Fashion & Beauty

FASHION & BEAUTY
18 November 2020

Proses Tanam Benang: Biaya hingga Efek Samping

Termasuk salah satu treatment kecantikan yang agak ekstrem, tanam benang sedang digandrungi belakangan ini. Seperti apa sih prosesnya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dewi
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Ada banyak cara yang ditempuh untuk menjadi cantik. Beauty is pain benar adanya ketika Moms memilih untuk melakukan treatment yang cukup ekstrem untuk perawatan atau mempercantik diri. Seperti tanam benang contohnya, yang dilakukan dengan memasukkan benang ke dalam kulit.

Populernya, para perempuan melakukan tanam benang wajah hingga tanam benang hidung, yang semuanya harus dijalani dengan proses cukup berbahaya. Lebih dalam tentang tanam benang, dilansir dari Healthline dan beberapa situs terkait, mari simak penjelasan berikut ini, Moms!

Apa Itu Tanam Benang?

tanam benang 1.jpg

Photo by Gustavo Fring from Pexels

Thread lift atau yang lebih akrab disebut tanam benang merukanan prosedur kosmetik yang bertujuan mengangkat dan menegaskan bentuk wajah atau juga payudara. Tanam benang menggunakan bahan jahitan dengan grade medis yang bersifat sementara, untuk 'menjahit' atau menarik kulit supaya kencang.

Menurut sebuah jurnal, tanam benang sudah ada sejak era 1990-an. Inovasi pada bahan yang digunakan untuk proses tanam benang ini akhirnya berhasil meningkatkan popularitas treatment kecantikan tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Tanam benang wajah dan tanam benang hidung jadi treatment yang paling banyak diminati belakangan ini.

Baca Juga: 3 Cara Mudah untuk Mendapatkan Kulit Wajah Kencang Tanpa Operasi

Siapa Saja yang Butuh Tanam Benang?

tanam benang 2.jpg

Photo by Marcus Aurelius from Pexels

Menurut Plastic Surgery, pada umumnya tanam benang ini diminati oleh mereka yang berada di usia akhir 30-an hingga awal 50-an. Mereka yang secara umum sedang dalam keadaan sehat dan baru mulai menyadari tanda-tanda penuaan, adalah yang bisa mendapat manfaat tanam benang paling maksimal.

Ada pula beberapa orang yang tidak dapat menjalani operasi pengencangan wajah karena kondisi medis. Biasanya mereka yang berisiko terkait anestesi yang mengalaminya. Nah, mereka ini yang sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan tanam benang sebagai alternatif yang cenderung lebih aman.

Tanam Benang Wajah

Lebih dari tanam benang payudara, tanam benang wajah lebih diminati belakangan ini. Moms bisa mendapatkan kulit wajah yang lebih kencang dengan treatment ini. Kerutan di dahi, bawah mata, dan bagian pipi yang kendur bisa seketika kencang dengan tanam benang wajah.

Biasanya tanam benang wajah ini dilakukan di garis tulang pipi dan rahang. Dalam prosesnya, benang ditanam dari bagian dalam pipi atau rahang, kemudian 'dijahit' dan ditarik ke bagian luar dan mengarah ke atas. And then, bye kerutan!

Tanam Benang Hidung

Lebih sedikit area yang dikerjakan ketimbang tanam benang wajah, tanam benang hidung ini biasanya dilakukan oleh mereka yang merasa kurang mancung. Hasil akhir dari tanam benang hidung ini adalah bentuk ujung hidung yang lebih lancip dari sebelumnya.

Para perempuan yang benar-benar terpaku pada standart kecantikan yang telanjur ditancapkan pada benak masyarakat, pasti akan sangat ingin melakukan treatment tanam benang hidung ini jika mereka merasa kurang puas dengan miliknya sekarang. Bagaimana tidak, setelah tanam benang hidung, maka betuk hidung akan mengubah bantuk wajah jadi tampak lebih baik juga.

Baca Juga: 4 Gerakan Yoga Wajah untuk Kurangi Keriput dan Kencangkan Kulit

Biaya Tanam Benang

tanam benang 3.jpg

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Biaya tanam benang bisa bervariasi, tergantung di mana Moms tinggal dan klinik seperti apa yang Moms datangi. Seberapa banyak pengalaman dokter yang menangani proses tanam benang ini juga bisa jadi nilai lebih dalam menentukan biaya tanam benang. Tak hanya itu saja, seberapa banyak daerah yang akan ditanam benang juga berpengaruh.

Dalam sebuah jurnal disebutkan bahwa seorang dokter menghitung bahwa biaya tanam benang ini biasanya memakan 40 persen lebih mahal dari biaya pengencangan wajah tradisional. Di Indonesia sendiri, biaya tanam benang dimulai dari 7 jutaan hingga 30 jutaan, tergantung bagian mana yang dikerjakan.

Moms bisa langsung datang saja ke klinik kecantikan yang menyediakan servis tanam benang. Konsultasikan dulu dengan dokter, bagian mana saja yang akan ditanam benang. Dahi, rahang, area bawah mata, dan alis adalah bagian wajah yang bisa dipertimbangkan untuk mendapat treatment tanam benang.

Biaya tanam benang wajah tentunya berbeda dengan biaya tanam benang hidung. Dari obrolan dengan dokter, Moms bisa tahu berapa biaya tanam benang yang dibutuhkan. Di Amerika Serikat, menurut Healthline, biaya tanam benang berkisar antara 2250 dolar atau setara dengan 32 juta rupiah lebih.

Kelebihan Treatment Tanam Benang

Masih terkait biaya tanam benang, karena dalam prosesnya tak memerlukan anestesi umum, Moms jadi bisa lebih hemat karena tak perlu mengeluarkan biaya obat bius. Jika Moms adalah pekerja, tak perlu juga mengambil cuti untuk pemulihan pasca proses tanam benang. Pemulihan tanam benang sendiri memang hanya dalam hitungan jam saja.

Baca Juga: Prosedur Aman ke Salon Selama New Normal

Efek Samping Tanam Benang

tanam benang 4.jpg

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Tanam benang dianggap sebagai treatment kecantikan ekstrem yang berisiko rendah. Meski begitu, tentu masih akan ada efek samping tanam benang dan risiko komplikasi. Dalam prosesnya, setelah melakukan tanam benang, tak jarang Moms akan mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Memar
  • Pembengkakan
  • Berdarah
  • Nyeri di bagian suntikan benang

Ada sekitar 15 hingga 20 persen kemungkinan komplikasi dari treatment ini, termasuk lesung yang terbentuk. Namun kemungkinan komplikasi ini kecil dan dapat dengan mudah diperbaiki. Komplikasi dari efek samping tanam benang yang harus diperhatikan meliputi:

  • Reaksi alergi terhadap bahan
  • Pendarahan akibat tumpukan di balik kulit
  • Terdapat lesung atau bekas tarikan benang
  • Pergerakan benang yang tidak disengaja yang mengakibatkan kulit tampak menggumpal atau menonjol
  • Rasa sakit di bawah kulitkarena benang yang terlalu kencang atau tidak terpasang dengan benar
  • Infeksi di tempat memasukkan benang

Dari semua efek samping tanam benang dan risikonya, satu-satunya yang harus diwaspadai adalah infeksi. Moms harus segera menghubungi dokter apabila terjadi hal-hal seperti berikut:

  • Keluarnya cairan berwarna hijau, hitam, cokelat, atau merah di tempat memasukkan benang
  • Bagian yang ditanami benang membengkak selama lebih dari 48 jam
  • Sakit kepala dan demam

Memang tak semua proses dari treatment ini menyebabkan efek samping tanam benang seperti yang disebutkan di atas, tapi alangkah baiknya kalau Moms berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukannya. Pastikan Moms tahu apakah tubuh Moms bisa menerima apapun yang masuk dalam proses tanam benang ini.

So, berani mencobanya?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait