Kehamilan

KEHAMILAN
22 Agustus 2020

Kenali Tanda-Tanda Kekerasan Rumah Tangga Saat Hamil, dan Apa yang Harus Dilakukan?

Kenali tanda-tanda kekerasa rumah tangga saat hamil, dan hal yang harus dilakukan saat kejadian
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kekerasan rumah tangga baik emosional maupun fisik bukanlah hal yang baik-baik saja. Sayangnya, beberapa Moms mengalami kekerasan rumah tangga dari pasangannya. Kekerasan rumah tangga melintasi semua garis ras, etnis, dan ekonomi.

Kekerasan rumah tangga saat hamil pun seringkali meningkat. Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists, 1 dari 6 Moms mengalami kekerasan rumah tangga saat hamil. Lebih dari 320.000 Moms dianiaya oleh pasangan mereka selama kehamilan setiap tahunnya.

Kekerasan rumah tangga saat hamil bisa datang dalam berbagai bentuk. Pasangan kasar dapat menyebabkan sakit emosisional bila menyebut nama Moms atau terus-menerus menyalahkanmu atas sesuatu yang belum dilakukan.

Kekerasan rumah tangga saat hamil dalam bentuk emosional dapat membuat Moms merasa takut atau depresi, makan makanan yang tidak sehat, atau melakukan kebiasaan buruk seperti merokok atau minum.

Sementara itu, Dilansir dari March of Dimes, kekerasan rumah tangga saat hamil dalam bentuk fisik mengarah kepada memukul, menampar, menendang, hingga menarik rambut. Saat hamil, seorang pelaku kekerasan akan mengarahkan pukulan ke perut.

Jenis kekerasan ini tidak hanya dapat membahayakan Moms, tetapi juga dapat membahayakan Si Kecil belum lahir. Selama kehamilan, pelecehan fisik dapat menyebabkan keguguran dan pendarahan vagina. Ini dapat menyebabkan Si Kecil terlalu cepat, memiliki berat badan lahir rendah atau cedera fisik.

Baca Juga: Dampak Kekerasan Rumah Tangga Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Tanda-Tanda Kekerasan Rumah Tangga Saat Hamil

kekerasan rumah tangga saat hamil

Foto: Orami Stock Photos

Wanita berisiko lebih besar mengalami kekerasan dalam rumah tangga dari pasangannya selama kehamilan, juga hingga satu bulan setelah melahirkan.

Mereka mungkin mengalami pelecehan ini untuk pertama kalinya, atau mungkin menjadi lebih buruk saat mereka hamil. Lalu, apa tanda-tanda kekerasan rumah tangga saat hamil?

1. Pasangan Menggertak, Mengancam, atau Mengendalikan

  • Menuduh berselingkuh
  • Menyalahkan atas penyalahgunaan
  • Mengkritik
  • Memberi tahu apa yang harus dikenakan dan bagaimana penampilan
  • Mengancam akan membunuh atau seseorang yang dekat dengan Moms
  • Melempar benda atau meninju dinding saat marah
  • Meneriaki sehingga membuat Moms berkecil hati

2. Pasangan Mengontrol Uang

  • Menyimpan uang tunai dan kartu kredit
  • Memberi uang saku dan membuat menjelaskan setiap uang yang Moms belanjakan
  • Menghalangi dari pekerjaan apa pun yang Moms inginkan
  • Mencuri uang dari Moms atau teman
  • Tidak akan membiarkan Moms punya uang untuk kebutuhan dasar seperti makanan dan pakaian

Baca Juga: Tanpa Sadar, 6 Tindakan Ini Juga Termasuk Kekerasan dalam Rumah Tangga

3. Pasangan Memisahkan Moms dari Keluarga dan Teman

  • Terus memantau ke mana pergi dan dengan siapa Moms pergi
  • Membuat Moms meminta izin untuk bertemu teman dan keluarga
  • Mempermalukan Moms di depan orang lain, dan itu membuat Moms ingin menghindari orang lain

4. Pasangan Secara Fisik Melecehkan

  • Meninggalkan Moms di tempat yang tidak dikenal
  • Menyerangmu dengan senjata
  • Menghalangi Moms makan, tidur, atau mendapatkan perawatan medis
  • Mengunci Moms di dalam atau di luar rumah
  • Meninju, mendorong, menendang, menggigit, menarik rambut

Baca Juga: Dampak Kekerasan Rumah Tangga Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Selain itu ada juga beberapa pertanyaan pada diri sendiri yang bisa menguatkan apakah Moms berada dalam kekerasan rumah tangga saat hamil, yaitu:

  • Apakah pasangan saya selalu merendahkan saya dan membuat saya merasa buruk tentang diri saya sendiri?
  • Apakah pasangan saya menyakiti atau menyakiti tubuh saya?
  • Apakah pasangan saya mengancam saya, bayinya, anak-anak saya yang lain atau dirinya sendiri?
  • Apakah pasangan saya menyalahkan saya atas tindakannya? Apakah dia memberi tahu saya bahwa itu salah saya sendiri dia memukul saya?
  • Apakah pasangan saya menjadi lebih kasar seiring berjalannya waktu?
  • Apakah pasangan saya berjanji tidak akan pernah menyakiti saya lagi, tetapi tetap melakukannya?

Jika Moms menjawab "Ya" untuk semua pertanyaan ini, mungkin berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Hal yang Harus Dilakukan Ketika dalam Kekerasan Rumah Tangga Saat Hamil

1. Temukan Tempat yang Aman

Bicaralah dengan teman tepercaya, tetangga, atau anggota keluarga yang dapat Moms tinggali, tidak peduli jam berapa siang atau malam, untuk memastikan keamanan diri serta kandungan

2. Kumpulkan Uang Ekstra dan Dokumen atau Barang Penting Apa Pun

Moms persiapkan beberapa hal seperti SIM, kartu asuransi kesehatan, buku cek, informasi rekening bank, kartu Jaminan Sosial, dan obat resep. Simpan barang-barang ini di satu tempat yang aman sehingga Moms dapat membawanya dengan cepat.

3. Kemasi Koper

Moms ketika sudah tahu situasi kekerasan rumah tangga saat hamil maka siapkanlah koper dengan perlengkapan mandi, pakaian ganti ekstra untuk Moms dan Si Kecil, dan satu set ekstra kunci rumah dan mobil. Berikan koper kepada seseorang yang Moms percayai yang dapat memegangnya dengan aman untuk Moms

Baca Juga: 5 Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Anak, Bahaya!

Tidak ada orang yang pantas disiksa secara fisik atau emosional. Kenali tanda-tanda kekerasan rumah tangga saat hamil.Moms mungkin merasa sangat takut memikirkan untuk pergi, tetapi Moms harus melakukannya. Baik Moms maupun Si Kecil dalam kandungan bergantung pada seberapa sigap dalam situasi ini.

Artikel Terkait