Newborn

25 Juni 2020

Tanda Bayi Kuning Sudah Memasuki Fase Berbahaya

Saat lahir, bayi mengalami kuning disebut jaundice. Kondisi ini bisa normal, bisa juga tidak. Hmm.., apa ya bedanya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Jedi Satu
Disunting oleh Dina Vionetta

Moms, warna kuning yang dapat dilihat di kulit dan mata bayi saat baru lahir disebabkan oleh karena penumpukan bilirubin yang belum terkonjugasi.

Pada sebagian besar bayi, penumpukan bilirubin tersebut merupakan keadaan yang normal.

“Tapi, jika jumlahnya sangat banyak, penumpukan bilirubin tersebut dapat beredar hingga ke otak (kernicterus). Nah, ini baru keadaan yang sangat berbahaya,” kata Dr Okiki Oladele, seorang dokter anak dari situs Tinyheart.com.ng.

Baca Juga: Bayi Kuning Saat Baru Lahir? Ini Penyebab dan Cara Merawatnya

Bayi Kuning yang Masih Normal Keadaannya

Tangan dan Kaki Bayi Kuning, Apa Penyebabnya 3.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Bayi kuning normalnya disebabkan hati bayi yang belum berfungsi secara sempurna.

Perlu Moms tahu, hati memiliki peran penting dalam metabolisme bilirubin.

Jenis bilirubin yang menyebabkan penyakit kuning ini disebut dengan bilirubin yang belum terkonjugasi, atau bilirubin indirek.

Nah, bilirubin yang belum terkonjugasi ini akan diubah ke bentuk yang sudah terkonjugasi di hati sehingga mudah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Karena bayi baru lahir memiliki fungsi hati yang belum sempurna, bilirubin tersebut tidak sepenuhnya dikonjugasi dan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Biasanya penyakit kuning normal alias jaundice fisiologis muncul pada saat bayi berusia 24-72 jam. Dan, hal ini tak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: Yuk Kenali Tanda Penyakit Kuning Pada Bayi

Bayi Kuning Berbahaya

bayi kuning 3

Foto: Orami Photo Stocks

Ada juga penyakit kuning yang tidak normal. Sering disebut jaundice patologis.

Biasanya disebabkan oleh keadaan lain yang bukan fisiologis, seperti penyakit yang menyebabkan pemecahan hemoglobin yang berlebihan.

Semisal, anemia hemolitik, perbedaan golongan darah yang menyebabkan ketidakcocokan ABO atau rhesus, serta kurangnya enzim (G6PD).

Dikutip dari Iranian Journal of Public Health, bayi yang lahir prematur, bayi yang mengalami sumbatan di saluran cerna, dan bayi yang mengalami perdarahan juga dapat menderita jaundice patologis.

Di kondisi ini, bayi akan terlihat kuning langsung pada 24 jam pertama kehidupannya dan bertahan hingga 1-2 minggu.

Kalau ini terjadi, Moms perlu waspada apakah ada penyakit yang menyebabkan sei kecil kuning.

“Biasanya akan dilakukan pengecekan kadar bilirubin pada bayi yang mengalami jaundice. Pada bayi dengan jaundice patologis, kadar bilirubinnya akan sangat meningkat,” kata Dr Oladele.

Berikut hal-hal yang diwaspadai jika bayi Moms kuning:

  • Tetap terlihat kuning setelah satu minggu dan warna kuningnya menyebar terus hingga ke lengan atau kaki.
  • Tampak sakit dan lemas.
  • Tidak mau makan.
  • Rewel dan menangis terus.
  • Memiliki lengan dan tungkai yang “keplek” (floppy arms and legs).
  • Demam dengan suhu 38 derajat C atau lebih.
  • Kejang.
  • Kesulitan bernapas dan terlihat biru.

Jika Moms menemukan tanda-tanda tersebut pada bayi yang kuning, maka Moms harus segera membawanya ke dokter untuk dicari penyebabnya dan ditangani lebih lanjut

Baca Juga: Kulit Bayi Kuning atau Oranye Saat Makan MPASI? Mungkin Itu Pertanda Carotenemia

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait