Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Jul 31, 2018

Suami Tidak Bisa Memuaskan Istri di Ranjang, Ini 3 Hal yang Harus Dilakukan

Bagikan


Pernah mengalami kejadian Moms belum orgasme tapi suami sudah ejakulasi? Kondisi ini memang tidak menyenangkan, terlebih jika Moms mengatakan tidak apa-apa tetapi ekspresi wajahnya berkata lain.

Saat hal itu terjadi, suami pasti bingung harus berbuat apa dan bahkan bisa merasa minder. Supaya hubungan tidak menjadi renggang, lakukan hal-hal ini jika suami tidak bisa memuaskan istri di ranjang.

Cari Tahu Penyebabnya

Ketidakpuasan seksual bisa saja merupakan ciri terjadinya disfungsi seksual pada suami. Ada banyak faktor yang bisa memicu terjadinya disfungsi seksual. Mulai dari kondisi medis, stres, dan perubahan psikologis.

Kondisi medis yang memicu terjadinya disfungsi seksual di antaranya adalah diabetes, obesitas, dan tekanan darah tinggi.

Diabetes ternyata berdampak langsung pada organ seksual suami. Hal itu menyebabkan terjadinya ereksi lemah, penurunan libido, dan ejakulasi dini atau lama mencapai ejakulasi.

Obesitas berpengaruh pada stamina suami saat berhubungan seksual. Obesitas juga konon membuat darah yang mengalir ke penis terhambat oleh timbunan lemak.

Hal tersebut membuat penis tidak bisa berfungsi secara optimal, sehingga Moms menjadi tidak puas karena performa seks suami yang tidak maksimal.

Sementara itu, tekanan darah tinggi bisa membuat pembuluh arteri mengeras sehingga darah yang mengalir ke penis tidak maksimal. Kondisi ini dapat memicu ereksi lemah, penurunan libido, dan juga ejakulasi dini atau lama mencapai ejakulasi.

Selain kondisi medis, kondisi psikis juga bisa membuat suami mengalami disfungsi seksual. Stres karena berbagai juga bisa memicu terjadinya disfungsi seksual. Begitu juga dengan depresi dan ketakutan berlebihan akan suatu hal.

Saat berhubungan seksual, suami sebaiknya dalam kondisi yang prima. Jangan ada tekanan, jangan khawatir berlebihan, jangan memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Fokuslah pada Moms.

Suami juga jangan terlalu khawatir tidak bisa memuaskan istri. Itu akan menjadi tekanan tersendiri yang memicu terjadinya disfungsi seksual.

Baca Juga: Pagi Atau Malam? Ternyata Ini Waktu Paling Tepat untuk Melakukan Seks

Lakukan Pengobatan

Jangan bersedih dulu Dads. Hal-hal yang memicu terjadinya disfungsi seksual itu sebetulnya bisa ditangani. Setelah tahu apa yang menjadi penyebab utamanya, Dads bisa langsung mengambil tindakan.

Untuk kondisi medis, sebaiknya suami segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kondisi-kondisi medis ini bisa ditangani dan akan membuat fungsi seksual meningkat.

Sedangkan untuk faktor psikis, suami bisa coba mengurangi stres dengan beberapa cara. Seperti mendengarkan musik dan melakukan hal yang disukai.

Jika tidak yakin, suami juga bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk meminta terapi agar bisa menurunkan stres.

Saat berkonsultasi dengan psikolog, Dads harus menyingkirkan gengsi. Jangan karena gengsi, Dads jadi tidak jujur menceritakan kondisi yang dialami. Jika begitu, terapi yang nantinya akan dilakukan menjadi tidak efektif.

Dalam pengobatan, Moms juga sebaiknya tetap mendukung dan menemani suami agar ia tidak merasa kecil hati atau minder. Bilang kepadanya bahwa Moms mengerti keadaannya dan akan mendukungnya supaya ia bisa kembali pada kondisi prima.

Baca Juga: 6 Tempat Bercinta yang Lebih 'Hot' daripada Tempat Tidur, Penasaran?

Saling Terbuka

Perlahan-lahan Moms bisa memancing suami untuk mulai membahasnya. Yakinkan suami bahwa ia tidak perlu minder bila tidak bisa memuaskan Moms di ranjang.

Dengan berkomunikasi secara terbuka, Moms jadi akan lebih mengerti keadaan fisik dan psikis yang dialami suami. Komunikasi yang baik juga bisa bisa membantu suami untuk bangkit dari rasa minder dan malu.

Dukungan dari Moms tentunya akan menjadi motivasi utama bagi suami untuk bisa kembali pada kondisi yang maksimal.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.