Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Health | Jun 1, 2018

Susu Full Cream dan Susu Skim, Lebih Baik yang Mana?

Bagikan


Susu merupakan asupan bergizi yang selalu ada dalam keseharian kita sejak kecil hingga dewasa. Susu memang memiliki banyak keunggulan bagi tubuh, seperti untuk memperkuat tulang dan gigi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan memberikan energi.

Memperingati Hari Susu Sedunia pada 1 Juni 2018, PT Fonterra Brands Indonesia meluncurkan produk susu full cream terbaru mereka, yaitu Anchor Full Cream yang bermanfaat bagi kesehatan keluarga Indonesia.

Tapi banyak dari kita yang masih bertanya-tanya, sebenarnya apa manfaat dari susu full cream, serta lebih baik yang mana di antara susu full cream dan susu skim. Yuk simak ulasannya!

Keunggulan Susu Full Cream

Lemak dalam susu full cream tidak banyak, yakni hanya sekitar 3-5%, sedangkan 95% susu full cream tidak mengandung lemak.

Asupan lemak yang cukup dan tidak berlebihan dibutuhkan untuk kesehatan. Jumlah asupan lemak yang dianjurkan adalah 67gr per hari. Sebagai ukuran, segelas susu Anchor Full Cream dapat memberikan 13% kebutuhan lemak per hari.

“Lemak penting sebagai sumber energi dan untuk perkembangan tubuh,” ujar Ines Yumahana, Senior Nutrition Manager, PT Fonterra Brands Indonesia.

Manfaat susu full cream untuk anak-anak adalah untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh, memberikan energi, dan membangun kepadatan tulang.

Bagi orang dewasa dan lansia, susu full cream berguna untuk menjaga berat badan, memberikan rasa kenyang, tulang dan otot yang sehat, memperkuat daya tahan tubuh, dan juga membentuk energi.

Baca juga: Apakah Susu Formula Mahal Tentukan Kecerdasan Anak?

Lebih Baik Susu Full Cream atau Susu Skim?

Berbeda dengan susu full cream yang membiarkan kandungan lemak tetap di dalam, susu skim adalah susu yang lemak-lemaknya sudah dikeluarkan dari kandungan susu. Biasanya, susu skim hanya memiliki 0,1% lemak yang tersisa.

“Susu full cream dengan lemaknya tuh bermanfaat, ada komponen lemak sapi yang bermanfaat untuk sel-sel tubuh manusia, termasuk sel otak,” tutur Ines.

Banyak dari Moms pasti pernah mendengar kalau susu skim dianjurkan untuk orang yang sedang melakukan diet, karena memiliki lemak yang sangat rendah. Padahal menurut Ines, full cream itu tidak membuat tubuh jadi gemuk, lho.

“Minum susu full cream secara rutin sebanyak 2 gelas sehari justru bikin lemak-lemak di tubuh terkontrol. Lemak di susu full cream tidak meningkatkan risiko obesitas selama tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan,” jelasnya.

Berdasarkan penelitian dari American Journal of Nutrition, orang-orang yang tidak mengonsumsi lemak justru akan mengonsumsi gula dan karbohidrat yang lebih banyak, dua kandungan itu akan meningkatkan insulin dan risiko diabetes.

Pada riset yang dilakukan pada 18.438 wanita di Women’s Health Study, mereka yang mengonsumsi produk susu yang mengandung lemak malah menurunkan risiko obesitas sebanyak 8%.

Ines juga mengingatkan kalau obesitas dan kenaikan berat badan tidak hanya disebabkan oleh lemak, tapi juga dari gaya hidup dan asupan makanan lainnya.

“Kalau kita juga mengonsumi goreng-gorengan, tentu berat badan akan bertambah. Jangan menyalahkan lemak di susu kalau asupan makanannya tidak teratur,” ujarnya.

Namun, susu skim memang disarankan untuk orang yang menderita penyakit kronis seperti jantung atau kolesterol.

Jadi tidak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi susu full cream bersama keluarga ya!

(INT)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.