Kesehatan Umum

13 Oktober 2021

Ini Alasan Susu Kental Manis Dilarang BPOM untuk Dikonsumsi Anak

Sejak 2018, susu kental manis telah dilarang BPOM untuk diberikan pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Debora

Apakah Moms masih suha menyeduh susu kental manis (SKM) untuk diberikan kepada anak?

Sebaiknya Moms mulai menghentikan kebiasaan ini dan beralih untuk memberikan susu bubuk atau susu sapi murni yang diolah dengan pasteurisasi, UHT atau sejenisnya.

Pasanya susu kental manis yang diseduh sangat tidak dianjurkan oleh ahli gizi, bahkan sejak tahun 2018 pun terdapat larangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengenai konsumsi susu kental manis di masyarakat.

Susu kental manis memang pada awalnya dibuat di zaman perang agar ia tahan lama, akan tetapi mereka diproduksi bukan untuk diberikan kepada anak-anak.

Susu kental manis dibuat dengan menghilangkan sebagian besar air dari susu sapi.

Ia juga lebih manis dan lebih tinggi kalori daripada susu evaporasi, karena gula ditambahkan sebagai pengawet.

Mengutip SELF Nutrition Data, susu kental manis sangat padat energi, dan hanya 2 sendok makan atau 30 ml susu kental manis, Moms akan mendapatkan:

  • Kalori: 90.
  • Karbohidrat: 15,2 gram.
  • Lemak: 2,4 gram.
  • Protein: 2,2 gram.
  • Kalsium: 8 persen dari Nilai Harian .
  • Fosfor: 10 persen dari Referensi Asupan Harian.
  • Selenium: 7 persen dari Referensi Asupan Harian.
  • Riboflavin (B2): 7 persen dari Referensi Asupan Harian.
  • Vitamin B12: 4 persen dari Referensi Asupan Harian.
  • Kolin: 4 persen dari Referensi Asupan Harian.

Ada beberapa alasan mengapa susu kental manis sebaiknya tidak disajikan dengan cara diseduh air panas dan diberikan kepada anak.

Seperti kandungan gulanya yang terlalu tinggi, dan kandungan nutrisi lain, seperti protein yang rendah.

Baca Juga: Lezat dan Wajib Coba, Ini 4 Resep Camilan dari Susu Kental Manis!

Alasan Dibalik Larangan BPOM RI Tentang Susu Kental Manis

susu kental manis

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip laman resmi BPOM RI, mereka menyebutkan bahwa produk susu kental manis adalah produk susu yang memiliki karakteristik kadar lemak susu tidak kurang dari 8 persen dan kadar protein tidak kurang dari 6,5 persen.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Badan POM Nomor 34 Tahun 2019 tentang Kategori Pangan dan Codex Standard for Sweetened Condensed Milk (CXS 282-1971 Rev. 2018).

Namun, meski termasuk sebagai produk susu, SKM tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber gizi.

SKM juga tidak bisa menggantikan air susu ibu (ASI) dan tidak cocok untuk dikonsumsi oleh bayi sampai usia 12 bulan.

Oleh karena itu, BPOM meminta masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi SKM dengan memperhatikan kandungan gizi, termasuk kandungan gula pada label informasi nilai gizi.

Baca Juga: Susu Penambah Tinggi Badan, Perlukah Diberikan untuk Anak?

Moms, mari simak Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan Untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

Peraturan ini menyatakan bahwa total asupan gula harian per orang dari berbagai sumber makanan paling banyak adalah sebanyak 50 gram atau dapat disetarakan dengan 4 (empat) sendok makan.

Kandungan gula dalam susu kental manis tergolong cukup tinggi.

Ahli gizi menilai bahwa menyajikan susu kental manis dengan cara diseduh membuat masyarakat cenderung mengonsumsinya terlalu banyak.

Berbeda jika SKM dikonsumsi sebagai topping.

Meski begitu, konsumsi SKM terlalu banyak sebagai topping atau bentuk apa pun juga berisiko membuat masyarakat mengasup kelebihan gula yang tidak baik untuk kesehatan

Oleh karena itu, susu kental manis tidak dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu.

Susu kental hanya bisa digunakan sebagai topping, pelengkap, atau campuran pada makanan atau minuman seperti roti, martabak, kopi, teh, dan lain-lain.

BPOM juga meminta pelaku usaha susu kental mencantumkan peringatan pada label pangan.

Mereka juga melarang produsen untuk menggunakan visualisasi bahwa produk susu kental manis disetarakan dengan produk susu lain sebagai penambah atau pelengkap zat gizi selayaknya susu sapi.

Bahkan khusus iklan di televisi pun dilarang untuk tampil pada jam tayang acara anak-anak.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Merek Susu Pisang, Tertarik Mencobanya Moms?

Bahaya Susu Kental Manis untuk Anak

susu kental manis

Foto: Orami Photo Stock

Meski masih dibuat dari susu sapi, tetapi susu kental manis cukup berbahaya jika diberikan kepada anak.

Berikut ini beberapa bahaya kesehatan dibalik susu kental manis yang disajikan untuk anak:

1. Kerusakan Organ

Ginjal anak masih dalam proses perkembangan dan dapat mengalami kerusakan fungsi apabila diberi susu sapi atau susu kental manis.

Hal ini karena susu tersebut akan membuat ginjalnya bekerja lebih keras untuk mencerna.

Selain ASI dan susu formula, jenis susu lainnya mengandung natrium yang kadarnya melebihi kemampuan mencerna pada ginjal anak di bawah usia 1 tahun.

2. Kandungan Gula Tinggi

Susu kental manis memang padat nutrisi dan sepintas terlihat cocok jika diberikan pada anak-anak.

Namun, kandungan gizi tersebut hanya cocok untuk anak di atas lima tahun dan orang dewasa.

Meski begitu, konsumsi susu kental manis juga perlu dibatasi karena kandungan gulanya yang tinggi dapat menimbulkan efek negatif pada bayi dan balita.

Salah satu efek dari gula tinggi ini adalah kerusakan gigi.

Susu kental manis yang diberikan sebagai minuman kepada anak bisa menggenang dalam mulut dan menempel di gigi anak.

Jika kebersihan mulut dan gigi anak tidak dijaga dengan baik, maka bakteri bisa memfermentasi gula dan hal ini bisa menyebabkan karies dan menyebabkan gigi berlubang pada anak.

Baca Juga: 13 Manfaat Susu Kedelai bagi Tubuh dan Ibu Hamil, Sehat Banget!

3. Menyebabkan Batuk

Bahaya susu kental manis bagi anak balita dapat terlihat setelah beberapa hari mengonsumsinya karena anak balita biasanya akan mengalami batuk.

Batuk ini bisa timbul pada saat mereka akan tidur.

Hal ini karena kandungan lemak dan gula pada susu kental manis bisa meninggalkan lendir pada tenggorokan, sehingga mengganggu saluran pernapasan.

Untuk memperlancar saluran pernapasannya, secara alami anak akan batuk untuk mendorong sumbatan lendir pada tenggorokannya.

4. Obesitas

Ada juga efek jangka panjang pada anak akibat konsumsi susu kental manis, yakni menyebabkan potensi obesitas.

Hal ini karena kandungan gulanya yang tinggi sehingga tubuh anak akan menyimpan cadangan gula tersebut menjadi lemak tubuh.

Jika dibiarkan, kondisi ini lama-kelamaan bisa menumpuk dan sebabkan anak alami obesitas.

5. Tidak Cocok untuk Orang dengan Intoleransi Laktosa

Susu kental manis terbuat dari susu sapi dan dengan demikian mengandung protein susu dan laktosa.

Jika anak memiliki alergi protein susu atau tidak toleran laktosa, maka produk ini tidak cocok untuk anak.

Beberapa orang dengan intoleransi laktosa mungkin dapat mentolerir sejumlah kecil penyebaran laktosa sepanjang hari.

Namun, mungkin anak-anak tidak bisa mentolerirnya dengan baik sehingga ia akan mengalami gangguan pencernaan.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Susu Rendah Lemak, Tinggi Kalsium tapi Rendah Kalori!

Tips Sehat Mengonsumsi Susu Kental Manis

susu kental manis

Foto: Orami Photo Stock

Kini susu kental manis telah digunakan di seluruh dunia dalam berbagai makanan dan minuman yang berbeda, termasuk makanan yang dipanggang, casserole, atau bahkan kopi.

Teksturnya yang kental dan lembut serta rasanya yang manis menjadikannya bahan yang sangat baik dalam makanan penutup.

Misalnya, di Brasil, SKM kerap digunakan untuk membuat truffle tradisional, yang dikenal sebagai brigadeiro.

Sementara di Amerika Serikat dan Inggris, SKM adalah bahan penting dalam pai dan sering digunakan dalam fudge.

Di seluruh Asia Tenggara, susu kental manis ditambahkan ke kopi, baik panas maupun dingin untuk menambah rasa.

Moms juga bisa membuat es krim, kue atau bahkan menambahkannya ke makanan tertentu untuk membuatnya lebih lembut.

Jika Moms sangat menyukai SKM karena rasanya yang unik, nikmati susu kental manis dengan tetap memperhatikan kandungan kalori dan gulanya ya Moms.

Selain itu, pastikan tidak mengolahnya dengan menyeduhnya dan diminum sebagaimana susu sapi murni.

  • https://www.healthline.com/nutrition/sweetened-condensed-milk#nutrition
  • https://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/141/PENJELASAN-BADAN-POM-RI-Tentang--Pemberitaan-Susu-Kental-Manis--SKM-.html
  • https://www.windowofworld.com/can-sweetened-condensed-milk-be-given-to-children/
  • http://www.thejakartapost.com/life/2018/06/02/diabetes-obesity-lurk-behind-condensed-milk.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait