Home & Living

15 April 2021

3+ Pilihan Tanaman Hidroponik Rumahan Terbaik, Ada Bayam dan Selada!

Cari tahu juga cara bercocok tanam hidroponik untuk pemula
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bercocok tanam di rumah kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan perkotaan yang sudah minim lahan terbuka hijau. Mungkin Moms pernah mendengar istilah hidroponik? Atau tanaman hidroponik rumahan? Ini merupakan salah satu solusi sempitnya lahan pertanian.

Istilah hidroponik adalah sebuah sistem dalam berkebun yang tidak menggunakan media tanah, tapi menanam tanaman dalam larutan air dan nutrisi. Ternyata, sistem hidroponik dapat menumbuhkan tanaman dan sayuran lebih cepat daripada tumbuh di luar ruangan dan di atas tanah lho.

Baca Juga: Mudah Dirawat dan Minimalis, Ini 8 Tanaman yang Cocok di Apartemen

Sistem Hidroponik untuk Pemula

Tanaman Hidroponik Rumahan -1.jpg

Foto: Maximumyield.com

Sistem bercocok tanam tanpa menggunakan tanah ini diminati oleh banyak orang untuk tujuan komersial atau untuk menyalurkan hobi. Journal of Visualized Experiments mencatat, sistem hidroponik telah digunakan sebagai salah satu metode standar untuk penelitian biologi tanaman dan juga digunakan dalam produksi komersial untuk beberapa tanaman.

Ada beberapa sistem hidroponik yang cocok untuk orang yang baru saja akan mulai bercocok tanam, yakni:

1. Sistem Sumbu (Wick)

Sebelum memilih tanaman hidroponik rumahan, menentukan sistem juga menjadi bagian penting agar bercocok tanam di rumah dengan sistem hidroponik berjalan lancar. Sistem Sumbu adalah sistem paling sederhana secara mekanis, karena tidak ada bagian yang bergerak atau komponen listrik.

Dinamakan sistem sumbu karena dalam pemberian asupan nutrisi melewati akar yang disalurkan dengan media berupa sumbu. Dalam sistem sumbu, media tanam hidroponik yang digunakan antara lain adalah kerikil, arang sekam, rockwool, sabut kelapa, dan media lain yang bukan berasal dari tanah.

Namun, sistem ini tidak ideal untuk tanaman yang butuh banyak air seperti selada atau tomat, karena keduanya dapat menggunakan larutan nutrisi lebih cepat daripada yang dapat disuplai oleh sumbu. Sistem ini bekerja paling baik untuk sayuran hijau, herbs, dan paprika.

2. Sistem Pasang Surut (EBB dan Flow)

Sistem pasang surut, juga disebut sistem banjir dan drainase, sedikit lebih kompleks dalam hal desain tetapi sangat serbaguna. Sistem ini bekerja dengan cara membanjiri media tanam dengan larutan nutrisi air, kemudian dialirkan kembali ke reservoir. Proses akan berlangsung terus-menerus secara berulang.

Pada sistem pasang surut, diperlukan pompa air yang sudah diatur dengan timer. Pompa air ini akan dibenamkan pada wadah air bernutrisi untuk melakukan proses pembanjiran dan penyurutan dengan waktu yang telah diatur.

Apabila pompa menyala, maka proses pembanjiran terjadi. Begitu pula saat pompa mati mendorong air, maka terjadilah penyurutan. Pompa merupakan komponen yang mempunyai peran paling penting dalam sistem hidroponik pasang surut.

3. Sistem Lapisan Nutrisi atau Nutrient Film Technique (NFT)

Teknik ini nutrisi menggunakan larutan nutrisi air yang terus mengalir dalam satu lingkaran dari reservoir melalui nampan yang tumbuh, di mana akar tanaman tersuspensi dan menyerap nutrisi saat larutan mengalir.

Sistem ini menjadikan sistem pasang surut sebagai sistem yang terus mengalir, tidak pernah berhenti secara berkala. Posisi tanaman yang tumbuh pada lapisan aliran nutrisi yang dangkal membuat sebagian akar akan terendam dan memperoleh nutrisi, dan sebagian lainnya berada di atas memperoleh oksigen.

4. Sistem Aeroponik

Sistem aeroponik adalah metode hidroponik yang lebih kompleks. Akar tanaman tersuspensi di udara dan dibasahi setiap beberapa menit dengan larutan air dan nutrisi. Ini adalah metode yang sangat efektif tetapi membutuhkan pompa dan kabut yang canggih.

Jika peralatan mengalami malfungsi, akar tanaman bisa cepat mengering dan cepat mati. Sebab, sistem aeroponik merupakan cara bercocok tanam dengan menyemprotkan nutrisi ke akar tanaman. Nutrisi yang disemprotkan mempunyai bentuk seperti kabut.

Baca Juga: Inilah 5 Jenis Tanaman yang Bisa Dijadikan Sebagai Pengharum Ruangan

Tanaman Hidroponik Rumahan

Tanaman Hidroponik Rumahan -2.jpg

Foto: Inwrdam.org.jo

Ada beberapa pilihan yang bisa menjadi tanaman hidroponik rumahan pertama untuk Moms. Bisa jadi sesuatu yang disukai oleh anggota keluarga, atau sesuatu yang sebelumnya terasa mahal, tapi kini bisa dipetik dari kebun sendiri.

Moms bisa memiliki tanaman hidroponik rumahan seperti dalam deretan ini:

1. Selada

Baik selada dan sebagian besar sayuran berdaun hijau lainnya harus menjadi tanaman pertama bagi Moms yang baru mencoba sistem hidroponik. Tanaman ini memiliki sistem perakaran dangkal yang sesuai dengan tinggi pendek di atas tanah.

Itu berarti tidak perlu mengikat atau mengaturnya terlalu sulit. Sebaliknya, Moms membiarkannya tumbuh sambil secara teratur mengganti larutan nutrisinya. Akhirnya, mereka akan terlihat cukup enak untuk dimakan dan disajikan secara segar.

Memiliki waktu tumbuh sekitar 30 hari, PH terbaik yang bisa Moms atur agar selada tumbuh dengan baik adalah 6,0 hingga 7,0. Sebagai tanaman hidroponik rumahan pertama, lakukan penanaman secara bertahap sehingga Moms akan memiliki persediaan selada yang berkelanjutan.

2. Bayam

Bayam tumbuh dengan cepat dalam sistem hidroponik, terutama bila menggunakan teknik lapisan nutrisi atau metode lain yang menjaga larutan nutrisi sangat teroksigenasi. Moms juga akan menggunakan jauh lebih sedikit air daripada taman di dalam tanah.

Mudah untuk memulai tanaman ini dari biji dan seminggu setelah berkecambah, kemudian pindahkan ke sistem hidroponik yang telah dibuat. Memiliki waktu tumbuh sekitar 40 hari, bayam akan lebih manis jika Moms mempertahankan suhu pertumbuhan antara 28 hingga 22 derajat celcius.

3. Stroberi

Tanaman hidroponik rumahan selanjutnya adalah stroberi. Dengan sistem hidroponik, Moms tidak perlu menunggu stroberi musiman yang beredar di pasaran. Moms bahkan dapat menyediakan stroberi untuk keluarga hampir di sepanjang tahun.

Memanennya juga sangat nyaman, karena tidak perlu membungkuk. Stroberi tampaknya paling baik dengan sistem pasang surut, tetapi kultur air dalam atau teknik lapisan hara juga dapat dilakukan untuk tanaman kecil.

Memiliki waktu tumbuh sekitar 60 hari dan PH terbaik 5,5 hingga 6,2, ada satu tips yang bisa Moms gunakan. Yakni, jangan membeli biji stroberi karena tidak akan tahan selama bertahun-tahun. Sebaliknya, coba beli stoberi yang sudah mulai muncul tunasnya secara bertahap.

4. Paprika

Paprika adalah tanaman hidroponik rumahan yang sedikit lebih maju. Jangan biarkan mereka tumbuh hingga mencapai ketinggian maksimalnya. Sebagai gantinya, pangkas dan cubit tanaman sekitar 20 cm untuk memacu pertumbuhan lada.

Budidaya di perairan dalam atau sistem pasang surut adalah yang terbaik untuk paprika. Paprika memiliki waktu tumbuh sekitar 90 hari dengan PH terbaik 6,0 hingga 6,5. Rencanakan untuk menyediakan cahaya hingga 18 jam untuk tanaman ini setiap hari.

Baca Juga: Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

Tips Tumbuh Hidroponik

Tanaman Hidroponik Rumahan -3.jpg

Foto: Gantdaily.com

Kebanyakan tanaman yang dapat dimakan membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari setiap hari; 12 hingga 16 jam lebih baik. Pastikan untuk mengatur sistem pencahayaan di rumah menggunakan pengatur waktu, sehingga lampu menyala dan mati pada waktu yang sama setiap hari.

Pencahayaan terbaik untuk sistem hidroponik adalah perlengkapan lampu pelepasan intensitas tinggi, yang dapat mencakup lampu sodium bertekanan tinggi atau halida logam. Bola lampu halida memancarkan lebih banyak cahaya oranye-merah, yang bagus untuk tanaman dalam tahap pertumbuhan vegetatif.

T5 adalah jenis pencahayaan lain yang digunakan di ruang tanam hidroponik. Ini menghasilkan cahaya fluoresen output tinggi dengan panas rendah dan konsumsi energi rendah. Ini sangat ideal untuk menumbuhkan stek tanaman dan tanaman dengan siklus pertumbuhan pendek.

Suhu ideal di dalam ruangan tanaman hidroponik berkisar antara 20 hingga 21 derajat celcius. Sebab, suhu yang tinggi dapat menyebabkan tanaman menjadi kerdil, dan jika suhu air terlalu tinggi, dapat menyebabkan busuknya akar.

Kelembapan ideal untuk ruang tanam hidroponik adalah dari 40 hingga 60 persen kelembapan biasa. Tingkat kelembapan yang lebih tinggi terutama di ruangan dengan sirkulasi udara yang buruk, dapat menyebabkan embun dan masalah jamur. Pertimbangkan membeli humidifier untuk mengatur kelembapan.

Ruang tumbuh juga harus memiliki pasokan karbon dioksida yang cukup agar tanaman tumbuh lebih cepat. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan ruangan memiliki aliran udara yang konstan. Jika perlu, belilah kipas atau peralatan sirkulasi udara untuk meningkatkan aliran udara.

Nutrisi atau pupuk yang digunakan dalam sistem hidroponik tersedia dalam bentuk cair dan kering, serta organik dan sintetis. Gunakan pupuk yang dirancang untuk berkebun hidroponik dan jangan gunakan pupuk standar.

Pupuk juga harus mengandung makronutrien utama, yakni nitrogen, kalium, fosfor, kalsium, dan magnesium. Selain itu juga harus memiliki zat gizi mikro, besi, mangan, boron, seng, tembaga, molibdenum, dan klorin.

Melihat sistem serta tanaman hidroponik rumahan sepertinya tidak akan menyita waktu, tenaga dan uang ya Moms, bagaimana kalau coba memulainya di weekend ini?

  • https://www.advancednutrients.com/articles/easy-hydroponics-beginners-guide/#:~:text=The%20Deep%20Water%20Culture%20(DWC,water%2C%20oxygen%2C%20and%20nutrients.
  • https://www.thespruce.com/beginners-guide-to-hydroponics-1939215
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5091364/
  • https://www.saferbrand.com/articles/top-plants-hydroponic
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait