Kesehatan

KESEHATAN
2 Desember 2020

Tak Hanya Lemas dan Lesu, Ini Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin C

Waspada beberapa gejala kekurangan vitamin C berikut ya Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms pasti tidak asing dengan iklan di televisi mengenai suplemen vitamin C bukan?

Di luar sana memang banyak sekali dijual suplemen vitamin C karena vitamin C tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh manusia. Oleh karena itu, untuk mencegah kekurangan vitamin C, Moms harus mengonsumsi makanan tinggi vitamin C atau suplemen.

Vitamin C atau asam askorbat memiliki fungsi yang sangat penting untuk tubuh. Vitamin C diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan di seluruh tubuh.

Mengutip The Healthy, vitamin ini membantu dalam produksi kolagen, yang digunakan untuk membuat kulit, pembuluh darah, tulang rawan, ligamen, dan tendon.

Vitamin C juga dibutuhkan untuk penyembuhan luka, penyerapan zat besi, dan menjaga kesehatan tulang.

Vitamin C adalah antioksidan kuat, membantu mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dan dengan demikian membantu mencegah perkembangan kondisi seperti penyakit jantung dan kanker.

Kekurangan vitamin C yang parah adalah kondisi serius, yang selama berabad-abad dikenal sebagai scurvy atau penyakit kudis yang terkadang fatal.

Walaupun penyakit kudis cukup jarang terjadi sekarang, bukti menunjukkan bahwa banyak orang memiliki tingkat vitamin C yang rendah, yang dapat berbahaya bagi kesehatan meskipun Moms tidak terlalu kekurangan.

Baca Juga: 5 Ciri Anak Kekurangan Gizi, Perhatikan Ya Moms!

Gejala Tubuh Kekurangan Vitamin C

Gejala Tubuh Kekurangan Vitamin C

Foto: Orami Photo Stock

Kekurangan vitamin C menyebabkan beberapa gejala, seperti misalnya:

  • Kelelahan dan kelemahan.
  • Nyeri otot dan persendian.
  • Mudah memar.
  • Bintik-bintik yang terlihat seperti memar kecil berwarna merah-biru di kulit.

Ada juga beberapa gejala sedang hingga berat yang bisa terjadi sebagai tanda kekurangan vitamin C, antara lain:

  • Kulit kering.
  • Rambut bercabang.
  • Pembengkakan dan perubahan warna pada gusi .
  • Perdarahan tiba-tiba dan tidak terduga dari gusi.
  • Mimisan.
  • Proses penyembuhan luka yang buruk.
  • Masalah dalam melawan infeksi.
  • Pendarahan pada persendian sehingga menyebabkan nyeri persendian yang parah.
  • Perubahan pada tulang.
  • Kehilangan gigi.
  • Penurunan berat badan.

Parahnya lagi, jika tidak didiagnosis dan diobati, kekurangan vitamin C menyebabkan sesak napas, masalah saraf, suhu tinggi (demam), dan kejang.

Perdarahan di dalam otak dan sekitar jantung juga bisa saja terjadi dan dapat menyebabkan kematian pada beberapa orang dengan kondisi kekurangan vitamin C yang parah.

Namun, untungnya kondisi ini sangat jarang terjadi. Yang terpenting, Moms harus memastikan bahwa makanan yang disajikan untuk keluarga mengandung vitamin C yang cukup.

Baca Juga: 11 Sumber Vitamin C untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh saat Pandemi Corona

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin C

Cara Mencegah Kekurangan Vitamin C

Foto: Orami Photo Stock

Cara terbaik untuk mencegah kekurangan vitamin C adalah dengan memenuhi kebutuhan Vitamin C harian. Asupan vitamin C harian yang direkomendasikan dalam makanan tergantung pada usia dan jenis kelamin.

Rekomendasinya mungkin berbeda di setiap negara. Wanita hamil dan menyusui juga membutuhkan vitamin C dalam jumlah yang lebih tinggi dalam makanan mereka.

Mengutip artikel dari Patient, anak usia 1-10 tahun membutuhkan 30 mg vitamin C per hari, anak usia 11-14 tahun membutuhkan 35 mg vitamin C per hari, dan anak-anak di atas usia 15 tahun dan orang dewasa membutuhkan 40 mg per hari.

Wanita dewasa umumnya membutuhkan setidaknya 75 mg vitamin C setiap hari, sedangkan pria dewasa membutuhkan setidaknya 90 mg, tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa 500 hingga 1.000 mg setiap hari adalah yang paling optimal.

Ada berbagai makanan yang kaya vitamin C, di antaranya:

  • Buah jeruk seperti jeruk, grapefruit, jeruk nipis dan lemon.
  • Buah beri seperti blackcurrant, stroberi, raspberry, blueberry, dan cranberry.
  • Melon melon dan semangka.
  • Buah kiwi.
  • Sayuran seperti bayam, paprika hijau dan merah, tomat, kembang kol, kubis, brokoli, kubis Brussel dan kentang.
  • Makanan tertentu seperti sereal diperkaya dengan vitamin C, yang berarti ada tambahan vitamin C di dalamnya. Vitamin C juga terdapat pada susu segar, ikan dan jeroan.

Kebanyakan vitamin C dalam makanan manusia berasal dari buah dan sayuran. Namun Moms perlu tahu bahwa memasak buah dan sayuran akan mengurangi kandungan vitamin C mereka sekitar sepertiga.

Karena tubuh tidak menyimpan vitamin C dalam jumlah besar, dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayuran segar setiap hari.

Meski mengonsumsi suplemen dengan vitamin C belum terbukti beracun, tetapi mengonsumsi lebih dari 2.000 mg per hari dapat menyebabkan gejala seperti kram perut, diare dan mual, serta meningkatkan risiko pengembangan batu ginjal oksalat pada pria.

Selain itu, dosis lebih dari 250 mg per hari juga dapat mengganggu tes yang dirancang untuk mendeteksi darah di tinja atau perut dan harus dihentikan dua minggu sebelum tes dilakukan.

Baca Juga: 4 Bahaya Balita yang Kekurangan Vitamin D

Ini Orang yang Rentan Alami Kekurangan Vitamin C

Ini Orang yang Rentan Alami Kekurangan Vitamin C

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, nyatanya ada kelompok orang tertentu yang lebih berisiko kekurangan vitamin C, antara lain:

  • Orang yang bergantung pada obat-obatan atau alkohol, sehingga mereka mungkin tidak memiliki pola makan yang sehat dan seimbang.
  • Orang yang melakukan diet sangat ketat.
  • Orang yang berpenghasilan rendah cenderung tidak mampu membeli makanan dengan kandungan vitamin C yang tinggi.
  • Orang dengan kondisi medis yang memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap makanan, seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.
  • Orang lanjut usia yang mungkin makan makanan yang kurang bervariasi.
  • Perokok, karena merokok mempengaruhi penyerapan vitamin C dari makanan. Selain itu, vitamin C akan digunakan dalam tubuh lebih cepat pada mereka yang merokok.
  • Wanita hamil dan menyusui karena mereka membutuhkan vitamin C dalam jumlah yang lebih tinggi.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Vitamin C di Bawah 100 Ribu untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Apakah Perlu Dilakukan Diagnosis?

Apakah Perlu Dilakukan Diagnosis?

Foto: Orami Photo Stock

Dokter mungkin akan mencurigai Moms alami kekurangan vitamin C setelah menanyakan pertanyaan yang cermat tentang pola makan dan mendengarkan gejala yang Moms miliki.

Tes darah sebetulnya juga dapat dilakukan untuk mengukur kadar vitamin C dan dapat membantu untuk memastikan diagnosis.

Dokter mungkin juga menyarankan beberapa tes darah lain untuk memeriksa kekurangan lain dalam makanan. Misalnya vitamin C juga dibutuhkan untuk penyerapan zat besi dari makanan.

Oleh karena itu, kekurangan zat besi biasanya juga sering terjadi pada orang yang kekurangan vitamin C.

Sinar-X atau scan untuk melihat tulang mungkin juga disarankan karena perubahan spesifik pada tulang, termasuk 'penipisan' tulang, sering terlihat pada orang yang alami kekurangan vitamin C.

Baca Juga: 6 Vitamin untuk Anak yang Penting Dikonsumsi Sehari-hari

Cara Mengobati Kekurangan Vitamin C

Cara Mengobati Kekurangan Vitamin C

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan untuk kekurangan vitamin C adalah dengan mengganti vitamin C yang kurang dalam makanan. Ini dapat dicapai dengan mengonsumsi suplemen vitamin C dan dengan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C.

Jika anggota keluarga ada yang mengalami gejala kekurangan vitamin C, mungkin ia perlu dirujuk ke ahli gizi untuk mendapatkan pertolongan medis.

Setelah jangka waktu tertentu, suplemen vitamin C biasanya dapat dihentikan. Namun, penting untuk tetap mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C setelah suplemen dihentikan.

Ini akan membantu menghindari kekurangan vitamin C lagi. Selain itu, pastikan untuk selalu mendiskusikan dengan dokter mengenai cara terbaik untuk mendapatkan vitamin C ya Moms!

Artikel Terkait