, dan Billie Elish.

Sindrom tourette pada anak memang sebaiknya dihadapi orang tua secara bijaksana dan besar hati, supaya Si Kecil bisa terus percaya diri dan menjalankan hidup yang berkualitas.

Bagaimana menurut Moms, perlukah informasi seperti di atas disebarluaskan untuk menghilangkan stigma negatif tentang anak penderita sindrom tourette?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait