Kesehatan

KESEHATAN
24 Maret 2021

Tangan Di Infus tapi Bengkak? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Inilah yang harus dilakukan untuk menghindari tangan bengkak saat tangan diinfus
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Saat kondisi seseorang tidak fit dan perlu dirawat di rumah sakit, prosedur yang umumnya dilakukan adalah memberi cairan infus. Biasanya lewat tangan. Namun, sama seperti prosedur medis lainnya, tangan diinfus dapat menimbulkan efek samping.

Dilansir dari laman medicinenet.com, cairan infus adalah cairan yang membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang, melalui sebuah jarum agar cairan segera masuk ke pembuluh darah vena.

Terapi dengan memberikan cairan infus ke intravena menjadi pilihan terbaik jika seorang pasien tidak memungkinkan minum obat secara melalui mulut.

Sebut saja mulai dari kekurangan cairan atau dehidrasi, stroke, hingga keracunan. Ketika kondisi tersebut terjadi, minum obat melalui oral tidaklah efektif.

“Obat oral membutuhkan waktu yang relatif lebih lama karena perlu dicerna oleh tubuh sebelum dialirkan ke aliran darah,” jelas dr. Magdalena Rahardjanti dari Interbat Indonesia ketika dihubungi oleh Orami melalui telepon.

Baca juga: Cara Mengatasi Gigitan Ular dan Daftar Rumah Sakit yang Sediakan Serum Anti-Bisa

Kasus pasien yang mengalami muntah hebat sehingga makanan dan minuman tidak dapat dicerna juga membutuhkan infus.

Pada kondisi ini, pasien membutuhkan cairan dan obat yang bisa langsung mengalir ke aliran darah.

Begini Proses Pemasangan Infus

Di dunia kedokteran ada dua metode dasar pemberian obat melalui intravena, yaitu:

1. Metode Infus Push

Terapi infus ini menggunakan alat yang mendorong suntikan obat secara cepat. Tenaga medis akan menggunakan jarum suntik yang dimasukkan dalam kateter berisi satu dosis obat.

Obat dalam suntikkan tersebut dimasukkan ke dalam aliran darah pasien dengan cepat.

2. Metode Infus Intravena Biasa

Pada metode ini, tenaga medis akan memberikan obat yang dikendalikan ke aliran darah pasien pada suatu waktu tertentu. Ada dua jenis cara:

  • Infus Manual/ Tetes

Metode yang dilakukan dengan melibatkan gaya gravitasi agar jumlah cairan yang diberikan melalui infus tetap sama selama periode tertentu. Perawat akan mengurangi atau menambah tekanan penjepit untuk mengatur irama tetesan infus.

  • Infus Pompa Listrik

Metode yang mengandalkan laju aliran cairan infus lewat pompa listrik. Pada metode ini, pompa listrik hanya dapat digunakan saat takaran dosis obat sudah tepat dan sudah dikontrol.

Baca juga: 6 Mitos dan Fakta Melahirkan di Rumah Sakit selama Pandemi

Sebelum tangan di infus menggunakan metode manual atau pompa listrik, tenaga medis akan menentukan jenis infus dan ukuran jarum yang digunakan pasien.

Agar area kulit tetap bersih dari paparan kuman, tenaga medis akan membersihkan area yang akan diinfus dengan alcohol. Moms seringkali akan bergidik dan tidak tega ketika Si Kecil perlu diinfus.

“Pada bayi atau anak-anak, area tubuh yang akan diinfus umumnya melalui kaki, kulit kepala, atau tangan. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan, berat badan, dan kondisi Si Kecil,” jelas dr. Marrissa Tania Stephanie Pudjiadi, Sp.A dari Rumah Sakit Premier Bintaro.

Sedangkan pada orang dewasa, area tubuh yang paling sering diinfus adalah area lengan di balik siku dan punggung tangan.

Ketika jarum infus dimasukkan ke dalam pembuluh darah, pasien akan merasakan sedikit tidak nyaman seperti digigit semut. Untuk meminimalkan rasa tidak nyaman, pasien disarankan untuk menarik napas panjang saat jarum infus disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

Hal yang sama juga disarankan ketika jarum infus dilepaskan dari pembuluh darah.

Baca juga: 4 Hal Yang Harus Dipertimbangkan Saat Memilih Dokter Anak

Jangan melakukan terapi infus sendiri. Pemberian infus harus dilakukan oleh tenaga medis seperti dokter atau perawat. Infus perlu dimasukkan tepat di pembuluh darah. Jika meleset, infeksi hingga komplikasi bisa terjadi.

Tak hanya itu saja. Jumlah cairan dan dosis obat yang mengalir di intravena perlu disesuaikan dengan berat badan, kondisi kesehatan pasien, riwayat medis, hingga obat-obatan yang digunakan oleh seorang pasien.

Efek Samping Tangan Di infus

Pemasangan dan penggunaan obat atau cairan infus di rumah sakit pastinya tergolong aman karena berada di bawah pengawasan tenaga medis.

Meski demikian, efek samping tangan diinfus pun bisa tetap terjadi. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

1. Tangan di Infus Sebabkan Bengkak

Salah satu penyebab tangan di infus bengkak adalah proses pemasangan jarum infus yang gagal.

Tenaga medis kesulitan menemukan pembuluh darah yang tepat sehingga tangan pasien perlu dimasukkan jarum infus berkali-kali. Apakah Moms dan Dads pernah mengalami hal ini?

Selain itu, penyebab tangan di infus bengkak lainnya adalah cairan infus tidak berfungsi dengan baik. Seperti saluran infus tersumbat sehingga cairan infus tidak masuk ke dalam pembuluh darah dengan benar.

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Bekas Suntikan

2. Tangan di Infus Sebabkan Infeksi

Infeksi dapat terjadi di berbagai area tubuh, termasuk di area bekas suntikan. Biasanya, dampak ini terjadi karena penggunaan peralatan medis tidak steril atau pemasangan jarum dan kateter tidak tepat.

Ketika hal tersebut di atas terjadi, cairan infus yang seharusnya masuk ke aliran darah malah “bocor” ke jaringan sekitarnya. Akibatnya, area tubuh yang diinfus bisa menjadi bengkak, memar, nyeri, atau paling parah demam tinggi.

3. Tangan di Infus dapat Menyebabkan Emboli Udara

Efek samping tangan di infus selanjutnya adalah masalah baru akibat emboli udara. Emboli merupakan kondisi kesehatan akibat zat asing seperti gumpalan darah atau gumpalan gas tersangkut dalam pembuluh darah. Akibatnya, terjadi penyumbatan pada aliran darah.

Jarum infus dan kantung infus yang tidak dipasang atau tidak dimonitor dengan baik dapat menyebabkan emboli udara.

Ketika saluran kantung infus mengering, gelembung udara bisa masuk ke pembuluh darah. Nah, gelembung udara ini bisa berjalan ke arah paru-paru dan jantung sehingga aliran darah dapat terhambat.

Masalah baru yang tak kalah parah seperti stroke atau serangan jantung pun bisa terjadi.

4. Tangan di Infus dapat Menyebabkan Phlebitis

Dilansir dari lamanhealthline.com tangan diinfus dapat menyebabkan phlebitis atau peradangan pembuluh darah vena. Proses peradangan ini dapat menyebabkan penggumpalan darah dan menghalangi satu atau lebih vena.

Darah yang menggumpal dapat menyebabkan aliran darah melambat. Akibatnya daerah daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan menyakitkan. Meski demikian, biasanya kondisi ini lebih sering terjadi di area kaki.

Baca juga: 6 Makanan Sehat yang Bantu Lawan Infeksi Virus

Cara Mengatasi Tangan di Infus yang Membengkak

akibat tangan diinfus

Photo: Freepik.com

Berbagai efek samping akibat tangan di infus memang tidak nyaman. Untuk meredakan bengkak pada tangan yang di infus, lakukan beberapa hal ini:

1. Kompres Tangan Diinfus dengan Air Dingin atau Hangat

Cara paling mudah adalah dengan mengompres tangan di infus dengan handuk lembap berbahan lembut. Moms dan Dads dapat menggunakan kompres suhu dingin dan suhu hangat.

Suhu dingin efektif membantu mengurangi rasa nyeri dan bengkak. Sedangkan, suhu hangat ddapat membantu melemaskan otot dan meningkatkan aliran darah di area tangan.

Lakukan secara teratur selama kurang lebih 20 menit hingga bengkak pada tangan mereda.

Baca juga: Kenali Waktu Tepat Menggunakan Kompres Panas Dan Kompres Dingin Untuk Anak, Jangan Tertukar!

2. Angkat Tangan yang Bengkak

Cara meredakan tangan di infus yang bengkak selanjutnya adalah dengan mengangkat tangan di infus dengan posisi lebih tinggi dari jantung.

Lakukan saat tidur atau berbaring. Letakkan tangan di infus pada di atas bantal kepala yang tinggi.

3. Regangkan Pergelangan Tangan

Peregangan pada pergelangan tangan dapat membantu melancarkan sirkulasi cairan infus sehingga alirannya berangsur normal. Tapi, jangan berlebihan ya, Moms!

Lakukan gerakan peregangan tangan yang ringan saja. Contohnya memutar pergelangan tangan 360 derajat, menggerakan jari tangan, atau tekuk perlahan pergelangan tangan secara bergantian ke atas dan ke bawah.

Baca juga: Tangan Sering Berkeringat? Ini Penjelasannya!

4. Batasi Penggunaan Tangan Diinfus

Seringkali, Anda tidak sadar menggunakan dan memaksa tangan yang diinfus untuk bergerak. Apalagi jika tangan yang diinfus merupakan tangan Moms dan Dads yang paling aktif.

Agar tidak bengkak dan meminimalkan tangan bengkak, untuk sementara gunakan tangan Moms dan Dads yang lain saat beraktivitas. Seperti membuka pintu kamar mandi, makan, mengambil benda, dan sebagainya.

Cobalah untuk membiasakan diri. Setidaknya sampai bengkak pada tangan diinfus mereda.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait