Newborn

18 Agustus 2021

7 Cara Sukses ASI Eksklusif Ibu Bekerja, Patut Dicoba!

Ibu bekerja sambil menyusui, siapa bilang tidak mungkin!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms, cuti melahirkan sudah selesai dan harus kembali bekerja? Jangan khawatir, Moms masih bisa mengkuti beberapa cara sukses ASI eksklusif ibu bekerja.

Memang bukan hal yang mudah untuk konsisten memompa ASI sambil bekerja. Hal ini karena banyak pekerjaan kantor yang harus diselesaikan sehingga waktu memompa tidak bebas.

Meskipun banyak ibu menganggap bahwa mereka harus memilih salah satu, yakni menyusui atau bekerja, Moms sebenarnya dapat melakukan keduanya, kok.

Namun, para ahli memperingatkan agar Moms tidak menunggu sampai Moms kembali bekerja. Jadi, Moms perlu mempersiapkan cara sukses ASI eksklusif ibu bekerja saat cuti melahirkan.

Lantas, bagaimana cara sukses ASI eksklusif ibu bekerja? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 6 Cara Melembutkan Rambut dengan Masker Berbahan Alami, Yuk Coba!

Pilihan Menyusui sambil Bekerja

Sukses ASI Eksklusif Ibu Bekerja 1.jpg

Foto: healthywealthywonderful.com

Sebagian ibu menyusui tidak berharap untuk kembali bekerja dan harus meninggalkan bayi. Tetapi hal tersebut harus dijalani karena beberapa kondisi.

Sebelumnya, sebagian besar ibu yang bekerja biasanya menyusui sebanyak yang mereka bisa, kemudian menyapih sebelum cuti melahirkan berakhir dan mereka kembali bekerja.

Namun, saat ini semakin banyak ibu yang memilih untuk tetap menyusui bahkan setelah mereka kembali memasuki dunia kerja.

Keduanya sah-sah saja, mengingat World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics (AAP), American Academy of Family Physicians (AAFP), dan Ikatan dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan dapat dilanjutkan sampai 2 tahun.

Langkah pertama agar berhasil menggabungkan antara menyusui dan bekerja berlangsung selama 4 minggu pertama setelah bayi lahir, yaitu saat Moms menetapkan jadwal makan dan mempersiapkan persediaan ASI.

Kebiasaan ini akan terus berlanjut setelah Moms kembali bekerja.

  • Pilihan 1: Moms dapat menyediakan cadangan ASI dengan memerah ASI selama bekerja menggunakan pompa ASI elektrik berkualitas tinggi. Perawat bayi Moms bisa memberikan ASI menggunakan media seperti cup feeder, botol susu, dan sebagainya pada si kecil selama Moms bekerja.
  • Pilihan 2: Jika Moms tidak dapat memompa ASI di tempat kerja, bayi dapat diberi susu formula selama Moms bekerja. Namun, saat Moms sudah di rumah, Moms menyusui langsung.

Baca Juga: 13 Manfaat Rebusan Daun Salam, dari Ujung Kaki hingga Ujung Rambut

Cara Sukses ASI Eksklusif Ibu Bekerja

Kandungan dan beragam manfaat ASI membuat para ibu memilih untuk menyusui anaknya.

Melansir World Health Organization (WHO), anak-anak yang menjalani program ASI memiliki antibodi lebih kuat dan memiliki payung pelindung saat sistem kekebalan tubuh mereka berkembang, dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan ASI.

Maka dari itu tak heran jika banyak organisasi kesehatan mendukung pemberian ASI eksklusif.

Menurut dr. Meutia Ayuputeri, IBCLC, CIMI, MRes Dokter Konselor Laktasi di RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, ASI eksklusif breastfeeding artinya bayi dapat tercukupi kebutuhan nutrisinya selama 6 bulan pertama kehidupannya dengan ASI.

"6 bulan lebih ASI sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan bayi untuk tumbuh secara nutrisi sehingga perlu diperkenalkan sumber makanan lain atau MPASI supaya transisi." Ucap dr. Meutia Ayuputeri dalam Webinar: A - Z Keberhasilan Ibu Menyusui pada Jumat (13/8/2021).

Baca Juga: 22 Nama Bayi Perempuan Turki dengan Arti yang Sangat Cantik!

Bagi Moms yang harus bekerja, tidak menutup kemungkinan masih bisa memberikan ASI eksklusif untuk Si Kecil, lho.

Berikut ini cara sukses ASI eksklusif ibu bekerja:

1. Atur Jadwal

Pompa Asi

Foto: Orami Photo Stock

Cara sukses ASI eksklusif ibu bekerja yang pertama adalah atur jadwal.

Moms harus menyusun jadwal dalam mempersiapkan pemberian ASI eksklusif. dr. Meutia Ayuputeri juga menyarankan ibu mulai menabung ASI kira-kira 2 minggu sebelum bekerja.

2. Latihan Memerah ASI

Moms bisa melatih diri untuk memerah ASI menggunakan tangan, pompa manual, atau elektrik. Alat pelatihan ini bisa disesuaikan dengan kenyamanan yang Moms rasakan ya.

Latihan ini bisa dilakukan mulai saat ASI keluar pertama kali dan payudara terasa penuh.

Baca Juga: Ternyata, Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Darah Tinggi saat Hamil!

3. Perhatikan Asupan Makanan

asupan

Foto: Orami Photo Stock

Moms, tanpa disadari, menyusui masih lanjutan kehamilan. Jadi, apa yang ibu butuhkan dalam kesehatan selama kehamilan silahkan dilanjutkan selama periode menyusui juga. Hal ini karena kebutuhannya masih sama atau malah lebih tinggi.

Nutrisi secara garis besar dibedakan menjadi makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien dikenal secara tiga besar yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Sedangkan mikro terdiri dari vitamin dan mineral.

"Untuk kebutuhan ibu menyusui kurang lebih harus ekstra 300-400 kalori per harinya dibandingkan ibu tidak hamil. Pastikan juga memperhatikan jumlah protein yang dikonsumsi oleh ibu setiap harinya yaitu 20 gram." Jelas dr. Meutia Ayuputeri.

4. Menjaga Asupan Cairan

Asupan cairan ibu menyusui tentunya akan lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa pada umumnya.

Cairan yang masuk ke tubuh Moms memiliki peranan besar bagi kelancaran menyusui bayi. Jika orang dewasa normal membutuhkan 8 gelas air putih sehari, ibu menyusui akan membutuhkan lebih dari itu.

"Asupan cairan perempuan berat badan 50-60 kg rata-rata 2 liter sehari. Karena ASI komponenya bahan dasar air, jadi jangan sampai kurang. Sebaiknya ibu minum lebih dari 2 liter per hati." Kata dr. Meutia Ayuputeri.

Tak hanya itu, Moms juga bisa mengonsumsi jus atau susu almond sebagai pendukung cairan.

Stanford Health mengungkapkan, almond bisa mencukupi kebutuhan kalsium ibu menyusui. Selain itu, almond memiliki nutrisi penting seperti vitamin E, vitamin B2, B3, dan B1.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Nama Olshop Korea Unik dan Menarik Beserta Artinya

5. Beritahu Pihak Kantor

ruang menyusui.jpg

Foto: news.nestia.com

Cara sukses ASI eksklusif ibu bekerja selanjutnya yang tidak kalah penting adalah memberitahu pihak kantor.

Moms bisa memberitahu HRD memberikan waktu untuk memerah ASI. Dengan cara ini tentunya Moms tidak perlu khawatir lagi terganggung oleh pekerjaan saat memerah ASI.

6. Usahakan Tetap Menyusui Langsung

Meski bekerja, tapi Moms tetap harus menyempatkan diri untuk menyusui bayi secara langsung.

Waktu terbaik untuk menyusui langsung adalah ketika akan berangkat kerja, pulang kerja, serta menjelang bayi tidur malam. Aktivitas ini akan membangun ikatan batin atau bonding antara ibu dan bayi.

7. Tetap Rileks

ibu menyusui.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Beban pekerjaan dan rasa lelah mengurus bayi merupakan faktor yang dapat menyebabkan ibu menyusui kerap mengalami stres.

Padahal, salah satu kunci agar ibu yang bekerja tetap bisa memberikan ASI secara eksklusif adalah rileks dan menghindari stres.

Saat Moms stres, kualitas ASI pun akan ikut terpengaruh menjadi lebih sedikit. Untuk itu, usahakan untuk menjaga diri agar tidak merasa stres.

Moms bisa melakukan hal yang disukai disela-sela menyusui, seperti menjalankan hobi atau beristirahat sejenak.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Lemari Baju Bayi, Baju Si Kecil akan Tertata Rapi!

Nah, itu dia Moms cara sukses ASI eksklusif ibu bekerja. Jangan patah semangat ya. Tetap yakin dan berpikir positif bahwa Moms bisa memberikan ASI secara optimal untuk buah hati.

  • https://www.workingmother.com/breastfeeding-strategies-for-working-mom
  • https://www.who.int/news-room/facts-in-pictures/detail/breastfeeding
  • https://www.llli.org/breastfeeding-info/working-and-breastfeeding/
  • https://news.sanfordhealth.org/womens/top-10-breastfeeding-superfoods/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait