Fashion & Beauty

31 Januari 2021

5 Skincare untuk Mengatasi Bruntusan, Kulit Pasti Mulus Kembali!

Moms, ini pilihan skincare untuk bruntusan yang perlu dipahami.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Daftar isi artikel

Setiap perempuan pasti ingin kulit wajahnya sehat, termasuk bebas bruntusan.

Wajah bruntusan ditandai dengan munculnya jerawat yang bisa disebabkan karena iritasi atau alergi. Tentunya hal ini membuat tidak nyaman, ya, Moms.

Kulit bruntusan kerap dialami oleh pemilik kulit wajah berminyak atau kombinasi. Seringnya, penyebab bruntusan karena penggunaan skincare yang salah atau gonta-ganti produk skincare.

Namun, bruntusan juga bisa disebabkan karena faktor lainnya, seperti iritasi terhadap produk kecantikan tertentu, alergi cuaca atau makanan, kurang memerhatikan kebersihan kulit, hingga faktor stres juga berpengaruh.

Baca Juga: Cara Mengatasi Jerawat Bruntusan yang Tak Kunjung Hilang

Sebenarnya, faktor penyebab wajah bruntusan sangat beragam. Hal yang perlu dipahami, ketika wajah bruntusan sebaiknya gunakan produk skincare yang berfokus untuk kulit sensitif.

Skincare untuk Bruntusan

Agar kulit kembali mulus dan bersih, simak pilihan skincare untuk bruntusan berikut ini.

1. Pembersih Wajah dengan Asam Salisilat

Pembersih Wajah dengan Asam Salisilat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Saat wajah beruntusan, Moms harus tetap rutin membersihkan wajah dengan sabun berformula lembut, bebas pewangi, dan cocok untuk kulit sensitif.

Skincare untuk bruntusan yang pertama adalah memerhatikan waktu yang tepat mencuci muka. Dilansir dari American Academy of Dermatology, cuci muka dua kali sehari dan setelah berkeringat.

Hindari mencuci muka lebih dari dua kali sehari karena dapat mengiritasi kulit dan membuat jerawat semakin parah.

Gunakan pembersih wajah yang hipoalergenik dan non-comedogenic untuk mengurangi risiko terjadinya alergi dan mencegah munculnya komedo yang berpotensi menjadi jerawat.

Selain itu, Moms juga harus memerhatikan dengan kandungan yang terdapat dalam sabun pembersih wajah.

“Sebaiknya gunakan sabun pembersih wajah yang bebas minyak dan mengandung sedikit asam salisilat untuk membantu pengelupasan kulit dan mengatasi jerawat tanpa terjadinya iritasi,” ungkap Dr. Heidi Waldrof, dermatolog dari Nanuet, New York.

Asam salisilat memang sudah dikenal sebagai kandungan skincare yang baik untuk mengatasi jerawat dan bruntusan, serta kerap digunakan untuk pemilik kulit berminyak.

Sebab, senyawa ini memiliki kandungan antibakteri yang mampu menghilangkan bakteri penyebab jerawat dan mengurangi minyak berlebih di pori-pori kulit.

Terdengar sederhana namun pemilihan sabun pembersih wajah yang tepat akan menjadi awal yang baik untuk mengatasi wajah bruntusan, ya, Moms.

2. Gunakan Pelembap yang Ringan

Gunakan Pelembap yang Ringan

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mencuci muka, Moms harus tetap memakai pelembap wajah yang ringan dengan tujuan untuk mencegah kulit dehidrasi.

Ya, meskipun kulit Moms termasuk berminyak dan mudah berjerawat, tetap bisa mengalami dehidrasi. Kondisi ini yang nantinya akan memperparah bruntusan apabila dibiarkan.

Kuncinya adalah pemilihan pelembap yang tepat agar kulit tidak semakin berminyak.

Pelembap yang tepat mampu menyeimbangkan kulit, mencegah peningkatan minyak, dan menghidrasi wajah dengan cukup.

Moms bisa memilih pelembap yang bebas minyak dan pewangi, serta non-comedogenic. Selain itu, pilih pelembap yang mengandung asam hialuronat dan ceramide untuk menjaga hidrasi kulit.

Moms juga perlu pilih pelembap yang mengandung niacinamide untuk membantu mengurangi peradangan yang disebabkan oleh jerawat. Kandungan niacinamide juga berguna untuk mengurangi bekas noda jerawat.

Saat kulit bruntusan, sebaiknya Moms menghindari memakai pelembap wajah dari bahan-bahan alami, seperti lidah buaya.

Sebab, dikhawatirkan hal ini dapat membuat kulit wajah semakin sensitif dan lebih banyak bruntusan yang keluar.

Namun, Moms tetap bisa memilih pelembap mengandung aloe vera dan bebas minyak yang dipakai sebagai skincare untuk bruntusan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Pelembap Lokal di Bawah 100 Ribu

3. Pilih Obat Jerawat yang Tepat

Pilih Obat Jerawat yang Tepat

Foto: Orami Photo Stock

Skincare untuk bruntusan berikutnya adalah memilih obat jerawat yang tepat. Ada 2 obat jerawat, yaitu obat topikal dan obat yang diminum.

Jenis-jenis dari obat jerawat juga beragam, di antaranya gel, krim, acne patch, hingga antibiotik. Untuk jenis antibiotik, sebaiknya Moms konsumsi ketika sudah mendapatkan rekomendasi dari dokter, ya.

Nah, sebagai tahapan awal memilih obat jerawat yang dijual di pasaran dan sesuaikan dengan penyebab jerawat masing-masing. Selain itu, melihat kandungan obat jerawat juga penting agar tidak salah memilih.

Menurut American Academy of Dermatology, kandungan bahan obat jerawat bisa disesuai dengan penyebabnya masing-masing, seperti:

  • Benzoyl peroxide, untuk mengatasi bakteri P. acnes yang menjadi penyebab munculnya jerawat.
  • Retinoid, berguna untuk membuka pori-pori yang tersumbat dan mengontrol minyak berlebih pada kulit yang dapat menjadi penyebab jerawat.
  • Asam salisilat, untuk meredakan peradangan pada wajah dan membuka pori-pori di wajah.

Nah, setelah menemukan jenis obat jerawat yang sesuai, Moms perlu menunggu sampai obatnya benar-benar efektif bekerja.

Seringnya, kita tidak sabar dan akhirnya memiliki kecenderungan untuk bergonta-ganti obat jerawat. Sayangnya, hal tersebut malahan bisa menyebabkan bruntusan semakin parah. Duh, nggak mau dong, Moms?

Cara memakai obat jerawat sebagai skincare untuk bruntusan juga perlu diperhatikan.

Cukup oleskan tipis-tipis pada kulit yang rentan berjerawat untuk membantu mengatasi jerawat yang ada dan mencegah munculnya jerawat yang baru.

Moms memerlukan waktu sekitar 4-6 minggu untuk melihat hasil dari obat jerawat yang Moms pakai.

Baca Juga: Ini 6 Obat Alami untuk Menghilangkan Jerawat dalam Semalam!

Hindari menggunakan obat jerawat yang berbeda dalam waktu bersamaan karena hanya meningkatkan risiko iritasi kulit dan munculnya jerawat baru.

Jika Moms melihat ada perubahan yang terjadi setelah satu bulan menggunakan obat jerawat tertentu, artinya obat tersebut bekerja efektif.

Namun, apabila tidak hasil yang signifikan setelah memakai sebulan lebih, maka Moms bisa mempertimbangkan untuk memilih obat jerawat yang baru.

Namun, apabila semua skincare untuk bruntusan tidak menunjukkan hasil yang baik, Moms dapat berbicara dengan dokter dan meminta resep untuk menghilangkan bruntusan. Obat sesuai dosis dokter biasanya lebih cepat untuk menghilangkan bruntusan.

4. Pentingnya Memakai Sunscreen

Pentingnya Memakai Sunscreen .jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sunscreen atau tabir surya menjadi skincare untuk bruntusan berikutnya yang tidak boleh dilupakan.

Sunscreen memang memiliki fungsi utama, yaitu pelindung kulit dari sinar matahari, namun fungsinya sebenarnya lebih dari itu.

“Perlindungan kulit dari sinar UV dengan sunscreen mampu menjaga kulit kencang dan awet muda. Paparan sinar matahari mampu mencegah kerutan dan bintik-bintik cokelat,” ungkap Dr. David Lortscher, dokter kulit dari New Mexico.

Sunscreen mampu menjaga kulit dari risiko terkena kanker kulit, menjaga wajah agar tetap terlindungi, mencegah penuaan dini, dan membantu mengatasi bruntusan.

Sunscreen juga mampu menjaga warna kulit tetap merata dan mencegah perubahan warna kulit.

Ada beberapa hal penting yang perlu Moms perhatikan saat memilih sunscreen, yaitu mengandung SPF 30 atau lebih sesuai yang direkomendasikan oleh dokter kulit dan memberikan perlindungan spektrum terhadap sinar UVA dan UVB.

Pilih sunscreen yang non-comedogenic, artinya formulanya sudah terujin tidak menyumbat pori-pori, serta memiliki bahan-bahan seperti titanium dioxide dan zinc oxide untuk menyerap sinar dan memantulkannya dari kulit.

Selain itu, kandungan seperti octocrylene dan octisalate juga penting diperhatikan dalam produk sunscreen yang Moms pakai.

Baca Juga: Bolehkah Menyemprotkan Sunscreen Spray ke Wajah? Ini Penjelasannya

5. Hindari Memencet Jerawat

Hindari Memencet Jerawat

Foto: Orami Photo Stock

Selain memilih skincare untuk bruntusan, Moms penting untuk memerhatikan kebiasaan sehari-hari.

Wajah bruntusan identik dengan munculnya jerawat yang bersamaan, meradang, dan mungkin akan terasa gatal.

Namun, Moms dilarang untuk menyentuh atau bahkan memencet jerawat. Meskipun memencet jerawat terlihat sebagai cara tercepat untuk menghilangkan jerawat, namun cara ini sebenarnya dapat memperburuk keadaan.

Ketika melakukan dengan teknik yang salah, maka bisa membuat bekas jerawat jadi permanen, jerawat semakin meradang, infeksi pada kulit, dan jerawat bisa terasa lebih menyakitkan.

“Sederhananya seperti ini, saat menekan jerawat, maka bakteri dan kotoran dari jari akan pindah ke wajah. Hal tersebut menyebabkan jerawat menjadi lebih merah, meradang, bengkak, dan terinfeksi. Bakteri dan minyak yang tersebar itu juga bahkan bisa menyebabkan lebih banyak jerawat,” ungkap Dr. Sejal Shah, dokter kulit bersertifikat dari New York.

Saat wajah bruntusan, perlu kesabaran untuk merawat dan mengatasinya. Namun, Moms tidak perlu khawatir karena dengan perawatan yang tepat maka wajah bruntusan dapat diatasi dengan baik.

Selain menghindari kebiasaan memencet jerawat, Moms juga harus rutin mencuci sarung bantal, topi, atau benda lainnya yang menyentuh kulit.

Sebab, sel kulit mati dan bakteri dapat menempel di permukaan ini, sehingga menyebabkan pori-pori wajah menjadi tersumbat.

Hal lainnya yang tidak kalah penting dilakukan adalah mengatur pola makan sehat dan rutin minum air putih setiap harinya.

Baca Juga: 6 Bahan Skincare yang Ampuh Hilangkan Jerawat

Itulah pilihan skincare untuk bruntusan yang perlu Moms pahami. Ingat, memilih skincare yang tepat dan sesuai dengan jenis kulit menjadi kunci utama mendapatkan kulit wajah sehat dan bebas bruntusan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait