3-12 bulan

10 November 2021

5 Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula yang Perlu Moms Waspadai

Ruam kulit hingga kolik dapat menjadi tanda bayi tidak cocok dengan susu formula yang diminumnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Widya Citra Andini

Walau diberikan dengan tujuan untuk memenuhi gizi Si Kecil, sayangnya ada sebagian bayi yang tidak cocok dengan susu formula. Oleh karena itu, Moms harus tahu tanda bayi tidak cocok susu formula.

Memberikan ASI eksklusif merupakan pendekatan yang disarankan untuk menyusui bayi.

Namun, pada beberapa kasus, ada ibu yang tidak bisa sepenuhnya menyusui bayinya karena beberapa alasan, sehingga perlu diberikan susu formula.

Sebagian bayi dapat menerima susu formula dengan baik. Namun, ada juga yang tidak bisa menerimanya karena intoleransi laktosa dan alergi protein susu.

Intoleransi laktosa adalah reaksi yang terjadi akibat kandungan bahan dalam susu formula yang mengiritasi saluran pencernaan bayi dan dapat menyebabkan peradangan di seluruh tubuh.

Sementara itu, alergi susu formula terjadi saat sistem kekebalan tubuh bayi keliru melihat protein susu sebagai hal asing dan menyerangnya.

“Sangat jarang bayi dilahirkan dengan intoleransi laktosa. Sebagian besar, intoleransi laktosa terjadi setelah usia anak satu tahun,” ungkap Ari Brown, MD, FAAP, dokter anak asal Austin, Texas sekaligus tim penulis Baby 411 dan Expecting 411, seperti dikutip dari WebMD.com.

Meski keduanya berbeda, gejala yang ditimbulkan saat susu formula yang diminum bayi tidak cocok, hampir sama.

Berikut ini beberapa tanda bayi tidak cocok susu formula yang diminumnya. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: Apakah Pisang Bisa Sebabkan Alergi Pada Bayi?

Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula

1. Gumoh dan Muntah

Gumoh dan Muntah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Apakah Si Kecil sering mengalami sedikit gumoh usai minum ASI maupun susu formula?

Jika bayi gumoh terlihat tanpa paksaan, tidak menyakitkan, dan berat badannya naik dengan normal, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Berbeda jika bayi muntah setelah minum susu formula, hal ini dapat menjadi tanda bayi tidak cocok susu formula, sehingga menyebabkan alergi atau intoleransi laktosa.

Terutama jika diikuti dengan gejala muntah yang terlihat menyakitkan, berat badan yang tak kunjung naik, dan perut kembung.

Reaksi ini biasa terjadi pada susu dengan kandungan protein susu sapi dan protein soya.

Baca Juga: Susu Kedelai Bisa jadi Alternatif Pengganti Susu Sapi untuk Bayi?

2. Diare

article-2219153-158CAA32000005DC-84_1024x615_large.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bayi baru lahir biasanya buang air besar sebanyak delapan kali per hari. Jika bayi buang air besar lebih sering, feses lebih cair, atau muncul lendir pada feses, bayi mungkin mengalami intoleransi susu formula atau alergi.

Hal ini diungkapkan dokter anak sekaligus penulis Change 1 Thing! A Doctor’s Guide to Permanent Weight Loss, Disease Prevention and Incredible Health, Dr. Teresa Fuller, seperti dikutip dari Livestrong.com.

Buang air besar besar yang berdarah juga bisa menjadi tanda bayi tidak cocok susu formula. Namun, kondisi ini dapat juga menandakan masalah yang lebih serius.

Baca Juga: 3 Resep Sorbet Tanpa Susu untuk Balita dengan Intoleransi Laktosa

3. Ruam Kulit

Ruam Kulit.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Muncul ruam pada kulit yang memerah, belum tentu karena iritasi dari pakaian atau udara, Moms. Bisa jadi ini adalah tanda bayi tidak cocok susu formula yang dikonsumsinya.

Dalam sebuah penelitian di Journal of Pediatric Gastroenterology and Nutrition ditemukan fakta bahwa 50% bayi dengan alergi susu formula juga memiliki masalah dermatitis atopik.

Masalah kulit ini ditandai dengan rasa gatal dan ruam kemerahan yang muncul di wajah, kulit kepala, lengan, dan kaki bayi.

4. Masalah Pernapasan

crying_baby_bottle.jpg.653x0_q80_crop-smart.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Napas berbunyi 'ngik-ngik' atau yang biasa disebut mengi (wheezing) disebabkan oleh peradangan dan penyempitan saluran udara.

Kondisi ini terjadi pada sekitar 20-25% bayi dengan reaksi alergi makanan, termasuk tidak cocok susu formula.

Gejala pernapasan lainnya yang terjadi akibat alergi susu formula, antara lain batuk kronis, hidung tersumbat, dan pilek.

Baca Juga: 5 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula

5. Serangan Kolik

Serangan Kolik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kolik digambarkan ketika bayi rewel dan menangis selama beberapa jam dalam sehari. Biasanya terjadi pada bayi usia 3 minggu hingga 3 bulan.

Bayi mulai rewel pada sore ke malam hari. Mengutip WebMD, dapat ditandai juga dengan perut kembung, bergas, dan bayi terlihat seperti sakit perut (misalnya dengan menarik kaki).

Meski tidak diketahui pasti apa penyebab kolik, pada beberapa kasus hal ini bisa jadi tanda bayi tidak cocok susu formula.

Bayi merasa tidak nyaman karena intoleransi dengan laktosa dalam susu.

Baca Juga: Bolehkah Susu Formula Dibekukan Layaknya ASIP?

Tips untuk Bayi yang Tidak Cocok Susu Formula

Susu kedelai.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Si Kecil sudah menunjukkan tanda bayi tidak cocok susu formula, segera hentikan konsumsi susu tersebut dan berikan ASI.

Namun, untuk Moms dengan produksi ASI sedikit, maka bisa menggantinya dengan susu lain.

1. Susu Kedelai

Mengutip National Health Service, susu kedelai bisa menjadi pilihan jika bayi tidak cocok mengonsumsi susu formula yang dibuat dari susu sapi.

Meski begitu, tidak semua bayi yang alergi susu sapi pasti langsung cocok dengan susu kedelai.

Bahkan, riset yang diterbitkan Pediatric Clinics of North America menemukan, sebanyak 10-14 persen anak yang menunjukkan ciri-ciri bayi alergi susu formula sapi juga alergi terhadap susu soya.

Oleh karena itu, Moms tetap perlu memperhatikan tanda tidak cocok susu formula yang mungkin akan muncul setelah bayi mencoba minum susu soya.

Baca Juga: Perbandingan Buang Air Besar: Bayi Minum ASI Eksklusif VS Susu Formula

2. Susu Formula Berbahan Dasar Asam Amino

Apabila Si Kecil menunjukkan tanda tidak cocok susu formula sapi atau kedelai, pilihan bisa jatuh ke susu dengan bahan dasar asam amino.

Asam amino merupakan bentuk protein paling dasar, cocok untuk mengurangi risiko alergi atau intoleransi.

Hanya saja, rasa susu formula dengan bahan dasar ini tidak seenak susu biasa atau susu kedelai sehingga sering kali bayi menolak untuk meminumnya.

3. Susu Formula Hidrolisat Ekstensif

Susu formula ini lebih dianjurkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk bayi dengan alergi susu sapi.

Hal ini dikarenakan protein susu sapinya sudah dipecah atau dihidrolisis menjadi partikel yang lebih kecil.

Oleh karena itu, tubuh pun tidak merespon pecahan kecil ini menjadi alergen atau pencetus alergi.

Baca Juga: Bolehkah ASI Dicampur Susu Formula? Simak Penjelasan dan Risikonya

Jika menemukan tanda ketika bayi tidak cocok susu formula yang diminumnya, Moms bisa berkonsultasi kepada dokter mengenai rekomendasi susu lainnya yang tepat untuk Si Kecil.

  • https://www.nhs.uk/common-health-questions/childrens-health/what-should-i-do-if-i-think-my-baby-is-allergic-or-intolerant-to-cows-milk/
  • https://www.webmd.com/parenting/baby/features/abcs-of-formula#1
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3070118/
  • https://journals.lww.com/jpgn/Fulltext/2019/11000/Cow_s_Milk_Allergic_Infants_on_Elemental_Formula.27.aspx
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait