Rupa-rupa

28 Juli 2021

Tak Hanya untuk Kerajinan, Yuk Kenali Jenis-Jenis Tanah Liat dan Karakteristiknya

Ternyata tanah liat memiliki banyak jenis-jenisnya lho Moms. Berikut ulasannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Selama ini Moms pasti mengira bahwa tanah liat adalah bahan material yang hanya digunakan untuk pembuatan barang kerajinan saja.

Padahal, guna dari material ini cukup banyak, termasuk di antaranya adalah untuk membuat batu bata yang digunakan untuk membangun suatu bangunan.

Jadi, mulai sekarang jangan hanya berpikir bahwa tanah liat hanya untuk membuat tembikar, guci, piring dan barang kerajinan lainnya saja ya Moms.

Tanah liat juga ternyata memiliki karakteristik dan juga jenis yang berbeda. Perbedaan ini yang kemudian membedakannya dengan fungsinya ketika diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

Singkatnya, tidak semua jenisnya bisa digunakan untuk membuat kerajinan.

Supaya lebih jelas, Moms perlu memahami asal usul, beberapa karakteristik, jenis, dan manfaat tanah liat yang akan dibahas berikut ini!

Baca Juga: 9 Kerajinan dari Barang Bekas yang Bisa Dibuat di Rumah, Bisa Jadi Cuan!

Asal Usul Tanah Liat

Asal usul Tanah liat

Foto: ruangkumemajangkarya.files.wordpress.com

Tanah liat adalah material tanah yang terbentuk karena proses pelapukan kerak bumi dan disusun oleh batuan feldspatik. Batuan feldspatik ini adalah batuan yang terdiri dari batuan granit dan juga batuan beku.

Batuan feldspatik ini terbentuk dari berbagai unsur seperti silikon, oksigen dan aluminium.

Selanjutnya, aktivitas panas dari bumi membuat kerak bumi tersebut melapuk yang dilakukan oleh asam karbonat sehingga kemudian membuat batuan tersebut berbentuk menyerupai tanah liat.

Kini material ini kerap dijadikan sebagai material penting untuk kegiatan pembangunan seperti batu bata dan kerajinan gerabah untuk wadah yang kemudian dijadikan piring, kendi, guci, kuali, dan sebagainya.

Baca Juga: Baru Punya Rumah? Ini 11 Perabot Rumah Tangga yang Wajib Dibeli!

Karakteristik Tanah Liat

karakterisitik tanah liat

Foto: merdeka.com

Tanah liat adalah salah satu material yang cukup unik. Ia memiliki sifat dasar lunak sehingga Moms akan dapat dengan mudah membentuknya.

Namun, faktanya, ada lebih banyak karakteristik yang dimilikinya. Mengutip Lee College Library, berikut adalah di antaranya:

1. Bersifat Lengket

Salah satu karakteristik tanah liat yang utama adalah sifatnya yang lengket. Ia umumnya lengket saat ia basah sehingga pada fase ini, Moms dapat dengan mudah untuk mengubah bentuknya.

Namun, tanah liat juga bisa menjadi gumpalan keras saat ia sudah kering. Hal ini dikarenakan adanya kandungan jenis mineral lempung yang banyak terdapat di dalamnya.

2. Tidak Mudah Menyerap Air

Meskipun tanah liat bisa basah, namun ia memiliki sifat sulit menyerap air. Karena alasan inilah ia lebih banyak diperuntukkan sebagai bahan untuk bangunan.

Selain itu, karena sifatnya yang tidak mudah menyerap air, ia juga tidak disarankan untuk sebagai lapisan tanah untuk media tanaman.

3. Warnanya Abu-Abu

Secara umum tanah liat tidak memiliki warna yang terlalu gelap atau terang, namun sebenarnya warna tanah liat ini cenderung berwarna hitam keabu-abuan.

Ada juga beberapa jenis yang memiliki warna dasar kuning kemerah-merahan yang kebanyakan digunakan oleh pengrajin untuk dibuat barang kerajinan.

4. Bisa Berubah Menjadi Butiran Halus

Karena sifatnya yang dapat dengan mudah menggumpal dan keras ketika kering, butiran-butiran kecil dari tanah liat ternyata bisa terpecah jika tidak menyatu dengan bentukan awalnya.

Butiran ini umumnya seperti kerikil dan pasir yang cukup umum ditemukan di sekitar tanah liat ketika kering.

Baca Juga: 5 Peralatan Rumah Tangga yang Perlu Diganti dan Dibersihkan Secara Rutin

Jenis Tanah Liat

Jenis Tanah Liat

Foto: elevenia.co.id

Setelah mengenal beberapa karakteristik tanah liat, maka kini waktunya Moms mengenal beberapa jenis tanah liat. Mengutip The Spruce Crafts, berikut jenisnya:

1. Tanah Liat Earthenware

Tanah liat earthenware atau dikenal juga dengan tanah liat gerabah adalah beberapa tanah liat paling awal yang digunakan oleh pembuat tembikar, dan ini adalah jenis yang paling umum ditemukan.

Tanah ini sangat plastis, atau mudah dibentuk dan cukup lengket. Tanah gerabah mengandung besi dan mineral lainnya yang menyebabkan tanah bisa mencapai kekerasan optimal pada suhu yang lebih rendah, antara 95 hingga 1100 derajat Celsius.

Karena kandungan zat besi dan mineralnya yang tinggi, tanah jenis tembikar ini adalah salah satu jenis tanah lempung terbaik.

Warna khas material ini saat lembap adalah merah, oranye, kuning, dan abu-abu muda. Sementara tanah liat yang sudah melalui proses pengeringan dan pembakaran umumnya akan berwarna cokelat, merah, oranye, abu-abu sedang, dan putih.

Warna sebagian besar ditentukan oleh kandungan mineral dan jenis pembakaran. Terakota, yang secara harfiah berarti "tanah yang dipanggang", adalah salah satu jenis warna yang paling populer.

2. Tanah Liat Batu

Tanah liat stoneware adalah tanah yang juga mudah dibentuk dan seringnya berwarna abu-abu saat lembap. Tanah jenis ini akan mencapai kekerasan maksimum dalam suhu antara 1.204-1.280 derajat Celsius.

Memiliki warna abu-abu terang, tanah liat stoneware ini bisa berubah menjadi warna abu-abu netral ketika ia menjadi sedikit lebih lembap. Di sisi lain, tanah stoneware ini agak kasar karena ia mengandung partikel butiran pasir.

3. Tanah Liat Bola (Ball Clays)

Tanah liat jenis ini adalah jenis yang bertekstur sangat halus. Ia bisa sangat elastis karena mengandung sedikit pengotor mineral.

Mereka dapat mencapai kekerasan maksimum jika dibakar pada suhu 1300 derajat Celsius. Saat lembap mereka berwarna abu-abu gelap dan saat ditembakkan mereka berwarna abu-abu muda atau terang.

Tanah jenis ini memang memiliki kelemahan, mereka tidak dapat digunakan sendiri karena penyusutan yang berlebihan selama pengeringan dan pembakaran.

Namun, mereka sangat berguna saat ditambahkan ke tanah liat lain untuk meningkatkan kemampuan kerja dan elastisitas.

Baca Juga: Ini 12 Cara Menggemburkan Tanah Bagi Moms yang Suka Bercocok Tanam

4. Tanah Liat Api

Tanah liat api sering memiliki tekstur berbintik-bintik yang indah saat dibakar. Tanah jenis ini juga sangat bervariasi dalam karakteristiknya. Ciri khasnya adalah jarak tembak mereka yang tinggi. Mereka matang pada sekitar 1500 derajat Celsius.

Meskipun relatif bebas dari kotoran mineral, mereka cenderung memiliki bintik-bintik besi yang memberikan penampilan berbintik-bintik setelah dibakar.

Meskipun tanah jenis ini tidak banyak mengandung bijih mineral, namun saat dibakar ia masih memiliki partikel bijih besi.

Sama seperti dua jenis tanah liat sebelumnya, fire clays sering digunakan dalam pembuatan tembikar, akan tetapi ia juga bisa digunakan sebagai alat pelindung pintu

5. Tanah Liat Kaolin (Porselen)

Karena kemurnian mineralnya, lempung kaolin digunakan untuk produk porselen. Meskipun lempung kaolin memang memiliki beberapa rentang warna, semuanya berwarna sangat terang.

Saat lembap, mereka akan berwarna abu-abu muda dan akan menyala dalam kisaran dari abu-abu atau buff yang sangat terang hingga hampir putih.

Tanah kaolin hampir tidak elastis seperti jenis lainnya dan sulit untuk dibentuk. Tanah kaolin akan mencapai titik matang pada suhu pembakaran sekitar 1800 derajat Celsius.

Tanah jenis ini juga sering dicampur dengan tanah liat lain untuk meningkatkan kemampuan kerja dan menurunkan suhu pembakaran. Banyak badan porselen adalah campuran kaolin dan ball clays.

Itu dia Moms, beragam jenis, serta karakteristik tanah liat. Semoga membantu!

  • https://leecollegelibrary.com/ceramics/clay/clay3.html
  • https://thepotterywheel.com/types-of-clay-for-pottery/
  • https://www.artmolds.com/clay-types
  • https://www.thesprucecrafts.com/clay-basics-2746314
  • https://www.rumah.com/panduan-properti/tanah-liat-34463
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait