Pernikahan & Seks

26 April 2021

Waspadai Tanda-tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Moms perlu mengetahui tanda-tanda hubungan tak sehat dan cara keluar dari toxic relationship
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms, ketahui seperti apa tanda toxic relationship berikut ini.

Menjalani kehidupan rumah tangga memang tidak semudah yang dibayangkan. Akan da banyak tantangan yang menyertai. Setiap pasangan suami istri pun akan menemukan ujiannya masing-masing.

Meski demikian, memiliki hubungan yang sehat adalah impian dari banyak pasangan. Adanya hubungan yang sehat dalam kehidupan rumah tangga akan membuat Moms dan Dads dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Namun, tidak semua pasangan beruntung memiliki kualitas hubungan yang sehat. Terkadang justru sebaliknya, hubungan suami istri membuat orang-orang di dalamnya merasa lelah sepanjang waktu.

Kondisi seperti ini biasanya disebut dengan istilah toxic relationship. Lalu, apa jadinya jika Moms atau Dads berada dalam toxic relationship? Pasti rasanya tidak nyaman dan memiliki risiko yang cukup berbahaya dalam kehidupan pernikahan.

Yuk, simak penjelasan lebih lanjut mengenai toxic relationship, tanda-tanda toxic relationship, dan cara keluar dari toxic relationship dengan tepat. Moms perlu waspada dan memahaminya!

Baca Juga: Hewan Peliharaan Bisa Menjamin Pernikahan Lebih Awet

Pengertian Toxic Relationship

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip laman Psychalive, toxic relationship sering ditandai dengan hubungan berulang yang saling menghancurkan antara pasangan. Pola-pola ini bisa melibatkan kecemburuan, posesif, dominasi, manipulasi, keputusasaan, keegoisan, atau penolakan.

Sementara dikutip dari Very Well Mind, toxic relationship adalah hubungan yang membuat Moms atau Dads merasa tidak didukung, disalahpahami, direndahkan, atau diserang oleh pasangan.

Namun yang jelas, di antara kedua pengertian dan tanda-tanda tersebut, toxic relationship benar-benar tidak bagus bagi kelangsungan hidup berumah tangga.

Adanya toxic relationship yang berjalan seiringnya waktu dapat membuat Moms atau Dads lelah secara emosional, psikologis, dan bahkan fisik.

Baca Juga: 6 Tips Mencegah Masalah Keuangan Rumah Tangga

Tanda-tanda Toxic Relationship

Mencari tahu apakah seseorang terjebak dalam toxic relationship bisa sedikit sulit. Ini karena mungkin ia tidak menyadarinya atau mungkin menolak mengakui dirinya berada dalam hubungan yang tidak sehat.

Karena itu, simak seperti apa tanda-tanda toxic relationship berikut ini.

1. Selalu Dianggap Salah oleh Pasangan

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Tanda toxic relationship yang pertama adalah selalu dianggap salah oleh pasangan.

“Seorang pasangan yang memberikan saran yang tidak tepat terhadap apa yang seharusnya Anda perbaiki, tidak mendukung minat atau hobi Anda, dan secara fundamental mengkritik aspek-aspek tentang siapa diri Anda sebenarnya adalah orang yang toxic,” ujar Gary Lewandowski Jr., PhD, seorang profesor psikologi di Monmouth University, New Jersey.

Itulah mengapa sangat penting bagi Moms untuk mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang suportif.

Jadi, saat Moms merasa sedang down atau dikritik orang lain, Moms bisa menyeimbangkannya dengan kehadiran orang-orang yang Moms cintai dan percayai.

2. Mengabaikan Rasa Percaya Diri

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah mengabaikan rasa percaya diri. Dalam hubungan toxic, pasangan akan selalu menghilangkan rasa percaya diri dengan cara memberi olokan.

Misalnya seperti, “Gaunnya sangat tidak bagus” atau “Make up-nya kebanyakan tuh” atau “Aku tidak suka melihat rambutmu, potong deh”.

Menurut Jane Greer, PhD, seorang terapis pernikahan dan keluarga juga penulis buku What About Me? Stop Selfishness From Ruining Your Relationship, komentar-komentar semacam itu bisa menghilangkan rasa percaya diri pada diri seseorang.

“Anda mulai merasa buruk tentang diri Anda dan mulai meragukan diri sendiri. Anda terus menyalahkan diri dan berpikir, apa yang bisa saya lakukan agar ia merasa lebih baik?” kata Greer.

3. Suka Mengendalikan dan Cemburu Berlebihan

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah suka mengendalikan dan cemburu berlebihan.

Ia merasa bahwa Moms hanya miliknya seorang dan Moms tidak diperbolehkan melakukan aktivitas sendirian. Dalam hubungan toxic, pasangan akan terus memantau di mana keberadaan Moms, apa yang sedang Moms lakukan, dan bersama siapa.

Berhati-hatilah apabila Moms merasa punya pasangan seperti ini, ya. Hal ini tentunya akan membuat Moms merasa sangat tidak nyaman, terlebih jika pasangan melarang-larang dengan alasan yang tidak masuk akal.

Baca Juga: Kenapa Toxic Relationship Susah untuk Dilupakan?

4. Suka Bermain Tarik Ulur

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah suka bermain tarik ulur.

Dalam hubungan yang sehat, apabila pasangan Moms berkata akan datang menemui Moms, ia pasti akan datang.

Namun, dalam hubungan yang toxic, Moms bahkan tidak tahu apa yang diinginkan pasangan karena tidak memberikan pernyataan yang jelas dan pasti.

“Dan kadang-kadang orang yang toxic itu bahkan tidak menyukai Anda sampai Anda mulai menarik diri dan menjauhinya,” kata Rachel Sussman, LCSW, seorang terapis pernikahan dan keluarga di New York.

5. Selalu Membuat Alasan untuk Perilaku Buruknya

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah selalu membuat alasan untuk perilaku buruk.

Apabila Moms selalu mencoba mencari alasan rasional atas tindakan pasangan Moms, seperti ketidakhadiran pasangan, kurangnya empati, kebiasaan menyebalkan pada teman-teman Moms, atau kurangnya dukungan, itu merupakan salah satu tanda hubungan toxic.

Setiap orang punya minggu-minggu yang penuh tekanan dan stres. Keadaan itu bukanlah suatu alasan untuk seseorang bisa berbuat seenaknya dan tidak mendengarkan Moms.

Apabila Moms selalu merasakan hal ini, mungkin sebaiknya Moms berpikir ulang mengenai hubungan ini.

6. Merasa Lelah Sepanjang Waktu

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Tanda toxic relationship yang selanjutnya adalah merasa lelah sepanjang waktu, baik secara fisik dan emosi dalam sebuah hubungan. Hubungan toxic memang benar-benar akan menguras energi dan membuat Moms lelah sepanjang waktu.

Hubungan yang tidak sehat akan membuat tubuh jadi tidak sehat, membuat Moms jadi tidak memikirkan self care terhadap diri sendiri. Waspada dengan tanda utama yang satu ini ya, Moms.
Baca Juga: Rahasia Pasangan Suami Istri yang Selalu Bahagia

Cara Keluar dari Toxic Relationship

Apabila Moms atau Dads merasakan salah satu atau lebih dari tanda-tanda toxic relationship di atas, sebaiknya segera mengambil tindakan tepat dan keluarlah dari toxic relationship demi kesehatan fisik dan mental diri sendiri.

1. Coba Cari Jalan Keluar atau Bantuan

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip laman Time, jika dampak dari toxic relationship yang dirasakan bersifat emosional atau mental, Moms harus memutuskan apakah mungkin untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan pasangan.

Apabila ada pemicu yang mendasari terjadinya toxic relationship dalam hubungan pernikahan, seperti depresi atau trauma memengaruhi salah satu atau kedua perilaku individu, Dr. Kristen Fuller, seorang dokter pengobatan keluarga yang berbasis di California yang mengkhususkan diri dalam kesehatan mental mengatakan bahwa, perawatan terapeutik atau medis dapat membantu.

3. Diskusikan dan Ambil Keputusan

Waspadai Tanda-Tanda Toxic Relationship dan Cara Tepat Mengakhirinya

Foto: Orami Photo Stock

Sementara melansir dari Psychology Today, Moms sebaiknya segera mengambil keputusan setelah mencoba diskusi atau menyelesaikan masalah dengan pasangan jika merasakan tanda toxic relationship.

Jika pasangan menerima kata-kata Moms dan meminta maaf, atau setuju bahwa ada masalah besar dan kebutuhan untuk mencari bantuan, mungkin hubungan pernikahan layak untuk diperjuangkan.

Namun jika sebaliknya, pasangan menyalahkan Moms, berperilaku defensif, atau mengabaikannya. Moms mungkin perlu waspada karena toxic relationship semakin memburuk dan membahayakan diri.

Segeralah buat keputusan untuk mengakhiri hubungan dan tetaplah berpegangan teguh pada prinsip.

Meski sangat sulit karena cukup mudah bagi otak untuk mengingat saat-saat indah dan melupakan bagian-bagian buruk dari suatu hubungan dan Moms mungkin tergoda untuk menginginkan orang tersebut kembali.

Namun, tetap ingatlah bahwa dalam mengambil keputusan ini, Moms telah melalui proses yang panjang dan penuh pertimbangan.

Jadi, tetaplah berpegang teguh pada keputusan dan ingat bahwa hal itu akan membuat hidup Moms lebih baik. Jangan sampai Moms terus menyakiti diri sendiri¸ya.

Selain itu, jika toxic relationship berdampak lebih jauh pada keselamatan diri Moms, seperti adanya kekerasan fisik, kekerasan seksual, atau bahkan penelantaran rumah tangga.

Moms perlu mencari bantuan orang lain, seperti anggota keluarga lain, kerabat dekat, dan lebih bagus lagi segera melaporkan pada pihak yang berwajib agar cepat ditindak.

Baca Juga: 9 Cara Minta Maaf Kepada Suami, Tidak Perlu Gengsi Moms!

4. Kelilingi Diri dengan Hal Positif

me-time-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Moms berada dalam toxic relationship, kelelahan mungkin akan muncul sepanjang hari. Baik kelelahan secara emosional, psikologis, hingga psikis.

Maka, penting bagi Moms untuk berusaha menempatkan diri dengan hal-hal positif.

Habiskanlah waktu dengan orang-orang yang membuat Moms merasa baik, manjakan diri dengan makanan favorit atau menonton film, pergi ke tempat ibadah untuk menenangkan diri, menghabiskan waktu di luar, mengunjungi tempat-tempat baru yang menarik, pergi berlibur, atau melakukan apa pun yang membuat bahagia.

Mengalami masa-masa sulit dalam suatu hubungan dapat menyebabkan stres yang tak terhitung. Jadi, penting untuk mencoba mengganti emosi negatif itu dengan kepositifan.

Baca Juga: 7 Cara Ciptakan Me Time untuk Para Mommies

Nah, itu dia penjelasan lengkap mengenai toxic relationship, tanda-tanda toxic relationship, dan cara keluar dari toxic relationship.

Moms perlu waspada dan janganlah ragu mengambil keputusan untuk pergi dari toxic relationship ini. Setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan, termasuk diri Moms.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait