06 Mei 2024

Bacaan Surat Al Isra Ayat 32 serta Arti dan Kandungannya

Mengandung larangan untuk mendekati zina

Tahukan Moms isi kandungan Surat Al Isra Ayat 32?

Ayat ini banyak dikenal di kalangan pendidik atau konseling rumah tangga dan keluarga.

Sebab berkaitan dengan edukasi zina terutama dalam hal pencegahan pada anak atau orang yang belum menikah.

Salah satunya menurut penelitian Repository Unisba, menjelaskan tentang larangan mendekati zina.

Bukan hanya anak, banyak pihak yang membantu menjauhkan seseorang dari zina.

Misalnya, guru disarankan untuk dapat memberikan pendidikan seks pada anak didiknya, dan begitu juga orang tua.

Tentunya harus sesuai dengan ajaran Islam, yaitu yang terdapat dalam Al-Qur'an dan hadis, karena pendidikan seks merupakan bagian pendidikan yang harus diberikan pada anak.

Berikut penjelasan lebih lanjut tentang kandungan Surat Al Isra ayat 32, simak yuk!

Baca Juga: Kandungan Surat Yusuf Ayat 87 tentang Larangan Berputus Asa

Bacaan Surat Al Isra Ayat 32 dan Artinya

Berikut ini kandungan Surat Al Isra Ayat 32 dalam tulisan Arab, tulisan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Walaa taqrobuz zinaa, innahuu kaana faahisyataw wasaa,a sabiilaa.

Artinya:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Isra: 32).

Tafsir Surat Al Isra Ayat 32

Kandungan Surat Al Isra ayat 32 (Orami Photo Stock)
Foto: Kandungan Surat Al Isra ayat 32 (Orami Photo Stock) (Orami Photo Stocks)

Sebelum mengetahui kandungan Surat Al Isra Ayat 32, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dulu tafsirnya.

Surat Al Isra (الإسراء) adalah surat ke-17 dalam Al-Qur'an.

Apa saja isi kandungan Surat Al Isra ayat 32? Berikut ini penjelasannya.

Mayoritas kandungan Surat Al Isra termasuk dalam kategori Makkiyah. Namun, Surat Al Isra ayat 32 merupakan ayat Madaniyah.

Demikian pula ayat 26, 57, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79 dan 80 yang termasuk ayat-ayat Madaniyah.

Tafsir Surat Al Isra ayat 32 ini disarikan dari Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Fi Zhilalil Quran, Tafsir Al Azhar dan Tafsir Al Munir, yakni:

1. Larangan Mendekati Zina

Poin pertama dari Surat Al Isra ayat 32 ini adalah larangan mendekati zina.

Allah SWT melarang zina dengan larangan yang sangat keras.

Jika banyak hal haram hanya dilarang, zina bukan hanya dilarang melakukan namun juga dilarang mendekatinya.

Misalnya, dalam melarang makan harta saudara secara zalim, Allah SWT berfirman:

لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ

Artinya: “Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu.” (QS An Nisa: 29)

Ibnu Katsir dalam Tafsir Fi Zilalil Quran mengatakan: “Allah melarang hamba-hambaNya berbuat zina, begitu pula mendekatinya dan melakukan hal-hal yang mendorong dan menyebabkan terjadinya perzinaan.

Al-Qur'an melarang walau hanya mendekati perbuatan zina, dalam rangka untuk menunjukkan sikap kehati-hatian dan tindakan antisipatif yang lebih besar.

Karenanya, Islam menerapkan hukum untuk mencegah terjadinya zina.

Islam melarang ikhtilath, yakni campur baur antara laki-laki dan perempuan.

Islam juga melarang khalwat, yakni pria berduaan dengan perempuan yang bukan mahramnya. Termasuk dengan larangan membuka aurat.

Dalam Islam pun melarang pacaran.

Oleh karena itu, Islam mengajarkan menjaga pandangan dan memotivasi pemuda untuk segera menikah.

“Jangan dekati zina! Artinya, segala sikap dan tingkah laku yang dapat membawa kepada zina janganlah dilakukan.

Hendaklah dijauhi!” tegas Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar.


2. Perbuatan Keji dan Buruk

Menurut Syaikh Wahbah Az Zuhaili, fahisyah (فاحشة) adalah perbuatan yang sangat keji.

Sedangkan saa’a sabiilaa (ساء سبيلا) adalah jalan yang sangat buruk lantaran merupakan pelanggaran terhadap kehormatan.

Akibatnya, tercampur dan terputusnya nasab serta menimbulkan kekacauan di masyarakat.

Menurut Ibnu Katsir, fahisyah (فاحشة) adalah dosa besar dan saa’a sabiilaa (ساء سبيلا) adalah hal yang paling buruk.

Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah hadis dari Abu Umamah, bahwasanya pernah ada seorang pemuda datang kepada Nabi Muhammad.

Lalu, beliau berkata:

“Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berbuat zina.” Maka para sahabat yang hadir memusatkan pandangan ke arah pemuda itu dan menghardiknya. “Diam kamu, diam kamu!”

Namun, Rasulullah SAW tidak memarahi pemuda itu.

Beliau justru bersabda, “Dekatkanlah ia kepadaku.” Setelah pemuda itu mendekat, Rasulullah bersabda, “Duduklah.” Pemuda itu pun duduk dan Nabi bertanya kepadanya: “Apakah kamu suka perbuatan zina dilakukan terhadap ibumu?”

Pemuda itu menjawab: “Tidak. Demi Allah, wahai Rasulullah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” Maka Rasulullah bersabda, “Orang lain pun tidak suka hal itu dilakukan terhadap ibunya.”

“Apakah kamu suka perbuatan zina dilakukan terhadap anak perempuanmu?”

“Tidak. Demi Allah, wahai Rasulullah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.”

“Orang lain pun tidak suka hal itu dilakukan terhadap anak perempuannya.”

“Apakah kamu suka perbuatan zina dilakukan terhadap saudara perempuanmu?”

“Tidak. Demi Allah, wahai Rasulullah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.”

“Orang lain pun tidak suka hal itu dilakukan terhadap saudara perempuannya.”

“Apakah kamu suka perbuatan zina dilakukan terhadap bibimu?”

“Tidak. Demi Allah, wahai Rasulullah, semoga Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.”

“Orang lain pun tidak suka hal itu dilakukan terhadap bibinya.”

Kemudian Rasulullah meletakkan tangannya ke dada pemuda itu seraya berdoa:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ ذَنْبَهُ وَطَهِّرْ قَلْبَهُ وَحَصِّنْ فَرْجَهُ

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosanya dan bersihkanlah hatinya serta peliharalah farjinya.” (HR Ahmad)

Maka sejak saat itu, pemuda tersebut tidak menoleh kepada perbuatan zina sedikit pun.

Baca Juga: Kandungan Surat Ali Imran Ayat 159, Pahami Maknanya, Yuk!

Kandungan Surat Al Isra Ayat 32

Kandungan Surat Al Isra ayat 32
Foto: Kandungan Surat Al Isra ayat 32 (News.iium.edu.my)

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut ini adalah isi kandungan Surat Al Isra ayat 32:

  • Allah SWT melarang mendekati zina. Bukan hanya melarang, seluruh perbuatan yang bisa menjadi sarana dan mendekatkan zina juga dilarang.
  • Islam adalah agama yang sangat memahami manusia, sehingga ia mengutamakan tindakan preventif untuk menutup kerusakan.
  • Larangan mendekati zina adalah tindakan preventif agar manusia tidak terjerumus ke perzinaan.
  • Zina adalah perbuatan yang sangat keji dan sangat buruk. Di antara keburukannya, ia merupakan pelanggaran terhadap kehormatan yang mengakibatkan tercampur dan terputusnya nasab serta mengakibatkan kekacauan di masyarakat.

Baca Juga: 3 Doa Selamat untuk Keluarga agar Dijauhkan dari Mara Bahaya, Yuk Baca Moms!

Demikian kandungan Surat Al Isra ayat 32 beserta tafsirnya.

Semoga bermanfaat dan menjauhkan seluruh keluarga dari perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT tersebut.

  • https://webmuslimah.com/isi-kandungan-surat-al-isra-ayat-32/
  • http://repository.unisba.ac.id/bitstream/handle/123456789/3129/09bab5_Dinni%20Noer%20Sakinah_10030111025_skr_2016.pdf?sequence=9&isAllowed=y#:~:text=Dalam%20Qs%20Al%2DIsraa%20ayat,oleh%20setiap%20laki%2Dlaki%20yang
  • https://bersamadakwah.net/surat-al-isra-ayat-32/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.