Pasca Melahirkan

16 September 2021

5 Tanda Bahaya Masa Nifas yang Tak Boleh Disepelekan

Waspada terhadap tanda bahaya masa nifas berikut ini, ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Setiap ibu yang baru melahirkan, perlu memahami tanda bahaya masa nifas yang tidak boleh diabaikan.

Masa nifas adalah masa penyesuaian bagi ibu baru yang ditandai dengan beberapa perubahan fisik.

Dikutip dari Journal of Prenatal Medicine, masa nifas terbagi menjadi beberapa fase, yang biasanya dapat bertahan hingga 6 bulan.

Beberapa perubahan jauh lebih lama pemulihannya, dan beberapa akan sepenuhnya kembali ke masa sebelum hamil.

Pemulihan persalinan pervaginam juga tentu berbeda dengan persalinan melalui caesar.

Perlu dipahami, rahim kembali ke ukuran semula dalam waktu sekitar 6 hingga 8 minggu.

Namun, dalam 6 minggu tersebut Moms membutuhkan perawatan dan kesabaran dalam setiap tahapan nifas tersebut.

Pahami beberapa tanda bahaya masa nifas berikut ini agar bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Mengenal Gentle Birth Sebagai Alternatif Metode Melahirkan

Tanda Bahaya Masa Nifas yang Perlu Diwaspadai

Penting sekali untuk Moms memahami tanda bahaya nifas.

Selain ibu yang baru melahirkan, sudah seharusnya pasangan, anggota keluarga, atau kerabat lainnya juga tahu tentang tanda-tanda bahaya masa nifas.

Tujuannya agar bisa melakukan penanganan yang tepat dan sebisa mungkin bisa menyelamatkan nyawa ibu yang baru melahirkan.

Sebab, tanda bahaya masa nifas bukan hal yang bisa dianggap sepele.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyebutkan, sebagian besar kematian ibu terjadi pada minggu pertama setelah kelahiran.

Untuk itu, ketahui tanda bahaya masa nifas yang perlu diwaspadai sebagai berikut.

1. Perdarahan Berat pada Vagina

Perdarahan Berat pada Vagina.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu hal yang akan dialami Moms usai melahirkan adalah mengalami perdarahan pada vagina. Hal ini sebenarnya normal terjadi.

Namun, Moms perlu mengetahui tanda-tanda perdarahan vagina yang normal dan sudah cenderung berat atau berbahaya. Sebab, ini bisa menjadi tanda bahaya masa nifas pada Moms.

Dilansir dari American Family Physician, perdarahan pascapersalinan (postpartum haemorrhage) atau dikenal dengan lokia adalah kondisi kehilangan darah sebanyak 500 ml selama 24 jam setelah melahirkan.

Kondisi ini dapat dimulai dengan warna merah cerah, tetapi seiring waktu pendarahan akan menjadi lebih ringan dalam volume dan berubah menjadi warna cokelat atau kuning.

Saat Moms menyusui, mungkin melihat lebih banyak darah yang keluar, karena menyusui bisa menyebabkan rahim berkontraksi.

Lantas, kapan perdarahan pada vagina bisa menjadi kondisi yang berbahaya?

Perdarahan berat pada vagina, ditandai dengan mengganti lebih dari satu pembalut dalam 1 jam, atau melihat adanya gumpalan darah yang besar.

Perdarahan pascapersalinan yang berbahaya ini terjadi ketika Moms kehilangan lebih dari 1.000 mL.

Moms harus waspada karena perdarahan berat pada vagina bisa menjadi menyebabkan komplikasi kesehatan yang berbahaya, seperti trombosis vena dalam atau masalah pada jantung.

Moms juga harus waspada ketika kaki membengkak dan memerah yang terasa hangat, atau kaki terasa sakit saat disentuh.

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter apabila mengalami tanda bahaya masa nifas ini.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Perdarahan setelah Melahirkan

2. Demam Tinggi

Demam Tinggi.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Tanda masa nifas berbahaya berikutnya, yaitu demam tinggi. Demam pada masa nifas sebenarnya kejadian yang relatif umum.

Dengan angka kejadian sekitar 5-7% kelahiran dan sebagian besar dapat membaik dengan sendirinya.

Namun, waspada pada demam tinggi yang terjadi terus-menerus dan dalam jangka waktu panjang.

Demam pascapersalinan berada pada suhu 38,7 derajat Celsius atau lebih tinggi selama 24 jam pertama atau hingga berhari-hari.

Diulas dalam laman Medscape, demam yang terjadi dalam rentang waktu yang lama setelah pascapersalinan dapat memiliki berbagai penyebab.

Namun, penyebab paling umum dari demam pascapersalinan adalah endometritis, yaitu peradangan pada lapisan rahim yang disebabkan karena infeksi.

Dikutip dari March of Dimes, ada gejala lainnya dari endometritis yang mungkin dapat terjadi, yaitu:

Perlu dipahami, Moms dapat mengalami demam ketika tubuh mencoba membunuh virus atau bakteri yang menyebabkan infeksi.

Maka dari itu, apabila Moms mengalami demam tinggi dan kondisi tidak semakin membaik dengan penanganan pertama, segera periksakan ke dokter, ya!

Baca Juga: Melawan Rasa Takut Menjelang Persalinan

3. Infeksi Sayatan Pasca Operasi Caesar

Infeksi Sayatan Pasca Operasi Caesar

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bahaya masa nifas berikutnya terjadi setelah Moms menjalani operasi caesar, yaitu infeksi pada bekas sayatan.

Persalinan caesar dilakukan di mana bayi lahir melalui sayatan yang dibuat oleh dokter di bagian perut dan rahim Moms.

Nah, Moms perlu waspada apabila bekas sayatan operasi ini menjadi infeksi.

Tahan diri untuk tidak menggaruknya agar gejalanya tidak bertambah semakin parah.

Masa pemulihan sayatan pasca operasi caesar memang membutuhkan waktu yang lebih lama.

Biasanya, dokter akan memberikan anjuran untuk memakai losion guna mengurangi rasa gatal.

Namun, beberapa tanda-tanda infeksi yang perlu segera diperiksa, seperti kemerahan, kulit membengkak, keluar cairan dari sayatan, hingga bernanah.

Tanda bahaya masa nifas pasca operasi caesar ini juga bisa ditandai dengan gejala seperti:

Baca Juga: 8 Cara Menghilangkan Rasa Gatal di Bekas Jahitan Caesar

4. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Foto: Orami Photo Stock

Tanda bahaya masa nifas berikutnya, yaitu infeksi saluran kemih (ISK). Risiko ini sangat mungkin terjadi bagi Moms yang menjalani persalinan pervaginam.

Saat menjalani persalinan pervaginam, kepala bayi akan memberikan banyak tekanan pada kandung kemih dan uretra Moms.

Pada masa nifas setelah melahirkan, Moms mungkin merasakan nyeri saat buang air kecil.

Kondisi lainnya, Moms mungkin ingin buang air kecil tetapi tidak bisa.

Namun, waspada pada tanda-tanda bahaya yang mengarah pada infeksi saluran kemih.

Biasanya, kondisi ini ditandai dengan nyeri dan rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri di bagian punggung bawah atau samping.

Usai melahirkan, sangat mungkin mengalami infeksi saluran kemih, seperti infeksi kandung kemih yang disebut sistitis atau infeksi ginjal yang disebut pielonefritis.

Penanganan pertama yang bisa dilakukan, seperti mengalirkan air hangat ke area vagina saat buang air kecil dan minum banyak air dapat membantu meringankan rasa sakit ini.

Namun, ada baiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat, ya, Moms.

Baca Juga: Macam-Macam Infeksi Saluran Kemih, Bisa Berpengaruh ke Ginjal!

5. Infeksi Payudara

Infeksi Payudara

Foto: Orami Photo Stock

Saat menjalani masa nifas, perubahan payudara pasti akan Moms rasakan. Payudara juga akan terasa lebih kencang dan penuh ketika masa nifas.

Hal ini normal terjadi karena tubuh sedang mempersiapkan diri agar bisa menyusui Si Kecil.

Ketika masa nifas, Moms disarankan untuk menyusui Si Kecil dengan rutin agar ASI bisa tersalurkan pada bayi.

Namun, perhatikan tanda bahaya masa nifas yang dapat menyerang bagian payudara. Pada beberapa kondisi, payudara juga mungkin akan terasa perih.

Jika Moms mendapati garis-garis merah pada payudara atau mengalami benjolan di payudara yang terasa sakit, bisa jadi Moms mengalami infeksi payudara. Kondisi ini juga disebut mastitis.

Kondisi ini juga bisa terjadi ketika Moms memiliki saluran ASI yang tersumbat.

Atau terjadi ketika Moms melewatkan atau menunda menyusui.

Akibatnya, payudara menjadi membesar dan membengkak karena penuh dengan susu.

Segera lakukan pemeriksaan untuk menangani permasalahan ini ya, Moms.

Itulah penjelasan tentang tanda bahaya masa nifas yang perlu diwaspadai. Semoga menjadi informasi yang berguna bagi Moms yang baru melahirkan, ya!

  • https://www.aafp.org/afp/2007/0315/p875.html
  • https://www.medscape.com/viewarticle/804263#
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK304191/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3279173/
  • https://www.marchofdimes.org/pregnancy/warning-signs-of-health-problems-after-birth.aspx
  • https://www.whattoexpect.com/first-year/postpartum-health-and-care/postpartum-warning-signs-tips/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait