Kesehatan

KESEHATAN
8 Juni 2020

Stres Baik dan Stres Buruk, Apa Bedanya?

Stres baik dan stres yang buruk, sebenarnya apa yang menjadi perbedaan keduanya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Berbicara tentang stres, pasti yang terlintas dalam pikiran Moms adalah sesuatu yang buruk dan harus segera dihilangkan.

Stres memang menjadi bagian dalam kehidupan manusia, yang mau tidak mau pasti akan selalu dialami.

Namun, hal yang sering luput dari perhatian, bahwa ada dua jenis stres yang bisa Moms alami, yaitu stres baik (good stress) dan stres buruk (bad stress).

Dua jenis stres ini tentunya saling bertolak belakang. Stres baik bisa membangun kehidupan Moms menjadi lebih baik.

Sedangkan stres yang buruk bisa menjadi bumerang bagi kehidupan Moms apabila tidak dikelola dengan baik.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan keduanya? Yuk, simak penjelasannya satu-persatu berikut ini.

Baca Juga: 6 Cara Mengatasi Stres pada Perempuan Secara Efektif

Stres Baik, Tingkatkan Kualitas Hidup

stres baik.jpeg

Foto: medium.com

Stres baik atau eustress, merujuk pada stres yang membantu menginspirasi, memotivasi, dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Bisa juga dikatakan sebagai sebuah tantangan yang menegangkan.

Menurut American Institute of Stress, stres baik adalah jenis stres yang Moms rasakan ketika sedang bersemangat.

Denyut nadi terasa lebih cepat dan hormon juga melonjak, tapi bukan sebuah perasaan ancaman atau ketakutan.

Contohnya saja, ketika seseorang naik roller coaster, bersaing untuk mendapatkan promosi dalam pekerjaan atau kencan pertama dengan pasangan.

“Stres yang baik berkaitan dengan peristiwa positif dalam hidup kita. Stres yang baik juga mendorong dan memotivasi diri kita untuk lebih berguna, berkualitas, dan berfungsi dengan baik untuk mencapai tujuan kita,” ungkap Dr. Jason W. Hunziker, psikiater dari Salt Lake City.

Baca Juga: Mengenal Eustress, Stres Positif yang Diperlukan oleh Tubuh

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan stres baik agar semakin berkualitas dan bukannya menjadi stres buruk.

Nyatanya, stres baik bisa berkembang menjadi stres buruk apabila tidak dikelola dengan tepat.

“Cara untuk mengembangkan stres baik bisa dengan melakukan hobi atau hal lainnya yang belum pernah dicoba, mengambil tanggung jawab yang lebih sulit di tempat kerja atau bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi,” ungkap Kimberly Hershenson, ahli terapi dari New York.

Stres Buruk, Dapat Berdampak Negatif

stres buruk.jpg

Foto: telegraph.co.uk

Stres buruk, bisa dibedakan menjadi stres akut dan stres kronis.

Melansir dari American Institute of Stress, stres akut memicu respons tubuh namun pemicunya bukan hal yang membahagiakan atau mengasyikan.

Stres kronis justru bisa berdampak parah, karena hal ini dipicu oleh keadaan yang buruk, seperti masalah pada rumah tangga.

Pada dasarnya, stres buruk terjadi ketika Moms tidak mampu mengontrol diri sehingga hasil yang didapatkan adalah perasaan gelisah, khawatir, marah, kecewa, dan emosi negatif lainnya.

“Stres yang buruk dapat berdampak negatif atau mengganggu hidup kita. Jika tidak mendapatkan kesempatan untuk mencapai tujuan, maka stres ini bisa bertambah parah,” ungkap Dr. Jason, menjelaskan.

WebMD menjelaskan, stres kronis yang tidak ditangani bisa mengakibatkan komplikasi pada kesehatan tubuh seperti penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, serangan jantung hingga stroke.

Stres kronis juga memicu gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, dan gangguan kepribadian.

Baca Juga: 5 Tips Mengatasi Anak Stres saat Belajar di Rumah Menurut Psikolog

Namun, stres yang buruk bisa dikelola agar menjadi stres yang baik.

Menurut Dr. Jason, ketika seseorang mampu mengelola stres dengan cara yang tepat, maka stres yang buruk bisa menjadi stres yang baik.

Fokusnya adalah semua pilihan pribadi. Cara mengelola stres adalah melakukan hal-hal yang disukai untuk membantu diri sendiri lebih fokus dan tenang.

Moms bisa mencoba berbagai cara, seperti menonton TV, mendengarkan musik, berolahraga atau sekadar berjalan-jalan santai.

Jadi, temukan pengelolaan stres yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh dan mental Moms, ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait