Scroll untuk melanjutkan membaca

3-12 BULAN
31 Oktober 2022

Terungkap! Ini 10 Penyebab Suara Bayi Grok-Grok saat Tidur

Perhatikan bila gejalanya mengkhawatirkan, ya, Moms!
Terungkap! Ini 10 Penyebab Suara Bayi Grok-Grok saat Tidur

Bunyi suara bayi grok-grok kerap terdengar ketika ia sedang tertidur lelap.

Hal ini membuat banyak orang tua khawatir, apakah berbahaya jika terjadi terus-terusan?

Meski demikian, suara bayi yang berbunyi grok-grok ini tak membuat Si Kecil tampak gelisah atau rewel.

Lantas, apakah arti dan penyebab suara bayi grok-grok tapi tidak flu atau sakit?

Baca Juga: Unilever Tarik Dry Shampoo Dove dan TRESemme karena Dianggap Menyebabkan Kanker

Penyebab Suara Bayi Grok-Grok

Bayi di Periksa

Foto: Bayi di Periksa (raisingchildren.net.au)

Faktanya, penyebab suara bayi grok-grok tapi tidak flu memiliki beragam arti dan penyebab.

Berikut adalah penjelasan penyebab napas bayi berbunyi keras, di antaranya:

1. Paru-Paru Bayi Berfungsi

Pengamat Kesehatan di Inggris, Harriet Gibbs menyatakan, suara bayi grok-grok adalah tanda normal yang dialami ketika baru lahir.

Selain grok-grok, bunyi lain seperti sedang mencicit, mendengus, atau bersin pun sering terdengar.

Hal ini disebabkan paru-paru dan hidung kecil bayi baru saja mulai menghirup udara atau berfungsi.

Ini adalah cara bayi beradaptasi setelah 9 bulan lamanya di dalam rahim ibu.

2. Ada Lendir di Hidung

Bayi Menangis

Foto: Bayi Menangis (babynowbrand.com)

Adapula penyebab lain yang membuat suara bayi grok-grok tapi tidak flu.

Hal ini karena terdapat lendir dalam saluran napasnya.

Diyakini, hal ini karena lendir dari hidung saat ia baru lahir tidak dibersihkan.

Akibatnya, menumpuk dalam waktu lama dan membuat suara bayi berbunyi.

Seharusnya ini perlu dibantu dengan penolong persalinan seperti bidan dan dokter kandungan.

Namun, faktanya hal seperti ini bisa saja terlewat.

3. Proses Pembersihan Saluran Napas

Melansir laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab suara bayi grok-grok karena proses alamiah pembersihan saluran napas.

Dalam keadaan normal, dinding saluran napas manusia menghasilkan cairan lendir yang banyak fungsinya.

Salah satu fungsi utama adalah untuk pertahanan saluran napas dan memerangkap zat asing yang terhirup dalam udara.

Lendir ini kemudian dibawa keluar oleh tubuh yang disebut bersihan mukosilier (mucociliary clearance).

Bersihan mukosilier ini dapat diibaratkan seperti petugas kebersihan (cleaning service) di saluran napas kita.

Baca Juga: 12 Drama Korea Tayang November 2022, Diperankan Song Joong Ki hingga Park Solomon!

4. Asam Lambung Naik

Bayi Menangis

Foto: Bayi Menangis (https://babycenter.com/)

Pernahkah Si Kecil suara grok-grok setelah menyusui?

Ini petanda bahwa ada indikasi asam lambung sedang naik.

GERD membuat sejumlah orang, bayi sekalipun merasakan perasaan tidak nyaman pada bagian dada.

Ini pun membuat saluran napas membengkak dan teriritasi.

Akibatnya, bernapas normal tapi tidak flu menjadi berisik seperti grok-grok.

Ukuran lambung bayi yang masih kecil pun terkadang membuat tidak semua jenis makanan bisa dicerna dengan baik.

Oleh karena itu, pastikan bayi menerima MPASI pertamanya setelah berusia 6 bulan ke atas.

5. Kelainan Kotak Suara

Penyebab suara bayi grok-grok setelah minum ASI karena ada indikasi gangguan kesehatan tertentu.

Melansir Kids health, laringomalasia adalah penyebab umum pernapasan berisik pada bayi.

Ini terjadi ketika laring atau kotak suara bayi tak berfungsi dengan baik.

Saat bayi menarik napas, bagian laring di atas pita suara jatuh dan menghalangi jalan napas bayi untuk sementara.

Hal ini perlu perawatan medis yang dibantu oleh seorang dokter.

6. Zat Asing Masuk

Bayi di Periksa

Foto: Bayi di Periksa (med-health.net)

Suara bayi grok-grok tapi tidak flu bisa saja karena kemasukkan suatu zat asing.

Zat asing yang dibawa dari hidung, kemudian akan sampai di paru-paru secara tidak sadar.

Bila jumlah zat asing ini lebih banyak daripada biasa, maka akan merangsang refleks batuk.

Batuk adalah suatu kondisi yang bertujuan untuk mendorong gumpalan lendir keluar.

Apabila ini terjadi, saluran paru-paru akan melakukan pembersihan secara alami.

“Jika tidak ada mekanisme alami tersebut, maka manusia akan tenggelam dalam lendir sendiri,” terang dr. Darmawan B Setyanto, SpA (K) dari Ikatan Dokter Anak Indonesia

7. Infeksi atau Peradangan

Jangan salah, suara yang berbunyi grok-grok juga menandakan ada infeksi yang terjadi dalam tubuh.

Infeksi atau peradangan ini membuat napas bayi menjadi berisik dan tersendat beberapa waktu.

Hal ini bisa terjadi dari berbagai faktor, baik bagi orang dewasa ataupun bayi.

Salah satunya adalah karena sistem pertahanan tubuh bayi terhadap virus penyebab infeksi masih belum terbentuk.

Faktor suhu dan kelembapan juga meningkatkan risiko infeksi yang terjadi pada saluran napas Si Kecil.

8. Turunan Alergi

Bayi

Foto: Bayi

Pada bayi baru lahir ‘petugas kebersihan’ di saluran napasnya itu belum begitu terampil, sehingga sering tersisa lendir.

Suara udara napas yang melewati cairan lendir ini yang menimbulkan suara grok-grok.

Pada pasien yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarga, ibu, ayah, atau anggota keluarga lain, keadaan ini sering terjadi.

Bila pasien mempunyai kecenderungan timbul alergi di saluran napas, maka produksi lendirnya akan lebih banyak.

Bunyi suara bayi grok-grok tapi tidak flu menjadi salah satu yang sering terdengar.

9. Laringomalasia

Kondisi lainnya yang menyebabkan suara bayi grok adalah laringomalasia, biasanya terdeteksi pada bayi baru lahir.

Suara cenderung melengking dan bertambah nyaring saat berbaring.

Kondisi ini terjadi karena ada kelebihan jaringan di sekitar laring dan tidak berbahaya.

Umumnya, laringomalasia akan hilang dengan sendirinya ketika anak menginjak usia 2 tahun.

10. Bronkiolitis

Bayi Batuk

Foto: Bayi Batuk

Melansir Journal Public Health, bronkiolitis adalah infeksi saluran pernapasan bawah (paru) yang disebabkan oleh serangan virus.

Kondisi ini umum terjadi terutama saat cuaca dingin.

Gejala awal ditandai dengan pilek, batuk, kesulitan bernapas, hingga akhirnya bayi mengalami mengi.

Umumnya, gejala bronkiolitis akan berlangsung dalam hitungan hari atau minggu.

Namun dalam beberapa kasus, penyakit ini bisa terjadi selama sebulan dan butuh waktu lebih lama untuk menyembuhkannya.

Bayi bisa dirawat di rumah maupun di rumah sakit tergantung dari keparahan penyakitnya.

Baca Juga: Fingering atau Memasukkan Jari ke Miss V: Tips Melakukan, Risiko, hingga Hukumnya dalam Islam

Kapan Kondisi Ini Hilang?

Bayi Tidur

Foto: Bayi Tidur (https://erabaru.net/)

Meski tidak selalu terjadi, tapi sekitar 25-30 persen suara bayi grok setidaknya satu kali.

Seiring bertambahnya usia, sekitar 40 persen mengalami mengi di usia tiga tahun dan hampir 50 persen saat memasuki usia enam tahun.

Terlepas banyaknya kondisi yang menyebabkan napas bayi grok-grok, ini akan hilang ketika usia bayi bertambah.

Fase seperti ini akan hilang ketika Si Kecil berusia 3 bulan ke atas.

Bahkan, sejumlah bayi pun masih mengalami hal ini sampai usianya 6 bulan.

Oleh karena itu, selagi tak ada indikasi gangguan kesehatan, ini hal normal yang tak perlu dikhawatirkan.

Lain hal jika terdapat gangguan dalam saluran napas bayi yang membuat ia bernapas grok-grok dan terasa sesak.

Bayi yang memiliki jam tidur teratur pun akan mencegah kondisi ini kambuh kembali.

Apabila Si Kecil menunjukkan tanda-tanda tak biasa ketika bernapas grok-grok, jangan ragu membawanya ke dokter.

Mengatasi Bunyi Suara Bayi Grok-Grok

Ada beragam cara untuk mengatasi suara bayi yang berbunyi.

Berikut hal-hal yang bisa dicoba, antara lain:

1. Bersihkan Rumah dengan Rutin

Vacuum Cleaner

Foto: Vacuum Cleaner

Bunyinya akan semakin nyata jika diperparah dengan hal-hal tertentu yang merangsang produksi lendir lebih banyak.

Dokter Darmawan menyampaikan, asap rokok, bulu binatang, debu rumah, dan tungau di kasur bisa menjadi penyebab suara bayi grok-grok.

Oleh karena itu, cobalah untuk selalu rutin membersihkan rumah dari hal-hal penyebab alergi.

Jangan sampai benda kecil ini terhirup Si Kecil dan membuat napas bayi grok-grok.

2. Pasang Alat Nebulizer

Nebulizer adalah perangkat khusus yang menghangatkan atau mengubah larutan cair menjadi uap yang mudah dihirup.

Nebulizer berguna dalam mengobati kondisi pernapasan tertentu.

Para dokter sering menggunakannya untuk bayi.

Ini pun sering dipakai untuk alat bantu untuk minum obat pada Si Kecil.

Ketika bayi menghirup uap dari nebulizer, obat bisa masuk ke dalam paru-paru.

Dengan demikian, ini membuat pernapasan lebih mudah.

Baca Juga: Kisah Abu Lahab, Paman Nabi Muhammad SAW yang Dilaknat Allah SWT

3. Amati Cara Bayi Bernapas

Bayi dan Ibu

Foto: Bayi dan Ibu

Mendengarkan pernapasan Si Kecil membantu mendiagnosis penyebab pernapasan yang bising.

Dokter biasanya juga akan menyarankan hal lainnya untuk mengetahui masalah yang mendasari.

Ini seperti melakukan tes darah, lendir dahak, tes pernapasan, atau X-Ray mungkin diperlukan untuk memeriksa infeksi atau tanda-tanda seperti asma.

Suara bayi grok-grok setelah menyusui pun bisa sangat mengganggu jika terjadi di kurun waktu lama.

4. Atasi Sleep Apnea

Saat bayi sedang tidur, dapat terjadi suatu kondisi yang dinamakan apnea.

Melansir Missouri Medicine, sleep apnea adalah ketidakmampuan melakukan upaya pernapasan ketika sedang tidur.

Saat tidur, mungkin ada suara napas yang berisik, lalu hening, dan bersuara lagi.

Ini membuat penderitanya berhenti napas selama kurang lebih 15-20 detik.

Cara mengatasi suara bayi grok-grok, yaitu mengobati kondisi sleep apnea terlebih dahulu.

Apnea pada bayi biasanya memerlukan pendekatan menyeluruh untuk evaluasi lebih lanjut.

Baca Juga: 5 Artis Terseret Kasus Robot Trading Net89, Ada Atta Halilintar, Kevin Aprilio, hingga Taqy Malik

5. Melakukan Pemeriksaan Dalam

Bayi

Foto: Bayi (babycentre.co.uk)

Ketika bayi bernapas grok-grok, sering kali tidak tidur nyenyak, susah makan, dan berat badan tidak bertambah.

Melansir Stanford Children's Health, kondisi ini membuat Si Kecil mengeluarkan energi begitu banyak untuk bernapas.

Akibatnya, tubuh merasa lelah dan kehilangan energi.

Pemeriksaan dalam kotak suara perlu dilakukan untuk melihat penyebabnya.

Akan memerlukan bantuan kamera steril khusus yang dilakukan para tenaga kesehatan.

6. Biarkan Hilang Sendiri

Suara bayi grok-grok sering terjadi terutama pada mereka yang berusia di bawah 1 bulan.

Setelah diidentifikasi oleh dokter THT, kabar baiknya adalah biasanya penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya.

Bunyi berisik ketika bernapas ini akan hilang ketika bayi berusia 6 bulan ke atas.

Oleh karena itu, tak perlu melakukan tindakan apa-apa selagi Si Kecil sehat dan beraktivitas biasa.

Hal yang dilakukan adalah mencari apakah ada hal-hal yang dapat memperparah keluhan tersebut.

Jika ada, maka harus diusahakan semaksimal mungkin untuk menghindarinya.

Semoga informasi terkait suara bayi grok-grok setelah menyusui ini bermanfaat!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7173511/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6140019/
  • https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/napas-grok-grok-pada-bayi-dan-anak-berbahayakah
  • https://kidshealth.org/en/parents/laryngomalacia.html#
  • https://www.healthline.com/health/nebulizer-for-baby
  • https://healthier.stanfordchildrens.org/en/when-should-a-parent-be-concerned-with-a-babys-noisy-breathing/