Kesehatan

KESEHATAN
29 April 2020

Penderita Maag Puasa Ramadan, Amankah?

Dokter spesialis penyakit dalam ungkap alasan medis aman atau tidaknya berpuasa bagi penderita maag
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bulan Ramadhan sebentar lagi tiba, ini adalah saat di mana para umat Muslim akan berpuasa selama 30 hari. Agar ibadah puasa lebih khidmat, Moms dan keluarga perlu menyiapkan rencana yang matang.

Misalnya dengan mulai membersihkan rumah, menyusun menu makanan untuk sahur dan berbuka, dan membuat kegiatan yang menyenangkan untuk Si Kecil sembari menunggu berbuka puasa.

Waktu berpuasa dimulai pada saat Imsak hingga waktu Magrib, dan di Indonesia, lamanya waktu puasa bisa sampai 13 jam.

Penderita Maag Puasa Ramadan

puasa1

Foto: naturalnews.com

Namun, bagi mereka yang memiliki penyakit maag, amankah untuk berpuasa? Mengetahui selama 13 jam tersebut lebih tidak ada makanan dan minuman yang masuk ke tubuh.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroentero Hepatologi RS Pondok Indah, dr. Hendra Nurjadin, Sp. PD-KGEH, menjelaskan bahwa penderita maag tetap bisa melakukan puasa.

Baca Juga: Supaya Tidak Sakit, Tingkatkan Imunitas Tubuh Dengan 3 Bahan Ini

"Untuk mencegah penyakit maag, tentu harus makan teratur. Kalau bulan Ramadan orang juga makan teratur, hanya waktunya saja yang dibalik," jelasnya saat diwawancarai pada acara Media Discussion "Gangguan Pencernaan" oleh RS Pondok Indah di Jakarta.

Ia menambahkan, semua orang pasti makan pada saat sahur, lalu tidak makan sampai waktu Magrib. Usai salat Tarawih, makan lagi dengan porsi lebih banyak, selanjutnya tidur sebentar.

"Lalu waktu Sahur tiba, dan orang makan lagi. Jadi yang biasanya makan pagi-siang-sore, ini dibalik jadi mahrib-malam-sahur," jelasnya.

Dokter Hendra juga menambahkan, dirinya pun jarang mendapatkan pasien yang mengeluhkan penyakit maag di bulan Ramadan, terlepas lebih dari 13 jam tak ada yang dikonsumsi.

"Orang saat berpuasa makannya lebih sering. Sehabis buka puasa makan, usai Tarawih makan lagi, jadi hanya dibalik saja waktunya selama sebulan. Tetapi begitu Idul Fitri, banyak lagi yang mengeluhkan sakit maag, karena pola makannya kembali berantakan," jelasnya.

Baca Juga: Linu Tak Kunjung Reda? Waspada Penyakit yang Lebih Serius!

Perhatikan Pola Makan dan Jenis Makanan

puasa2

Foto: healthline.com

Oleh karena itu, penting bagi penderita maag untuk memerhatikan pola makan dan jenis makanan yang hendak dikonsumsi sata puasa Ramadan.

Secara umum, hindari konsumsi makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, terlalu berminyak, terlalu banyak kafein, cokelat atau teh yang pekat, karena hal ini bisa berpengaruh pada pencernaan.

Penting juga untuk menjaga pola makan teratur, dengan porsi sedikit namun sering, dan jangan tunggu hingga lapar sebelum makan, serta berhenti makan sebelum kenyang.

Jika Moms merasa ada yang salah dengan pencernaan, seperti ulu hati yang nyeri, perih, panas, perasaan kembung atau begah, mual dan muntah, atau sakit yang menjalar ke punggung, bisa langsung melakukan pemeriksaan dan konsultasi ke dokter.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait