Home & Living

16 Juni 2021

Tanaman Pakis Haji, Tanaman Purba Mewah yang Mudah Dirawat

Begini cara merawat pakis haji yang perlu Moms ketahui
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Memelihara “anak hijau” atau tanaman di rumah memang selalu bisa menghilangkan stress dan membuat suasana menjadi asri. Moms dan keluarga pun tentu makin betah berada di rumah.

Bagaimana tidak? Selain lebih segar, karena tumbuhan mengeluarkan oksigen dan menyerap karbondioksida, keluarga tentu lebih nyaman saat bangun pagi. Mereka bisa menatap aneka warna tumbuhan yang menyejukkan mata.

Tak heran rasanya, jika beberapa waktu belakangan ini banyak orang berlomba-lomba menghias huniannya dengan berbagai tanaman. Mulai dari taman kecil di depan rumah, hingga “naik kelas” dengan membawa tanaman paling cantik dan subur ke dalam rumah.

Beberapa tanaman yang cocok diperlihara di luar dan di dalam rumah adalah sanseviera, philodendron, geranium, hingga tanaman pakis haji.

Nah, akhir-akhir ini banyak orang yang sedang tergila-gila dengan tanaman pakis haji.

Bisa jadi, Moms merupakan salah satu orang yang ikutan “demam tanaman pakis haji”. Yuk, berkenalan lebih dalam dengan pakis haji ini.

Baca juga: 11 Manfaat Sayur Pakis untuk Kesehatan dan Tips Mengolahnya

Tentang Tanaman Pakis Haji

artikel hero tanaman hias di rumah

Foto: Orami Photo Stock

Tanaman pakis haji (aji) merupakan sekelompok tumbuhan berbiji terbuka yang tergabung dalam marga pakishaji. Tanaman ini juga dikenal dengan nama sikas.

Tanaman pakis haji mudah dikenali karena memiliki bagian daun yang mirip dengan pohon kelapa. Namun tinggi tanaman pakis haji tidak tumbuh setinggi pohon kelapa.

Tidak seperti tumbuhan pada umumnya yang klorofilnya terletak pada kloroplas, klorofil tanaman pakis haji tersebar di semua bagian sitoplasma.

Biasanya, orang Indonesia mengenal tnaman pakis haji dari beberapa tanaman yang ditanam menyerupai palem. Seperti cycas rumphii, cycas javana, serta sikas jepang atau cycas revoluta. Sekilas, pakis haji mirip seperti palem, tapi kekerabatannya sangatlah jauh.

Tanaman pakis haji dibilang mirip palem karena susunan anak daun yang tersusun berpasangan. Yang menarik, semua pakis haji sebenarnya berumah dua (dioecious) sehingga terdapat pakis haji jantan dan pakis haji betina.

Pada pakis haji jantan, terdapat alat kelamin runjung besar yang tumbuh dari ujung batang. Saat musim kawin tiba, alat kelamin ini muncul serbuk sari lengkap dengan aroma spesifik yang mengundang burung atau serangga untuk hinggap dan membawa serbuk sari tersebut ke pakis haji betina.

Bagaimana mengenali pakis haji betina? Tanaman pakis haji betina memiliki daun dengan biji-biji yang tumbuh dari samping. Alat kelamin pakis betina tumbuh dari sela-sela ketiak daun.

Yang perlu diingat, walaupun tanaman pakis haji disebut pakis dan daun mudanya tumbuh melingkar seperti layaknya pakis atau paku, namun pakis haji bukanlah anggota dari tumbuhan berspora tersebut.

Tahukah Moms bahwa tanaman ini juga termasuk tanaman purba yang untuk beberapa jenis jumlahnya di dunia tinggal sedikit?

Tak heran jika harganya juga cenderung mahal. Bahkan untuk jenis tanaman pakis haji yang langka harganya bisa dihitung per-centimeter ketinggian tanaman.

Baca juga: Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

Jenis-Jenis Tanaman Pakis Haji

Tanaman-Pakis-Haji.jpg

Foto: anekabudidaya.com

Jika Moms pergi ke tukang tanaman, Moms akan ditawarkan beberapa jenis tanaman pakis haji yang populer di kalangan pencinta tanaman. Apa saja?

1. Cycas Rumphii

Kabarnya, cycas rumphii ini diperkirakan berasal dari Maluku, lalu meluas ke wilayanh Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, hingga Papua.

Jika Moms berjalan-jalan dan sedang mencari tanaman pakis haji, biasanya penjual tanaman seringkali menawarkan tanaman cycas rumphii ini.

Banyak orang menanam pakis haji jenis cycas rumphii sebagai penghias pekarangan rumah. Psst…tahukah Moms bahwa batang tanaman ini juga mengandung pati yang bisa dikonsumsi? Menarik, ya!

Baca juga: 6 Tanaman Rumahan yang Berbahaya untuk Si Kecil

2. Cycas Circinalis

Jika Moms mengenal jenis tanaman ini sebagai tanaman pakis haji, orang Barat menamakan jenis cycas circinalis sebagai fern palm. Penyebutan ini mengarah pada bentuk tanaman yang sangat mirip dengan pohon palem. Batang sirkas ini berbentuk silinder, bukan bulat sempurna.

Warna daun sikas mengkilap, sementara bagian batang tertutup dengan rapat oleh pangkal tangkai daunnya.

Dilansir dari laman thejoyofplants.com, orang Barat seringkali menjadikan tanaman ini menjadi tanaman indoor karena bentuknya yang cantik dan unik. A slice of Jurassic Park in your home, begitu kira-kira mereka menggambarkan tanaman ini.

Cycas circinalis merupakan salah satu tanaman yang pertumbuhannya sangat lambat dan mudah dipelihara. Moms bahkan tidak perlu melakukan repoting (mengganti pot tanaman ke pot tanaman yang lebih besar) selama kurang lebih tiga tahun. Meski demikian, jika dipelihara dengan benar, tinggi batang tumbuhan ini bisa mencapai 3,5 meter.

3. Cycas Revoluta

Sebenarnya tanaman pakis haji jenis ini dikenal sebagai sikas kerdil. Namun, di negara Barat, sikas ini populer dengan nama sago palm atau king sago. Di Asia, tanaman ini banyak diminati di Tiongkok, Jepang, dan India.

Mengapa orang Indonesia menyebut tanaman ini sebagai sikas kerdil? Hal ini karena cycas revoluta memiliki siklus pertumbuhan yang sangat lambat, sehingga mudah dipindahkan.

Dengan ukurannya yang mungil, tanaman ini seringkali digunakan untuk menghias interior rumah atau café.

4. Cycas Media

Spesier pakis haji ini merupakan jenis tertinggi jika dibandingkan dengan jenis lainnya karena bisa mencapai sembilan meter. Bahkan dilansir dari laman cycadpalm.com, daun tanaman ini bisa mencapai 6 kaki.

Tanaman ini sebenarnya berasal dari Australia. Tak heran jika cycas media juga dikenal sebagai Australian Nut Palm.

Batang sikas berbentuk silinder, dan tumbuh hanya tunggal untuk menyangga mahkota berbentuk roset. Selain itu, anak daunnya berbentuk lurus, berujung tajam dan menyempit.

Dengan ciri-ciri di atas, sikas jenis ini lebih cocok ditanam di luar ruangan. Pastikan tanaman ini ditanam di area yang kaya akan pancaran sinar matahari serta struktur drainase yang baik.

5. Cycas Siamensis

Tanaman pakis haji jenis cycas siamensis ini sangat mudah dikenali dari bentuk batangnya.

Selain tubuhnya yang kerdil, pakis haji jenis ini memiliki batang yang tebal dan bengkak. Dengan struktur tubuh ini, cycas siamensis disebut mirip dengan tanaman Desylirion.

Baca juga: 3 Tanaman Hias yang Butuh Sinar Matahari, Jangan di Taruh Dalam Rumah ya Moms!

Cara Merawat Tanaman Pakis Haji

siram tanaman-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Merawat tanaman pakis haji sebenarnya cukup mudah karena tanaman ini bukanlah salah satu tanaman yang rewel. Namun, agar tidak salah rawat, kenali beberapa hal berikut:

1. Area Tumbuh

Sebenarnya, tanaman ini merupakan tanaman yang berasal dari daerah panas. Itulah sebabnya, pakis haji disarankan untuk ditanam di area yang memiliki sinar matahari langsung agar tumbuh subur.

2. Penyiraman Pakis Haji

Habitat asal tanaman pakis haji atau sikas adalah gurun. Dilihat dari habitatnya, gurun memiliki kadar air yang sangat sedikit. Itulah sebabnya, Moms disarankan untuk tidak terlalu bersemangat menyiram tanaman ini setiap hari.

Pakis haji atau sikas jenis apapun yang ditanam di halaman rumah bisa disiram setidaknya 5 hari sekali. Sedangkan tanaman sikas yang ditanam di luar rumah bisa lebih jarang lagi disirami. Apalagi jika sedang musim penghujan.

Yang penting, pastikan tidak ada genangan air di akar tanaman karena hal ini akan memicu jamur dan membuat busuk akar.

3. Mengganti Media Tanam

Perhatikan juga media tanam yang Moms gunakan saat menanam pakis haji dalam pot. Terlalu lama menggunakan media tanam yang sama dalam pot dapat menyebabkan tanaman kekurangan unsur hara dalam tanah.

Cegah keadaan tersebut dengan teratur mengganti media tanam. Lakukan setidaknya enam bulan sekali. Caranya:

  1. Keluarkan tanaman secara hati-hati dari pot. Jangan sampai akar tanaman menjadi rusak.
  2. Siapkan pot baru. Masukkan sterofoam yang dipecah-pecah pada bagian dasar pot sebagai drainase.
  3. Masukkan tanah yang baru ke dalam pot hingga setengah pot.
  4. Masukkan tanaman, timbun kembali dengan media tanam secara perlahan hingga pot penuh dengan tanah
  5. Pastikan tanaman kuat di dalam pot

Baca juga: 4 Tips Menanam dan Merawat Tanaman Buah di Dalam Pot (Tabulampot)

4. Pemupukan Tanaman Pakis Haji

Tanaman ini termasuk tanaman yang pertumbuhannya lambat. Moms bisa memberi pupuk yang proses penguraiannya lambat seperti Dekastar atau Grow More.

Caranya, taburkan di sekitar media tanam setiap tiga bulan sekali. Pupuk akan perlahan luluh ke dalam media tanam dan diserap oleh pakis haji.

5. Siangi Gulma dan Pangkas Daun yang Tua Secara Teratur

Gulma adalah tanaman liar yang tumbuh disekitar tanaman utama. Hindari “rebutan” makanan dengan melakukan penyiangan secara rutin. Cabut hingga akar gulma tercabut sempurna.

Baca juga: Agar Lebih Produktif, Cek Cara Berhenti Malas Berdasarkan Zodiak Masing-masing!

Jangan lupa untuk memotong daun tanaman pakis haji yang telah tua dan menguning. Potonglah dengan gunting tanaman yang tajam.

Itulah beberapa hal seputar pakis haji yang Moms perlu tahu. Mudah kan, cara merawatnya?

  • https://www.itis.gov/servlet/SingleRpt/SingleRpt
  • https://www.thejoyofplants.co.uk/fern-palm
  • https://www.cycadpalm.com/cycasmedia.html
  • https://en.wikipedia.org/wiki/Cycas_circinalis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait